Mohon tunggu...
Agus Oloan
Agus Oloan Mohon Tunggu... Membaca adalah kegemaran dan Menuliskan kembali dengan gaya bahasa sendiri. Keharusan

Pengajar yang masih perlu Belajar...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Danau Toba dan Samosir yang Indah, Cerita Sejarah Wisata yang Tak Pernah Punah

22 Desember 2014   17:10 Diperbarui: 17 Juni 2015   14:43 0 0 0 Mohon Tunggu...
Danau Toba dan Samosir yang Indah, Cerita Sejarah Wisata yang Tak Pernah Punah
14192161951849701878

Puncak Pusuk Buhit, Destinasi Wisata yang harus dikunjungi

Danau Toba, merupakan destinasi parawisata yang sudah melegenda. Danau yang terbentuk dari hasil letusan gunung merapi yang maha dasyat diperkirakan dari tahun 69000 sampai dengan 77000 tahun yang lalu dan menghasilkan sebuah pulau besar ditengah-tengah pulau merupakan objek parawisata yang sudah sampai ke seluruh dunia bagaimana kecantikan dan keindahan Pulau Samosir yang memiliki luas 640 km2. Pulau Samosir memiliki keindahan yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Pulau yang dimiliki oleh enam kecamatan ini merupakan pulau ditengah-tengah danau kelima terbesar di dunia. Danau Toba dan Pulau Samosir memiliki cerita dongeng maupun cerita hasil penelitian ilmiah yang tidak ada habisnya untuk diceritakan dan dinikmati oleh para pengunjung, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, tinggal bagaimana Pemerintah setempat, para penduduk lokal hingga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengolah dan menggali serta mempromosikan Danau Toba, danau terbesar di ASEAN dan danau Vulkanologi terbesar di dunia serta Pulau Samosir, pulau yang menyimpan berjuta-juta sejarah yang tidak akan lekang oleh waktu.

14192170121159578623
14192170121159578623
Awal Pendakian ke Puncak Pusuk Buhit, Menggunakan Mobil Tahan Banting untuk menguasai Medan jalan yang menanjak dan tidak beraspal.

Bicara potensi parawisata alam yang terkandung di Pulau Samosir tampaknya tidak akan pernah habis. Hal ini dikarenakanpotensi alam yang dimiliki memang sangat banyak terutama soal keindahan alam dan tempat-tempat wisata yang mengandung sejarah yang dipercayai oleh masyarakat Batak sebagai Bona Pasogit (asal muasal Si Raja Batak dan Keturunannya yang telah menyebar ke seluruh dunia). Salah satunya adalah objek wisata sejarahPuncak Gunung Pusuk Buhit yang dimana Gunung tersebut memiliki ketinggian berkisar 1.800 mdpl dan ditumbuhi berbagai jenis pepohonan dan diatas puncak gunung Pusuk Buhit juga ada sebuah tempat persembahan yang sudah di percayai oleh masyarakat Batak yaitu Batu Sawan dan konon ditempat itulah orang batak diturunkan pertama sekali.

1419217142205648389
1419217142205648389
Raja Isombaon

Dahulu kala menurut kepercayaan masyarakat batak di Gunung Pusuk Buhit-lah untuk yang pertama sekalinya Sang Pencipta Alam Semesta menurunkan orang batakyang sering disebut oleh Suku Batak dengan sebutan Oppung Mula Jadi Nabolon(Manusia Yang Diciptakan Pertama sekali). Dan pada abad ke– XIIketurunan pertama kali Orang Batak yang bernama Siraja Batak singgah di wilayah Samosir. Siraja Batak memiliki anak yang bernama Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon. Menurut garis keturunan suku batak bahwa Guru Tatea Bulan juga merupakan leluhur tua dari Raja Sisingamangaraja. Jadi sangatlah wajar kalau sampai saat ini kawasan Gunung Pusuk Buhit masih keramat dan menjadi salah satu kawasan objek tujuan wisata serta memiliki cerita sejarah bagi kaum orang batak hingga saat ini.

14192172151170856154
14192172151170856154
Sejenak foto saat awal memulai Pendakian ke Puncak Pusuk Buhit

Memang membicarakan potensi wisata Pulau Samosir memang tidak akan merasa puas bila kita tidak langsung datang dan menginjakan kaki kita di Pulau Samosir serta melakukan perjalanan dan pendakian ke Gunung Pusuk Buhit. Hal ini wajar karena potensi-potensi wisata yang dimiliki sangat banyak terutama soal keindahan alam dan tantangan saat mendaki ke Puncak Pusuk Buhit. Bila dipadukan dengan cerita sejarah, boleh dibilang daerah ini adalah salah satu lumbung dari cerita sejarah yang bisa menemani perjalanan wisata Anda saat berada di Pulau Samosir. Jika kita melakukan perjalanan ke Puncak Pusuk Buhit maka kita akan ditawarkan dengan banyaknya sumber-sumber situs yang menunjukkan proses Si Raja Batak diturunkan pertama sekali. Dari sekian banyak yang bisa dinikmati misalnya Aek Simarsasar, Batu Hobon, Sopo Guru Tatea Bulan, Sopo Raja Uti, Perkampungan Siraja Batak, Ruma Hela, dan Pusuk Buhit, dan lainnya.

14192172851673349064
14192172851673349064
Jalan Setapak yang harus dilalui untuk mendaki ke Puncak Pusuk Buhit, kita ditawarkan keindahan alam yang tidak ada duanya...dapat melihat Danau Toba yang Indah dari Lereng Pusuk Buhit

Setibanya di Puncak Pusuk Buhit, sebagai wisatawan yang baru pertama berkunjung ke sana pastilah akan tertegun sejenak. Karena selain panorama yang disajikan memang sangat indah, kita juga bisa melihat secara leluasa sebagian besar kawasan perairan Danau Toba sekaligus Pulau Samosir-nya. Selain itu dari lereng perbukitan tersebut pengunjung yang datang bisa juga menikmati panorama perkampungan yang berada di antara lembah-lembah perbukitan seperti perkampungan Sagala, Perkampungan Hutaginjang yang membentang luas.

1419217396377329030
1419217396377329030
Puncak Pusuk Buhit yang diselimuti oleh awan, Pemandangan yang luar biasa indahnya...Mari Kita jaga Bersama

Selain pemandangan ini, wisatawan yang pernah datang ke sana tentunya akan melihat dan mendengar gemercik aliran air terjun yang berada persis di perbukitan berdekatan dengan perkampungan Sagala. Masih dari lereng bukit yang jalannya berkelok-kelok tetapi sudah beraspal dengan lebar berkisar 4 meter, pengunjung juga bisa memperhatikan kegiatan pertanian yang dikerjakan oleh masyarakat sekitarnya. Malah yang lebih asyik lagi adalah menikmati matahari yang akan terbenam dari celah bukit dengan hutan pinusnya.

Bila kita hendak menjelejahi puncak gunung tersebut para wisatawan pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua namun kendaraan tersebut tidak dapat mengantar kita sampai ke puncak melainkan hanya sampai perkampungan yang berada di lereng bukit bukit tersebut nama perkampungan tersebut adalah desa Huta Ginjang, kecamatan Sianjur mula-mula dan dari desa itu juga kita dapat memandang dengan seksama keindahan panorama Danau Toba

Dan bukan hanya itu saja bila kita menelusuri Gunung Pusuk Buhit pengunjung juga dapat menikmati apa apa yang disebut dengan Sumur Tujuh Rasa karena konon ceritanya menurut keterangan dari penduduk setempat sumur ini memiliki tujuh pancuran yang memiliki rasa air yang berbeda-beda dan bagi masyarakat Toba, ketujuh sumur tersebut menjadi sumber kebutuhan air bersih. Sehingga tidak mengherankan kalau wisatawan yang datang, banyak masyarakat yang menggunakan air yang berada di sana untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

Sumur Tujuh Rasa letaknya berdekatan dengan pusuk Buhit yang berada di Desa Sipitudai satu kecamatan Sianjur Mula-Mula. Kita dapat mencoba merasakan ketujuh air mancur tersebut, dan bila kita percaya akan air mancur tersebut kita akan merasakan rasa : asin, tawar, asam, kesat serta rasa yang lainnya yang dikeluarkan dari masing-masing pancuran air tersebut dan menurut dari keterangan penduduk setempat air tersebut berasal dari bawah pohon beringin yang tumbuh dan menjadi perindang lokasi Tujuh Sumur tersebut yang posisinya berada di atas mata air tersebut.

Keberadaan aek sipitudai ini sudah ada sejak lama sejak dari si Raja Batak. Dan sangat dipercayai kesakralanya dari cerita Legenda Siraja Batak yang berada di lokasi tersebut. Maka oleh karena itu kita dapat tahu bahwa dahulu kala ada kerajaan yang memerlukan sumber airnya berasal dari Aek Sipitudai sebab lokasi tempat ini lumayan jauh dari Danau Toba.

Cerita legenda tersebut memang ada benarnya dengan adanya fakta peninggalan yang berada di lokasi Aek Sipitudai seperti : batu cucian dari batu alam, Tembok beton, lubang-lubang untuk permainan congkak. Seluruh masyarakat Batak khususnya yang berada di dekat lokasi tersebut mempercayai kalau sumur ini masih keramat dan menjadi salah satu objek wisata yang dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara dan sekitar lokasi tersebut masih membutuhkan penataan dan pemeliharaan yang baik lagi dari masyrakat dan Pemerintah agar tempat tersebut senantiasa dapat menarik pengunjung yang datang.

Setelah bergerak dari Aek Sipitudai maka kita akan menuju sebuah tempat yang tidak jauh dari tempat tadi akan menemukan satu lokasi yang keramat yang disebut lokasi Batu Hobon, Sopo Guru Tatean Bulan atau Rumah Guru Tatea Bulan serta perkampungan Siraja Batak yang lokasinya tidak berjauhan. Di tempat Sopo Guru Tatea Bulan kita akan menemukan patung-patung Siraja Batak dengan keturunannya. Dan bukan hanya patung orang saja yang akan kita lihat tetapi kita juga akan menemukan patung-patung sebagai penjaga rumah seperti gajah, macan, kuda.Bentuk rumah ini pun di desain dengan ciri khas Rumah Batak. Bila kita hendak masuk kedalam kita wajib dan harus membuka alas kaki kita dan kita dapat melihat dengan seksama di Sopo Guru Tatea Bulankita temukan patung-patung keturunan Siraja Batak, seperti Patung Seribu raja sepasang dengan istrinya, Patung keturunan Limbong Mulana, Patung Segala Raja serta Patung Silau Raja. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Batak marga-marga yang ada sekarang ini berasal dari keturunan Siraja Batak. Selain itu keberadaan rumah ini juga telah diresmikan oleh DewanPengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tate Bulan tahun 1995 yang lalu. Dan disitu juga kita akan dipandu oleh pemandu yang akan menerangkan cerita dari patung-patung si raja batak dengan keturunannya.

Sejalan dengan itu, pengunjung dapat menikmati Batu Hobon yang konon menurut cerita merupakan lokasi yang dijadikan penyimpanan harta oleh Siraja Batak. Batu ini berada perbukitan yang lebih rendah lagi dari Sopo Guru Tatea Bulan berdekatan dengan perkampungan masyarakat. Berdasarkan sejarah Batu Hobon ini tidak bisa dipecahkan, tetapi kalau dipukul seperti ada ruangan di bawahnya. Namun sampai sekarang tidak bisa dibuka walaupun dilakukan dengan senjata mortir.

14192175232005642876
14192175232005642876
Foto sebelum sampai ke Pusuk Buhit, Destinasi wisata yang harus dikunjungi akhir tahun

Selanjutnya untuk melengkapi perjalanan tentang sejarah Sopo Guru Tatea Bulan, maka akan ditemukan perkampungan Siraja Batak. Selain itu, di desa ini terdapat cagar budaya berupa miniatur Rumah Si Raja Batak. Dahulunya, sebutan Raja Batak ternyata bukan karena posisinya sebagai raja dan memiliki daerah pemerintahan, melainkan lebih pada penghormatan terhadap nenek moyang Suku Batak. Di perkampungan ini, ada bangunan rumah semi tradisional Batak, yang merupakan rumah panggung terbuat dari kayu, tanpa paku, dilengkapi tangga, dan atap seng. Lokasi perkampungan ini berada di perbukitan yang berada di atasnya dengan jarak yang tidak terlalu jauh sekali kurang lebih 500 meter.

Untuk kelengkapan perjalanan menuju Pusuk Buhit setidaknya harus berhenti sejenak di atas perbukitan yang berada di Desa Huta Ginjang. Karena dari lokasi desa ini akan terlihat jelas Pulau Tulas yang berdampingan dengan Pulau Samosir. Pulau Tulas itu sendiri tidak memiliki penghuni tetapi ditumbuhi dengan semak belukar dan hidup berbagai hewan liar lainnya.

Sesampainya kita di Puncak Gunung Pusuk Buhit untuk merasakan keindahan alam Danau Toba, Tiupan semilir angin, dan kiat dapat menyaksikan Sunset Yang tenggelam dan pada saat itu kita akan merasa kan bahwa keindahan Danau Toba Yang dimiliki Pulau Samosir benar-benar indah. Saat kita sampai, tidak ada salahnya kita memanjatkan doa, bersyukur karena kita bisa sampai ke Puncak Pusuk Buhit. Saya sewaktu pertama sekali sampai pe Puncak, langsung bersujud menghadap matahari terbit, bersyukur karena bisa merasakan keindahan alam ciptaan Tuhan dan memanjatkan doa-doa permohonan agar dikabulkan oleh Sang Pencipta.

Setelah kita puas memandang dengan keindahan alam kita dapat turun dari puncak menuju aek ranggat yang berada di kaki Puncak Gunung Pusuk Buhit desa siogung-ogung dan di Aek Ranggat ini kita dapat memanjakan diri dengan berendam melepas lelah di dalam kolam. Maka lengkaplah perjalanan wisata sejarah Samosir yang tak akan pernah punah dan tak dapat dilupakan karena bukan hanya itu saja cerita wisata Pulau Samosir tetapi masih banyak lagi cerita wisata Pulau Samosir yang masih dapat kita angkat dan kita tunjukan kepada masyarakat yang berada di luar Samosir baik Nasional maupun Internasional.

Sebagai bahan tambahan dan referensi kepada Anda para pecinta Wisata ke Pulau Samosir, bahwa sudah sangat banyak pejabat-pejabat maupun mantan pejabat-pejabat, para politikus dan pejabat pemerintah yang menyediakan waktunya untuk mendaki puncak Pusuk Buhit dan Berdoa memohon permintaannya di Puncak Pusuk Buhit. Menurut catatan penulis dari berbagai sumber, ada Akbar Tanjung, politikus dari Partai Golkar, ada Syamsul Arifin, mantan Gubernur Sumatera Utara, mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih yang beristrikan warga negara Jepang, Jonni Sihotang bahkan terang-terangan hampir setiap akhir tahun memanjatkan doa di Puncak Pusuk Buhit. Bahkan dahulu, Presiden Soekarno cerita punya cerita pernah singgah di Puncak Pusuk Buhit. Libur akhir tahun seperti ini adalah waktu yang tepat untuk berwisata ke Pulau Samosir, khususnya mendaki Puncak Pusuk Buhit.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan Anda berkeinginan untuk untuk berwisata ke Pulau Samosir, silahkan asalkan anda Sopan dan memiliki niat yang baik untuk mendalami keindahan Danau Toba dan Pulau Samosirnya, saya yakin wisata anda akan bermanfaat dan akan menambah perkapita para masyarakat Danau Toba dan sekitarnya sehingga dunia Parawisata kita meningkat dan mampu menjadi tuan di negeri sendiri. Untuk apa anda berwisata ke luar negeri, apabila di dalam negeri ada surga yang lebih layak dinikmati? Salam Menyambut Tahun Baru 2015.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x