Mohon tunggu...
Brader Yefta
Brader Yefta Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis untuk berbagi

Just Sharing....Nomine Best in Specific Interest Kompasiana Award 2023

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Jadi Atlet, di Balik Prestasi Ada "Harga" yang Dibayar

4 Agustus 2021   15:37 Diperbarui: 5 Agustus 2021   13:22 430
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saat itu perlu sekian bulan di rawat demi pemulihan lantaran cedera yang dialami kala bertanding di kompetisi liga yang sangat terkenal di tanah air pada era itu. 

Sampai sekarang,klub tempat Om saya bergabung dulu yang telah membesarkan namanya, masih eksis dan hampir selalu menyumbang pesepakbolanya ke timnas Indonesia. Yupp...mungkin Anda sudah bisa menebak nama klub bola di ujung timur Indonesia. 

Cedera pada tungkai juga dialami salah satu Om, namanya Om Rudy, sebut saja begitu namanya. Beda dengan Om Herman yang pesepakbola, Om Rudy seorang pelari lintasan (sprinter) yang dulunya menjadi pelari PON. Cedera otot kaki, memaksa dirinya mesti beristirahat sekian waktu sehingga tak dapat mengikuti sejumlah kompetisi dalam negeri di kala itu. 

So buat kalian yang pengen jadi atlet, cedera bisa jadi penghambat dalam karir. 

2. Biaya persiapan berkompetisi, bisa keluar dari kantong sendiri namun belum pasti menang. 

Masing -masing olahragawan itu beda sedikit dan banyaknya anggaran yang dibutuhkan. Bila dana dari kepengurusan atau persatuan belum turun, biasanya atlet tak jarang keluar biaya dulu demi persiapan fisik dan juga perlengkapan yang dibutuhkan. Salah satunya adalah atlet binaraga. 

Kebetulan kenal dekat sejumlah teman yang menjadi binaragawan asal daerah, yang pernah mewakili Propinsi dalam PON,bahkan mewakili negara di kompetisi luar negeri, dari mereka inilah bagaimana melihat harga yang harus dibayar. 

Mulai dari diet makanan dan minuman, beli suplemen dan nutrisi yang harga ngga murah alias mahal habis, hingga latihan intesif menjelang masa kompetisi. Padahal belum tentu menang. 

3. Masa muda "tergadaikan" dan pendidikan bisa " senin-kamis". 

Menjadi atlet itu identik dengan banyak harga yang harus dibayar. Di sela -sela masa pendidikan, harus terhenti atau jeda cuti karena mengikuti kompetisi, baik di level propinsi,nasional hingga internasional. 

Itu juga yang diakui seorang atlet Indonesia, pebolavoli Amalia Fajrina Nabila. Spiker timnas voli Indonesia ini, menghabiskan masa remaja dan usia belianya di arena latihan dan kompetisi sejak tahun 2008 hingga saat ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun