Mohon tunggu...
AGIL S HABIB
AGIL S HABIB Mohon Tunggu... Just Me..

Berbisik Dalam Sunyi, Bersuara Dalam Senyap

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Rahasia Bahagia dalam Karier Meski Punya Atasan "Killer"

12 April 2021   07:46 Diperbarui: 12 April 2021   19:16 550 22 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Rahasia Bahagia dalam Karier Meski Punya Atasan "Killer"
Ilustrasi gambar : www.proofhub.com

Menjalani karier dengan menjadi pekerja atau tenaga profesional di suatu organisasi bisnis tertentu barangkali akan menghadirkan cukup banyak suka duka. 

Sebagian merasa begitu betah dan nyaman dengan tempat kerjanya, berhubungan baik dengan rekan kerja, serta mungkin memiliki atasan yang bersahabat dengan segala keramahan dan perhatian kepada anggota timnya. 

Disisi lain, tidak menutup kemungkinan ada sebagian orang yang lain mengalami kondisi bertolak belakang. Lingkungan kerja kurang harmonis, suasana pekerjaan terasa tidak nyaman, dan parahnya berada dalam kendali atasan killer yang begitu mudahnya melontarkan amarah, gemar menjatuhkan sanksi, sering memberikan maklumat yang menekan anak buah sehingga keberadaannya cenderung tidak diharapkan.

Dalam banyak situasi mungkin seorang atasan di sebuah organisasi bisnis tidak selalu begitu buruk sebagaimana penafsiran yang digambarkan di beberapa judul film atau sinetron populer. 

Tapi ada sebagian diantara karakter menyebalkan yang mungkin saja dimiliki oleh para atasan tersebut sehingga membuat mereka "pantas" dilabeli sosok yang killer terlepas dari peran, fungsi, serta tanggung jawab dari seorang atasan yang memang cukup besar dalam rangka menjalankan roda organisasi bisnis berorientasi profit.

"Kebahagiaan di tempat kerja tidak ditentukan oleh orang lain, melainkan oleh diri kita sendiri dengan keterampilan untuk mengelola pikiran, perilaku, dan juga tindakan sehingga suasana bahagia itu tetap bisa kita rasakan sebagaimana mestinya."

Sebagai anak buah atau bagian dari anggota tim di sebuah organisasi bisnis pada umumnya kita tidak bisa memilih sosok-sosok yang akan menjadi atasan atau pemimpin kita. Tentu seorang anak buah atau bawahan akan sangat bersyukur apabila mendapatkan atasan yang bersahabat, penyabar, ramah, dan sebagainya. 

Tapi tatkala sosok dengan karakteristik sebaliknya yang terpilih maka opsinya hanya ada dua. Pertama, pergi meninggalkan tim (resign) dengan kemungkinan akan bertemu sosok serupa atau yang lebih baik di tempat lain. Kedua, tetap bertahan dalam situasi tersebut dengan segala kemungkinan saat berada dibawah kendali sosok pemimpin killer.

Apabila opsi pertama yang dipilih maka usai sudah bahasan kita. Namun apabila opsi kedua yang dipilih maka perlu kiranya bagi kita selaku anak buah untuk menemukan strategi, cara, tips, dan juga trik untuk menjalani situasi dan kondisi yang ada sehingga kita tetap bisa nyaman dan juga bahagia saat mengarungi hari-hari di tempat kerja. 

Bagaimanapun juga segala apa yang kita rasakan hanya diatur oleh dua hal. Aspek eksternal dan aspek internal diri kita. Apabila aspek eksternal yang kita biarkan mengambil kendali maka kita akan cenderung lebih mudah terombang-ambing dalam mengarungi segala peristiwa. 

Sebaliknya, apabila aspek internal mampu mengambil alih kendala maka setiap keadaan akan lebih mudah kita sesuaikan dan selaraskan sehingga sebisa mungkin tetap bersahabat dengan diri kita.

Dengan demikian cara terbaik adalah bagaimana kita memfokuskan diri untuk mengambil alih kendali internal. Menyelaraskan frekuensi dari setiap peristiwa sehingga lebih mudah diterima oleh emosi yang akhirnya akan berujung pada optimalisasi kebahagiaan didalam diri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x