Mohon tunggu...
Adrian Chandra Faradhipta
Adrian Chandra Faradhipta Mohon Tunggu... Menggelitik cakrawala berpikir, menyentuh nurani yang berdesir

Praktisi rantai suplai dan pengadaan barang/jasa di industri hulu minyak dan gas Indonesia. Penulis buku Horizon (Ellunar Publisher, 2020) dan urun menulis buku antologi puisi Elipsis (Ellunar Publisher, 2020) serta Di Balik Ruang Tanpa Garis Temu (Alinea Publishing, 2020). Pendiri dan penggiat literasi Pojok Baca Muaradua (POBAMA) ***semua tulisan adalah pendapat pribadi terlepas dari pendapat perusahaan atau organisasi

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Tok! Kemenkumham Tolak Kepengurusan Partai Demokrat Versi KLB Kubu Moeldoko

31 Maret 2021   15:05 Diperbarui: 31 Maret 2021   15:47 112 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tok! Kemenkumham Tolak Kepengurusan Partai Demokrat Versi KLB Kubu Moeldoko
Ilustrasi. Sumber: beritasatu.com

Tampaknya usaha Kubu Moeldoko yang ingin menggulingkan AHY melalu KLB yang mereka buat sendiri berujung sia-sia, karena Kementerian Hukum dan HAM yang digawangi oleh Yasonna H. Laoly menolak permohonan kepengurusan Partai Demokrat versi KLB Kubu Demokrat.

Alasan utamanya adalah hingga 7 hari tenggat waktu untuk melengkapi dokumen dipersyaratakan tim kubu Moeldoko tidak mampu memenuhinya, alhasil pengajuan mereka ditolak oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) hari ini (31/03/2021).

Seperti diketahui sebelumnya bahwa AHY dan SBY menyampaikan bahwa ada upaya kudeta oleh sekelompok orang termasuk yang berada di luar Parta DEmokrat yang berusaha melakukan kudeta terhadap kepengurusan Partai Demokrat yang diketuai AHY saat ini.

Tokoh utama yang diduga kuat melakukan kudeta itu adalah Moeldoko yang sekarang masuk dalam jajaran teras utama kabinet Jokowi sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Moeldoko sendiri didukung oleh para mantan kader Parta Demokrat seperti Jhoni Allen Marbun dan Marzuki Alie

KLB Deli Serdang

Moeldoko di KLB Deli Serdang. Sumber: Antara via tempo.co
Moeldoko di KLB Deli Serdang. Sumber: Antara via tempo.co
Kubu Moeldoko didukung dengan loyalisnya yang notabene mantan kader Demokrat mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) pada 5 Maret 2021 lalu di Deli Serdang, Sumatra Utara yang menyimpulkan bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak berhak menjadi Ketua Partai Demokrat karena berbagai hal termasuk inkompetensi serta proses pemilihan AHY yang dinilai Kubu Moledoko tidak berjalan secara adil dan terbuka. Hasil KLB pun memutuskan untuk menunjuk Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang baru.

Mereka juga membuat AD/ART revisi versi mereka sendiri yang menjadi dasar pelaksanaan KLB dan pengangkatan Moeldoko yang notabene bukan kader ataupun simpatisan Parta Demokrat sebelumnya.

Keadaan semakin memanas dan saling klaim legitimasi Parta Demokrat terus terjadi setelahnya antara Kubu AHY dan Kubu Moeldoko.

Banyak pihak yang menilai Moeldoko berlaku semena-mena dengan melakukan kudeta apalagi posisinya yang ada di pemerintahan dan bukan kader Partai Demokrat, namun di sisi lain banyak juga yang mengatakan Moeldoko cocok untuk menjadi Ketua Partai Demokrat yang baru karena AHY tidak kompeten dan penunjukkannya disinyalir tidak adil dan terbuka.

AHY tampaknya bergerilya merapatkan barisan untuk menguatkan soliditas dan solidaritas simpatisannya di berbagai macam DPD bahkan DPC, tidak segan dia juga mengancam memberikan sanksi berat kepada kader yang ikut dalam KLB versi Moeldoko bahkan pemecatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN