Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Ordinary People

One of Fruitaholic of The Year 2017/2018 | Danone Blogger Academy 2017 | 2nd Wing's Journalist Award 2016 | Twitter @_agunghan | IG @agunghan_ | FB; Agung Han Email | agungatv@gmail.com blog www.sapadunia.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Jangan Malu Minta Tolong Dicomblangi

18 Juli 2019   04:18 Diperbarui: 18 Juli 2019   04:21 0 1 1 Mohon Tunggu...
Jangan Malu Minta Tolong Dicomblangi
femina.co.id

Al- Ghazali dalam Ihya Ulumiddin mengatakan ; Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa salam bersabda ; "Siapa yang menikah, berarti dia telah melindungi setengah agamanya. Karena itu bertakwalah kepada Allah pada setengah agamanya yang kedua". Ini merupakan isyarat tentang keutamaan nikah, yaitu dalam rangka melindungi diri dari penyimpangan, agar terhindar dari kerusakan. Karena yang merusak agama manusia umumnya adalah kemaluannya dan perutnya. Dengan menikah, maka salah satu telah terpenuhi. (Ihya Ulumudian, 2/22)

Menemukan belahan jiwa, memang butuh perjuangan dan musti berani menempuh jalan terjal penuh tantangan. Beberapa orang, rela berada dalam penantian panjang, demi bersua yang dicinta. Ada yang gentar menghadapi penolakan demi penolakan, langkah telah diayunkan tak juga surut ke belakang.

Tapi bukankah, sesuatu yang didapat dengan penuh perjuangan, kalau sudah berhasil akan sulit dipisahkan.  Upaya keras dan berlelah-lelah, sejatinya bisa dijadikan bukti seberapa sungguh-sungguh seseorang ingin menggapai diharapkan.

Ketika orang yang telah berupaya keras, kemudian mendapatkan apa yang selama ini dicari, niscaya akan disayang dan dirawat sepenuh hati. Maka jangan mudah menyerah, karena setiap usaha (cepat atau lambat) akan menemui hasilnya. Dan kualitas dari hasil yang didapat, biasanya berbanding lurus dengan usaha yang telah dikerahkan.

Tiba-tiba saya jadi ingat teman lama, yang setiap sabtu siang rela menempuh perjalanan Malang Surabaya, demi bertemu pujaan hati. Kemudian numpang nginep di kost-an, dan minggu siang kembali menempuh Surabaya Malang.

Ada satu lagi kenalan di Surabaya, semasa SMA pacaran dengan teman satu angkatan. Setelah lulus sekolah menegah atas, keduanya menyatakan berpisah dan menuntut ilmu di kota berbeda. Setelah lulus masing-masing bekerja di kota berbeda, ketemu pada hari lebaran saat pulang kampung.

ilustrasi-dokpri
ilustrasi-dokpri
Ending dari dua cerita ini tidak disangka, teman yang seminggu sekali rela menempuh Malang -- Surabaya -- Malang ternyata tidak berjodoh. Sementara yang sudah putus sejak lulus SMA dan pisah kota, keduanya justru dipertemukan lagi (padahal masing-masing sudah mencoba mendapatkan pengganti) dan menikah.

Datangnya jodoh memang misterius sekaligus ajaib, tinggal kitanya saja, bagaimana mengelola semangat agar tidak mudah putus asa. Cara untuk mendapatkan tambatan hati, jalannya juga beraneka macam, ada yang dimudahkan ada juga yang diuji dengan kesabaran.

Ada jodoh yang datangnya dengan tidak sengaja bertemu, ada yang jodohnya teman yang semasa kecilnya termyata kerap musuhan, ada yang saudara dari keluarga jauh, ada yang sengaja dijodohkan ayah atau ibunya, ada yang beda status sosial (sinetron banget kan), ada yang beda suku dan agama, ada yang teman lama dan dulunya biasa-biasa saja, ada yang adik dari teman akrab dan seterusnya dan seterusnya.

Bagi yang sedang berusaha mendapatkan belahan jiwa, jangan ragu menempuh semua jalan baik. Semua upaya bisa dijadikan cara, untuk menunjukkan kepada kehidupan atas kesungguhan kita sebagai manusia. Mengacu sabda Baginda Nabi, bahwa menikah akan menggenapkan agama, maka menempuh jalan baik untuk mendapatkan pujaan hati, (meurut saya nih) bisa saja dikategorikan sebagai ibadah---wallahu'alam.

ilustrasi-dokpri
ilustrasi-dokpri

Jangan Malu, Minta Tolong Dicomblangi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2