Mohon tunggu...
Adi Bermasa
Adi Bermasa Mohon Tunggu... mengamati dan mencermati

Aktif menulis, pernah menjadi Pemimpin Redaksi di Harian Umum Koran Padang, Redpel & Litbang di Harian Umum Singgalang, sekarang mengabdi di organisasi sosial kemasyarakatan LKKS Sumbar, Gerakan Bela Negara (GBN) Sumbar, dll.

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Alumni PTN Hebat Mentradisi Pimpin Sumbar

20 September 2019   21:23 Diperbarui: 20 September 2019   21:25 0 1 0 Mohon Tunggu...

SEJAK reformasi, di berbagai provinsi cenderung yang jadi gubernur pilihan rakyat adalah alumni perguruan tinggi negeri favorit seperti UGM, UI, dan ITB. Untuk Sumbar, selain ketiga PTN hebat itu juga ditambah Unand. Sebut saja (alm) Zainal Bakar alumni Unand, Gamawan Fauzi alumni Unand, Marlis Rahman alumni Unand, Plt Reydonnyzar Moenek alumni UGM, dan gubernur dua periode Irwan Prayitno alumni UI.

Sedangkan untuk kota dan kabupaten di Sumbar, pemimpinnya juga cenderung alumni PTN yang sudah disebutkan di atas. Bahkan ada yang alumni PTS.

Jika melihat ke yang sudah, maka untuk Gubernur Sumbar mendatang diperkirakan tetap saja berkisar dari alumni PTN terkenal itu yang pemikiran, keilmuan, dan strateginya selama ini sudah sama-sama kita saksikan, rasakan, dan kita nikmati.

Sebagai manusia biasa, alumni PTN hebat yang diberi mandat oleh rakyat itu tentu punya kelebihan dan kekurangan. Bangganya kita sebagai warga daerah ini tak satupun selama ini Pak Gubernur awak terjerat hukum. Syukur alhamdulillah. Di provinsi lain, sudah banyak kepala daerahnya yang beristirahat di 'Sukamiskin' Jawa Barat. Memprihatinkan.

Boleh jadi, di suasana pilkada 2020 ini para alumni PTN terkenal itu sudah jadi permakluman publik siapa nama-namanya yang diperkirakan bakal turun gelanggang. Apakah rakyat 'awak' nanti tetap punya komitmen mengunggulkan pemimpinnya dari alumni PTN terkemuka itu seperti 'tradisi' selama ini? Yang jelas rakyat punya kedaulatan penuh memilih Gubernurnya nanti.

Kepemimpinan gubernur alumni PTN ternama itu sudah teruji sesuai zamannya. Bagaimanapun, kepemimpinannya rata-rata terbilang membanggakan. Meski ada juga yang tak merasa puas. Itu biasa. Tak mungkin selera pribadi yang beragam dipenuhi dengan sempurna.

Dari sekian banyak alumni PTN hebat itu, pada pilkada ini yang tampak agak menonjol barulah dari ITB. Siapa dia? Perhatikan saja pemikirannya yang sering muncul dalam media massa yang terbit di Sumbar. Kalau arif membaca media, pasti namanya sudah terlintas di kepala.

Media massa adalah teropong rakyat melihat kemajuan daerahnya. Sebaliknya, mereka yang tak mengerti dengan peran media boleh jadi tertinggal dan terkebelakang.

Mungkinkah nanti muncul pemimpin Sumbar dari kalangan alumni non-PTN populer itu? Kalau itu dikehendaki rakyat juga tak apa. Pertanda bahwa tokoh hebat bukan alumni PTN di Jawa saja. Boleh jadi alumni Unand, UNP, atau UIN memperlihatkan kehebatannya. Hal ini sudah dibuktikan Gamawan Fauzi. Bahkan melejit jadi Mendagri di era Presiden SBY. Atau mungkin saja alumni PTS yang saat ini kehebatannya tidak kalah dengan PTN yang dikehendaki rakyat sebagai pemimpin.

Siapapun nanti jadi Gubernur Sumbar, itulah pilihan rakyat yang berdaulat. Kita berharap siapapun dia, mampu jadi pimpinan utama yang membanggakan. Kehebatan nyata yang diperlihatkan Gubernur Irwan selama ini begitu dibanggakan, terutama dengan beragam kelihaiannya. Pandai menyanyi, berpantun, berdakwah, khutbah Jumat, trabas, hingga karate. Penampilannya pun gaya anak muda milenial. Hebat. Sulit juga mencari tokoh seperti ini. Yang jelas, Gubernur Irwan yang merupakan alumni UI ini sukses pada zamannya. Tampaknya, model Pak Irwan tak begitu terlihat pada bakal calon gubernur mendatang. Terlepas dari itu, mari kita sukseskan Pilkada Sumbar, aman dan lancar. Tahun 2020 semakin dekat. *