Mohon tunggu...
Adica Wirawan
Adica Wirawan Mohon Tunggu... Wiraswasta - "Sleeping Shareholder"

"Sleeping Shareholder" | Email: adicawirawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Mengapa Investor Saham Newbie Suka "Grogi" terhadap Pergerakan Harga Saham?

4 Oktober 2021   07:00 Diperbarui: 4 Oktober 2021   17:00 556 19 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi investasi saham. Sumber: Pixabay via Kompas.com

Seorang saudara saya, yang baru terjun ke dunia saham, kemarin bercerita bahwa ia sempat susah tidur begitu melihat harga saham yang dibelinya jatuh sekitar 10%. Ia berkata cukup khawatir kalau-kalau saham tersebut turun lebih dalam lagi, sehingga nilai loss-nya bakal bertambah lebar. 

Jika "skenario" tadi terjadi, maka jadinya bakal terkesan konyol, mengingat baru beberapa hari ia membelinya. "Masa baru investasi saham beberapa hari sudah langsung rugi?"

Mungkin saudara saya menyesal dengan keputusannya berinvestasi di saham tersebut, tapi yang jelas, ia masih terus menyimpan sahamnya, tanpa tertarik untuk segera menjualnya. Sepertinya ia belajar "berdamai" dengan pasar saham, yang belakangan memang cukup volatil. Alasan lainnya, mungkin ia juga mendengarkan nasihat saya untuk terus memegang sahamnya. Saya menilai fundamental perusahaannya masih bagus, sehingga meskipun sudah loss 2 digit, namun tidak ada alasan baginya untuk melepas saham tersebut.

Lebih gila lagi, saya bahkan menganjurkannya membeli lagi di harga bawah. Itu dilakukan kalaupun ia masih punya uang sisa. Namun, sepertinya, ia tidak melakukannya, sebab jumlah sahamnya tidak berubah. Ia tampaknya memilih berdiam diri dan berdoa, supaya harganya lekas naik dan ia bisa lepas dari kesulitan tersebut.

Doanya terjawab beberapa minggu kemudian. Harga sahamnya kembali mantul. Ia kemudian memutuskan keluar, dan meraup cuan beberapa ratus ribu rupiah. "Lumayan," kata saya. Kini ia bisa tidur nyenyak tanpa harus khawatir terhadap kondisi pasar saham esok harinya.

Grogi, Sumber: hwinnetnews.com
Grogi, Sumber: hwinnetnews.com

Namun, ketenangan tadi ternyata tidak berlangsung lama. Sebab, kemudian ia menyesal begitu melihat bahwa saham yang baru dilegonya ternyata malah terbang 10% pada esok harinya. "Ah, coba aku masih hold," katanya via whatsapp.

Kejadian yang dialami oleh saudara saya mungkin pernah dirasakan oleh orang lain. Saya sendiri pun dulu pernah mengalaminya. Saya ingat, pada awal-awal berinvestasi saham, sempat merasa grogi terhadap pergerakan harga saham. 

Kalau harga saham turun, saya khawatir bakal merugi, sementara jika untung, saya takut melepas saham, yang besoknya masih mungkin lanjut naik harganya.

Meski begitu, perasaan itu kini sudah tidak begitu berpengaruh di batin saya. Saya tidak tahu sebabnya. Mungkin karena sudah terbiasa dengan dinamika pasar saham. Mungkin juga karena bertambahnya insting dalam memahami pergerakan harga. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Finansial Selengkapnya
Lihat Finansial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan