Mohon tunggu...
Adrian Chandra Faradhipta
Adrian Chandra Faradhipta Mohon Tunggu... Menggelitik cakrawala berpikir, menyentuh nurani yang berdesir

Praktisi rantai suplai dan pengadaan barang/jasa di industri minyak dan gas Indonesia dengan ketertarikan pada dunia wisata, politik, sosial, budaya, kepemudaan, sastra dan organisasi. Penulis buku Horizon terbitan Ellunar Publisher dan urun menulis buku antologi puisi Elipsis terbitan Ellunar Publisher serta Di Balik Ruang Tanpa Garis Temu terbitan Alinea Publishing. Pendiri dan penggiat literasi Pojok Baca Muaradua (POBAMA) yang menjadi induk Taman Baca Mekakau Ilir (TABAMA), Galeri Baca Ranau (GABARA) serta Taman Baca Padang Bindu (TAPADU) *semua tulisan adalah pendapat pribadi terlepas dari pendapat perusahaan atau organisasi

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

4 Tips Menghadapi Resesi Ekonomi

24 September 2020   10:44 Diperbarui: 24 September 2020   20:02 870 21 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
4 Tips Menghadapi Resesi Ekonomi
Ilustrasi. Sumber: latar foto dari sindonews.com dan diolah oleh penulis

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara tersirat menyatakan bahwa Indonesia telah masuk pada jurang resesi ekonomi. Sri Mulyani memilih untuk tidak menggunakan kata-kata resesi namun negative territory dalam konferensi pers virtualnya pada Selasa (22/09/2020)

"Kementerian Keuangan melakukan revisi forecast pada bulan September ini, yang sebelumnya kita perkirakan untuk tahun ini adalah -1,1% hingga positif 0,2%. Forecast terbaru kita pada September untuk 2020 adalah kisaran -1,7% sampai -0,6%. Ini artinya, negatif territory kemungkinan akan terjadi pada kuartal III dan mungkin juga masih akan berlangsung untuk kuartal ke IV yang kita upayakan bisa dekat 0% atau positif", ungkap Sri Mulyani

Dari ramalan yang diungkap Sri Mulyani jika benar kuartal III ini kita masih negatif -1,1 sampai -0.6% pertumbuhannya maka telah memenuhi syarat utama dinyatakan resesi ekonomi yaitu pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut dan Indonesaia pada kuartal sebelumnya Indonesia juga sudah mengalami pertumbuhan -5.32%.

Belum lagi melihat meningkatnya jumlah pengangguran yang meningkat serta daya beli masyarakat yang turun di masa pandemi ini.

Pertumbuhan ekonomi identik juga dengan unsur perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara yang ditunjang oleh berbagai faktor semisal konsumsi rumah tangga, konsumi pemerintah, ekspor dan impor. Dan kesemua faktor tersebut mengalami kontraksi yang cukup dalam juga.

Masih dari outlook yang disampaikan Sri Mulyani juga untuk kuartal II tahun 2020 ini dinyatakan bahwa konsumsi rumah tangga minus 3% sampai minus -1,5%, konsumsi pemerintah: positif 9,8%-17%, investasi: kontraksi -8,5% sampai -6,6%, ekspor: kontraksi -13,9% sampai -8,7%, dan impor: kontraksi -26,8% sampai -16%.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020. Sumber: Instagram Tempo.co
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020. Sumber: Instagram Tempo.co
Angka-angka tadi sebenarnya tidak berbeda jauh dari ramalan OECD, IMF, Bank Dunia dan masih lebih baik dibanding negara-negara G-20 lainnya yang bahkan terjebak pada angka negatif belasan sampai puluhan persen,

Namun sebagai masyarakat kita tentu bertanya-tanya bagaimana cara menyikapi ketika resesi ekonomi terjadi apalagi kita sudah merasakan sendiri dampaknya baik secara langsung maupun tidak langsung dimulai dari harga-harga kebutuhan pokok yang naik, lapangan pekerjaan yang sulit bahkan yang dirumahkan dan lain sebagainya.

Berikut empat tips yang mungkin bisa kita terapkan dalam menghadapi resesi ekonomi saat ini.

Ilustrasi. Sumber: thesmallbusinesssite.co.za
Ilustrasi. Sumber: thesmallbusinesssite.co.za
Pertama adalah Jangan Panik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x