Mohon tunggu...
Agil S Habib
Agil S Habib Mohon Tunggu... Founder Sang Penggagas; Penulis Buku Powerful Life; Seorang Pecinta Literasi; Bisa dihubungi di agilseptiyanhabib@gmail.com

Berkarya dan hidup bersamanya

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mengulik Data Perbandingan Kemacetan Jakarta Era Ahok Vs Anies

18 Februari 2020   11:18 Diperbarui: 18 Februari 2020   11:25 521 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengulik Data Perbandingan Kemacetan Jakarta Era Ahok Vs Anies
Membandingkan kinerja Ahok dan Anies terkait penanganan lalu lintas ibukota | Sumber gambar : news.detik.com

Belakangan ini ramai dibicarakan terkait sebuah survei yang membandingkan tingkat pencapaian kinerja dari tiga gubernur terakhir yang memimpin DKI Jakarta. Berdasarkan survei tersebut, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai lebih unggul daripada gubernur DKI Jakarta saat ini Anies Baswedan.  

Apabila secara khusus menyangkut kondisi kemacetan di Jakarta, Ahok dinilai lebih berhasil menangani kemacetan Jakarta mengungguli pencapaian Jokowi yang berada di urutan kedua dan Anies Baswedan di urutan ketiga. Terkait banjir Jakarta, Ahok juga masih menempati posisi teratas survei sebagai gubernur yang paling berhasil mengatasi banjir. 

Namun, hasil survei yang dilakukan oleh indobarometer ini "ditolak" oleh sebagian kalangan dan politisi. Seperti misalnya yang disampaikan oleh fraksi Partai Gerindra yang justru menganggap survei ini sebagai upaya pembentukan opini untuk menjatuhkan nilai Anies di mata masyarakat. 

Bukan rahasia lagi kalau Anies digadang-gadang menjadi calon kuat Presiden tahun 2024 mendatang. Sehingga pemberitaan sekecil apapun tentangnya bisa jadi menaik turunkan popularitas yang dimiliki Anies.

Bagaimanapun juga survei adalah sebuah metode pengukuran yang dilakukan berdasarkan persepsi publik dan bukan berdasarkan data pengukuran lembaga yang khusus membidangi suatu ranah tertentu. Jikalau kita kerucutkan terkait kondisi lalu lintas Jakarta, maka hal itu kurang tepat jika diukur berdasarkan survei. 

Perlu sebuah lembaga khusus memberikan perhatian terhadap hal itu. TomTom Traffic Index, sebuah lembaga pengukur kepadatan kendaraan di kota-kota dunia barangkali bisa memberikan referensi yang cukup untuk menilai sejauh mana pencapaian Jakarta dalam mengatasi permasalahan lalu lintas dari waktu ke waktu. 

Berdasarkan pengukuran yang dilakukan oleh lembaga tersebut, Jakarta mengalami "penurunan" peringkat kota termacet dunia. Pada tahun 2017 Jakarta masih berada di peringkat 4, lalu pada tahun 2018 turun ke peringkat 7, dan di tahun 2019 lalu kembali berhasil "memperbaiki" peringkatnya ke posisi 10. Semakin jauh dari peringkat sepuluh besar kota termacet maka semakin bagus.

Data yang disampaikan oleh TomTom Traffic Index seakan menunjukkan adanya kontradiksi terhadap survei kemacetan yang terjadi di wilayah Jakarta. Pada tahun 2017 dimana merupakan periode transisi antara Ahok dan Anies, Jakarta masih menempati posisi tinggi sebagai kota termacet dunia. Setiap tahun peringkat tersebut diperbaiki pada era kepemimpinan Anies Baswedan. 

Apakah ini berarti sebenarnya Anies memiliki capaian kinerja yang lebih baik dibandingkan para pendahulunya? Sayangnya, data pengukuran yang disajikan oleh TomTom Traffic Index hanya sebatas tahun 2017 sampai tahun 2019 saja. Sedangkan tahun 2017 kebawah tidak atau belum tersaji. 

Padahal Ahok memimpin Jakarta pada periode tahun 2014 sampai 2017, itupun di tahun 2017 tidak berlangsung penuh mengingat kasus hukum yang menjeratnya. Agar lebih fair dalam mengukur kinerja ketiganya berdasarkan data pengukuran, seharusnya ada data dari  TomTom Traffic Index antara tahun 2014 sampai 2016. Sehingga perbandingan yang dilakukan lebih aple to aple.

Dalam hal ini saya mencoba untuk menggunakan data dari Numbeo, salah satu pusat data (database) terbesar dari kota-kota dan negara di seluruh dunia. Numbeo memberikan informasi terkini perihal biaya hidup, kesehatan, lalu lintas, kriminalitas, hingga polusi. Terkait lalu lintas, Numbeo memberikan informasi data terkait traffic index, time index, time exp. Index, inefficiency index, dan CO2 emission index

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x