Mohon tunggu...
Adi Supriadi
Adi Supriadi Mohon Tunggu...

HR Manager In a Japanese company, Live In Jakarta, Born in Ketapang City, West Kalimantan. A Speaker, Motivation Trainer, Thinker and a Writer on culture, humanity, education, politics, peace, Islam, Palestinian, Israel, America, Interfaith, transnational, interstate, Management, Motivation and Cohesion at workplace. Committed to building a Cohesive Indonesia, Cohesive Industrial relation, Cohesion at workplace and offer Islamic solutions to the problems that inside. Lulus dari Fakultas Dakwah STAI Al-Haudl Ketapang, Kalbar, Melanjutkan Belajar Di Ma'had Al Imarat Bandung, Jawa Barat dan S-2 Manajemen di Universitas Winaya Mukti Bandung, Jawa Barat. "Hidup Berarti Dengan Berbagi, Sekali Berbagi Sesudah Itu Mati" (Assyarkhan) Haddad Assyarkhan / Adi Supriadi, Pin BB : 5990D42A Phone/WA : 081513629467 , Phone/SMS : 089648981244 , Twitter : @assyarkhan , Facebook : www.facebook.com/assyarkhan , Youtube : www.youtube.com/assyarkhan

Selanjutnya

Tutup

Media

Terima Kasih Admin Kompasiana Atas Hadiah Ultah Saya

9 Desember 2015   12:57 Diperbarui: 9 Desember 2015   13:06 0 10 36 Mohon Tunggu...

[caption caption="Tampilan Baru Di 5 Tahun Adi Supriadi (kompasiana.com)"][/caption]

 

Oleh : ADI SUPRIADI / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan

Twitter : @assyarkhan

 

Alhamdulillah, Besok 10 Desember 2015, Genap 5 Tahun Saya bersama Kompasiana, sebuah Perjalanan tidak singkat tetapi tetap masih BALITA (Bayi Lima Tahun), sedang lucu-lucunya untuk dicubit, ditimang-timang dan dipenuhi sebuah keinginan.
Saya Surprise, Karena sehari sebelum genap 5 tahun, Saya dapat hadiah dari Kompasiana berupa sebuah "Peringatan Sebelum Pembekuan", Menariknya Hadiah ini diberikan karena Saya dianggap menghina dan mengejek Kompasianer yang lain.
Foto peringatan awalnya seperti dibawah ini :

[caption caption="Peringatan Sebelum Pembekuan Account Dari Kompasiana (Kompasiana.com)"]

[/caption]

 

Satu hal yang sampaai saat ini Saya belum mengerti adalah bagian mana yang Saya mengejek dan menghina Kompasianer lain, Artikel Saya yang mana? atau Komentar Saya yang mana? Pembaca boleh memeriksa satu-satu, atau Admin Kompasiana sudah dibutakan olehj Koloni yang berkonspirasi ingin mengusir Saya dari Kompasiana dan Kompas, dan Admin ada didalam Koloni itu.
Mengapa Demikian, Apa tindakan Admin terhadap tulisan yang jelas-jelas jadi sebuah judul dalam Artikel mereka. tidak hanya itu, Semua Artikel dikomentari dengan Komentar sampah yang semuanya ejekan dan hinaan, Apa Admin tidak membaca itu?
Atau Admin berkilah, Kenapa Anda tidak laporkan saja tindakan mereka?

Ahay Pemirsa, Apa bedanya Anda dengan Pemimpin Negeri ini yan pandai Ngeles dengan segala jenis tindakan mereka, Mengapa Saya tidak laporkan? Karena Saya menghargai semua pendapat orang lain tentang apapun di dunia ini, Saya menghapus Komentar akhir-akhir ini dikarenakan komentar keluar dari Konten materi yang Saya tulis, dan Itu ADMIN sediakan Fasilitasnya.
Jika menunggu Saya laporkan? Lalu....Apa tugas Admin digaji mahal Kompas untuk menjadi Polisi di Kompasiana ini? Atau hanya menjadi Polisi untuk yang menjadi oposisi kebathilan di Negeri ini.

Tapi, Secara keselurahan Saya ucapkan terima Kasih Banyak atas Hadiahnya yang tidak jelas itu, siapa yang salah dan siapa yang diberi peringatan di Negeri ini memang sedang menjadi Budaya dan ternyata Budaya itu terjadi juga di Admin Kompasiana.
Satu hal yang menarik dan Saya Syukuri selama Saya di Kompasiana, Saya tidak pernah membuat Artikel yang mengejek dan Menghina, Tidak pernah mengejek dan menghina dalam komentar, apalagi mengomentari Artikel orang lain dengan hinaan, boleh di chek dan Saya jamin tidak ada Komentar yang negatif. Apalagi, Mengirim Pesan Hinaan dan Ejekan seperti dibawah ini, Anda bisa lihat sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x