Mohon tunggu...
Adrian Chandra Faradhipta
Adrian Chandra Faradhipta Mohon Tunggu... Menggelitik cakrawala berpikir, menyentuh nurani yang berdesir

Praktisi rantai suplai dan pengadaan barang/jasa di industri minyak dan gas Indonesia dengan ketertarikan pada dunia wisata, politik, sosial, budaya, kepemudaan, sastra dan organisasi. Penulis buku Horizon terbitan Ellunar Publisher dan urun menulis buku antologi puisi Elipsis terbitan Ellunar Publisher serta Di Balik Ruang Tanpa Garis Temu terbitan Alinea Publishing. Pendiri dan penggiat literasi Pojok Baca Muaradua (POBAMA) yang menjadi induk Taman Baca Mekakau Ilir (TABAMA), Galeri Baca Ranau (GABARA) serta Taman Baca Padang Bindu (TAPADU) *semua tulisan adalah pendapat pribadi terlepas dari pendapat perusahaan atau organisasi

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Arashiyama Cantik yang Tidak Hanya Sekadar Hutan Bambu

5 Desember 2019   15:32 Diperbarui: 7 Desember 2019   13:00 323 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Arashiyama Cantik yang Tidak Hanya Sekadar Hutan Bambu
Sungai Katsura dan Jembatan Togetsukyo, Sumber: Dokumen Pribadi

Apa yang pertama kali terlintas di benak kita jika mendengar daerah Arashiyama di Kyoto? Pasti sebagian besar dari kita akan memikirkan tentang barisan bambu-bambu yang tinggi dan ikonik yang kerap dijadikan latar foto para turis. Namun, tahukah kita bahwa di Arashiyama tidak hanya hutan bambunya saja yang sangat menarik untuk dikunjungi?

Pada awal November lalu saya sekeluarga berkesempatan meluangkan waktu untuk berkunjung ke beberapa tempat di Jepang. Arashiyama di Kyoto adalah salah satu tempat yang paling berkesan bagi kami.

Bukan karena adanya hutan bambu yang terkenal itu saja, tetapi juga itu objek wisata alam serta toko-toko penjual di sekitarnya yang otentik dan mengesankan.

Perjalanan kami awali dari Stasiun Shin-Imamiya yang tepat berada di seberang Hotel kami di Osaka. Lalu stop di Stasiun Tennoji dan melanjutkan ke Stasiun Kyoto dengan berpindah ke kereta Haruka dengan gambar khas Hello Kitty-nya. Dengan menempuh waktu sekitar 1,5 jam akhirnya kami tiba di Stasiun Saga-Arashiyama.

Dari stasiun Saga-Arashiyama kami berjalan kaki sekitar 20 menit menuju Hutan Bambu Arashiyama. Sepanjang jalan menuju Hutan Bambu Arashiyama kami melihat suasana yang sangat berbeda ketika berjalan di daerah Arashiyama, Kyoto. 

Suasana Arashiyama terasa lebih tradisional dibandingkan Osaka maupun Tokyo. Barisan rumah dengan arsitektur khas Jepang berbaris rapi di sepanjang jalan.

Lebih jauh nuansa asri serta dedaunan yang menguning khas musim gugur banyak tersebar di daerah Arashiyama. Selain itu juga, banyak terdapat penjual makanan dan buah tangan khas Jepang di kanan dan kiri jalan.

Hutan Bambu Arashiyama, Sumber: Dokumen Pribadi
Hutan Bambu Arashiyama, Sumber: Dokumen Pribadi
Kuil Nonomiya, Sumber: Dokumen Pribadi
Kuil Nonomiya, Sumber: Dokumen Pribadi
Sesampainya di Hutan Bambu Arashiyama, kami melihat tampilan ribuan barisan bambu yang instagenic. Di dalam kawasan tersebut kita akan menemukan juga kuil Shinto tua yang menarik yaitu Kuil Nonomiya.

Selain itu juga terdapat jaringan rel kereta api yang masih aktif yang membelah kawasan ini. Oleh karenanya ada palang penghalang dan petugas yang menjaga ketika kereta api lewat membelah hutan bambu Arashiyama.

Selesai berkeliling Hutan Bambu Arashiyama, kami melanjutkan berkeliling Arashiyama sekaligus mencari tempat makan dan untuk menunaikan salat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x