Mohon tunggu...
linda afrida
linda afrida Mohon Tunggu... -

yes me..., a woman with scarf.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Lagi! Gas Elpiji

1 Juli 2010   04:56 Diperbarui: 4 April 2017   16:41 612
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

akhirnya, mereka back to nature....

Minyak tanah mahal, pakai kayu lagi!

Haruskah kita terus menerus berdemo, menyuarakan keinginan dan hak kita sebagai warga negara? haruskah mereka hanya ingin diri mereka sendiri yang kaya dan bahkan tidak pernah memikirkan kami sebagai rakyat biasa yang terbiasa hidup dengan peluh hanya untuk membayar pajak negara?!

Susahnya hidup sebagai warga biasa dengan penghasilan segitu dan akhirnya harus diburu-buru dengan kenaikan TARIF DASAR LISTRIK, BBM yang selalu diutak atik, Bahkan akhirnya GAS ELPIJI yang membawa petaka.

Awalnya mulia memang pemerintah meng-konversi minyak tanah menjadi GAS ELPIJI dan memberikan sampel gratis kepada hampir seluruh warga Indonesia. Awalnya mulia memang, karena dengan begitu pemerintah juga aware terhadap gas bumi yang semakin menipis. tapi, akh mungkin semuanya ada alasan peningkatan ekonomi "sekelumit" orang.

Sebelumnya, saya membaca tulisan pak Taufik Mahlan yang membahas "Gas Elpiji, apa yang bisa bocor?" , disana ditulis mekanika Gas Elpiji lengkap. dan kenapa bisa bocor??

Jika Memang Gas Elpiji telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan berkualitas baik, ditambah dengan uji coba sebelum dipasarkan...., maka tingkat "BAHAYA" dan "MALAPETAKA" yang ditimbulkan akibat si HIJAU GENDUT berberat 3 KILOGRAM ini tidak sebanyak ini, mungkin 1/1000 dari yang dipasarkan.

Tetapi, diakhir-akhir ini GAS ELPIJI menjadi petaka. Contoh kasus : Supermarket di Surabaya Hangus terbakar karena meledaknya Gas elpiji, Satu Keluarga ditangerang Kritis (ada yg meninggal) karena meledaknya Gas Elpiji, truss dekat rumah saya sendiri satu Rumah kebakaran gara-gara kompor meledug... bukan kompor tapi Gas Elpiji.. dan banyak petaka lain akibat si HIJAU GENDUT dan SI BIRU TINGGI.

Entahlah siapa yang bersalah, tapi apapun itu lebih baik dicegah:

Pertama-tama dari Pemerintah (Jelas! harus anda-anda terlebih dahulu)


  • Perhatikan Kualitas dari Gas Elpiji yang akan pasarkan, terapkan Quality Control yang ketat agar Gas Elpiji yang nantinya akan dipasarkan meminimalkan bahaya.
  • Entah bagaimana caranya... tapi Jangan Sampai Kecurian dengan adanya GAS ELPIJI OPLOSAN dan pihak-pihak lain yang tidak Halal cara kerjanya.
  • Mengadakan SIDAK ke toko-toko atau agen yang memasarkan GAS ELPIJ

Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari musibah ledakan tabung gas di rumah : (diambil dari http://www.asepirpam.co.cc/index.php/opini/79-mencegahtabunggaselpijimeledak.html)


  1. Jangan memaksakan pemasangan regulator bila klep/karet pengaman tidak sama atau tidak pas dengan lubang regulator yang menyebabkan kebocoran. Beragamnya ukuran klep/karet pengaman ini cukup membuktikan jika dalam produksinya tidak memperhatikan SNI. Dari beberapa peristiwa ledakan tabung, masalah karet pengaman ini disinyalir menjadi penyebabnya. Mintalah, kepada penjual tabung, klep/karet pengaman yang baru sebagai cadangan kalau-kalau yang terpasang di tabung tidak cocok dengan regulator Anda.
  2. Pergunakanlah regulator yang sudah memiliki standar SNI. Regulator memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai stopper otomatis yang menghentikan aliran gas apabila api di kompor tidak menyala. Berkaitan dengan pasar bebas, berhati-hatilah dengan regulator impor, karena belum tentu dalam produksinya sudah berdasarkan SNI. Baru baru ini ada berita razia selang dan regulator dan disana ditemukan regulator yang tidak memiliki SNI, sayangnya tidak diberitakan produknya diimpor dari mana
  3. Pergunakanlah selang gas yang sudah SNI. Mintalah nasihat penjual yang sudah berpengalaman untuk memilih selang gas jika kesulitan mendapatkan selang yang sudah SNI. Dalam pemakaian, periksalah secara rutin keutuhan selang, terutama dari gigitan tikus, keretakan dan kerapuhan karena sudah lama dipakai.. Perhatikan juga kekuatanklem pada sambungan selang dan kompor gas, jangan sampai kendor.
  4. Jangan menyalakan kompor gas ketika tercium bau gas yang menyengat, karena bisa mengakibatkan ledakan sebagai akibat dari terjadinya kontak api dengan gas yang bocor dan memenuhi ruangan dapur.
  5. Pada saat membeli gas yang baru, periksalah waktu kadaluwarsa atau masa pakai tabung nya. Penulisan kadaluwarsa berupa “alfa code“. Contoh ” A 09 ” A = Januari – Maret B = April – Juni C = Juli – September D = Oktober – Desember. Jadi jika tertera tulisan A 09 , maka ini mengandung arti : Jan- Mart tahun 2009. Jangan sekali-kali membeli gas yang tabungnya sudah kadaluawarsa karena disinyalir kekuatan tabungnya sudah tidak sesuai lagi dengan ketentuan yang berlaku.
  6. Jangan membeli gas yang tabungnya terlihat ada keretakan/cacat pada body tabung gas tersebut. Penyebab retak dan cacatnya tabung gas bisa bermacam - macam, mulai dari hal yang umum, yaitu terbentur atau jatuh... sampai hal yang tidak terduga... yaitu perbedaan suhu yang berulang-ulang atau yang ekstrim... Oleh karenanya sebaiknya tabung gas di simpan di tempat yang tidak bisa terkena cahaya matahari... karena cahaya matahari akan memanaskan logam tabung, dan malamnya mendingin, begitu berulang-ulang sehingga suatu saat bisa aus dan karena tekanan yang tinggi dari dalam tabung, bisa menimbulkan kebocoran. Hati-hati juga kalau tabung gas yang terkena cahaya matahari tiba-tiba berkontak dengan beda dingin... misalnya terkena atau ketumpahan air es... perbedaan suhu yang ekstrim dari hangat lalu terkena es, bisa membuat keretakan mikro secara instant (sekejap mata).
  7. Gas elpiji lebih berat dibanding udara. Dengan mengetahui sifat jenisnya tersebut kita bisa mengantisipasi pengaturan ruang dapur dengan memberi ventilasi di bagian bawah, karena jika terjadi kebocoran tabung atau pipa, gas akan menyebar di bagian bawah dan tidak bisa keluar melalui jendela yang ada di bagian atas. Atau kita juga bisa membuka pintu belakang (jika ada) atau pintu depan. Tidak adanya ventilasi bawah di dapur jika terjadi kebocoran tabung/ pipa menyebabkan konsentransi gas cukup pekat dan jika ada percikan api bisa menyebabkan kebakaran. Kebakaran yang terjadi akan menaikan suhu ruang dapur sehingga elpiji dalam tabung akan memuai dan tekanan elpiji akan meningkat dengan tajam. Kalau peningkatan tekanan elpiji melebihi kekuatan tabung untuk menahan maka tabung akan meledak. Karena pertamina hanya mendesain kekuatan tabung untuk menahan tekanan elpiji pada tekanan dan suhu normal (± 250 C).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun