Adi Ankafia
Adi Ankafia Makhluk Millenial

Ordinary People; Sabrang Noelliam Bagaskara Mandjer Kawuryan; Grá Sabrina Laniakea Myristica Naira; Facebook : Adi Ankafia; Instagram : @adiankafia

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Laundry Show dan Kenangan Masa Kecil

11 Februari 2019   19:27 Diperbarui: 12 Februari 2019   11:41 44 2 0
Laundry Show dan Kenangan Masa Kecil
Poster Film Laundry Show (Sumber Gambar : twitter.com/djaycoholyc)

Dikisahkan seorang pekerja kantoran di ibukota bernama Uki (diperankan oleh Boy William) yang mulai jenuh dengan rutinitas dan statusnya sebagai bawahan melahirkan obsesi untuk menjadi bos. 

Sebagai staf marketing di sebuah creative agency yang telah bekerja selama 5 tahun, Uki merasa jerih payahnya tidak pernah dihargai oleh atasannya, Pak Rahmat (diperankan oleh Ferry Salim). Uki tak kunjung mendapatkan promosi padahal prestasi kerjanya selalu bagus. 

Puncaknya ketika idenya tentang pemasaran sebuah produk kopi dicuri oleh rekan kerjanya. Saat mengkonfirmasi bahwa ide yg disampaikan oleh rekan kerjanya tersebut sebenarnya adalah idenya, Uki malah dituduh sebagai penjilat. 

Hobinya mendengarkan ceramah motivator bisnis semakin menguatkan keinginannya untuk segera mewujudkan mimpinya. Setelah mendapat restu dari mamanya, Uki resign dari tempatnya bekerja dan mulai merintis usaha Laundry yang diberi nama Halilintar.

Untuk membuka usaha Laundry-nya, Uki menjual beberapa asset, salah satunya mobil. Kendaraan yang digunakan untuk aktivitasnya sebagai bos Laundry berganti dengan Vespa Super keluaran 1978 (tolong dikoreksi jika saya salah)... sama seperti Vespa milik saya.

Uki terwarisi bakat mamanya yang sewaktu Uki masih kecil bekerja sebagai tukang cuci untuk memenuhi kebutuhan hidup. Teknik mencuci tradisional yang ampuh menghilangkan noda jenis apapun. Prinsip-prinsip dan/atau filosofi mencuci pakaian yang diturunkan mamanya masih digunakan oleh Uki dalam usahanya.

Seiring berjalannya waktu, ditengah stabilnya usaha Laundry Halilintar, datanglah pemain baru, Agustina (diperankan oleh Gisella Anastasia) yang membuka bisnis Laundry di seberang ruko tempat Laundry Halilintar berdiri. Laundry milik Agustina menawarkan pelayanan prima. Alat-alatnya juga lebih canggih, dibeli dari Jerman.

Uki merasa khawatir pelanggannya akan berpindah ke Laundry milik Agustina. Laundry Halilintar bukan sekedar usaha untuk mencari uang, namun lebih dari itu, bagian dari keluarga. Uki juga skeptic, Agustina hanyalah anak orang kaya yang iseng-iseng mendirikan usaha. 

Dan memang benar, pada akhirnya sebagian besar pelanggan berpindah ke Laundry milik Agustina. Masa-masa sulit mulai membayangi Laundry Halilintar. Saat di ujung tanduk, Uki terpaksa meliburkan semua karyawannya sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan karena sudah tidak bisa menggaji mereka lagi. Uki mulai mengerjakan sendiri cucian milik pelanggan-pelanggan yang tersisa.

Konflik berjalan semakin seru namun tetap ringan dan mudah dipahami alurnya. Sebagaimana film-film komedi romantic Hollywood yang biasa dibintangi oleh Sandra Bullock dan Hugh Grant, Laundry Show juga menawarkan happy ending. Saya tidak akan menjabarkan lebih jauh. Silahkan tonton sendiri di jaringan bioskop XXI.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Berbicara tentang jasa cuci dan setrika baju, di masa kecil saya, di era tahun 90-an, jauh sebelum menjamur usaha laundry, bisnis ini dikenal dengan sebutan Binatu. Orang yang mengerjakan jasa binatu disebut sebagai Tukang Penatu. Tukang Penatu yang boleh menjalankan usaha ini harus memiliki sertifikat. Tukang Penatu mengerjakan jasa ini dengan cara tradisional namun hasilnya berkualitas. Jauh lebih bersih dan rapi ketimbang laundry-laundry yang banyak merajalela sekarang. Alat dan bahan yang digunakan antara lain Setrika Areng, lerak (Sapindus rarak De Candole), daun pisang kering sebagai alas setrika areng, dan bahan-bahan alami lainnya. Bau yang diuarkan juga khas. 

Lerak/Sapindus rarak De Condole (Sumber Gambar : http://konservasi120.blogspot.com/2016/11/pembuatan-detergen-tradisional-ramah.html)
Lerak/Sapindus rarak De Condole (Sumber Gambar : http://konservasi120.blogspot.com/2016/11/pembuatan-detergen-tradisional-ramah.html)
Setrika Areng (Sumber Gambar : http://kurosaki-uperp11.blogspot.com/2017/09/uperp11-t01b-setrika-arang.html)
Setrika Areng (Sumber Gambar : http://kurosaki-uperp11.blogspot.com/2017/09/uperp11-t01b-setrika-arang.html)
Tukang Penatu hebat yang pernah mewarnai masa kecil saya adalah Eyang Kakung saya sendiri. Saya selalu menikmati ketika Eyang Kakung saya menyiapkan setiap detil alat dan bahan untuk mencuci dan menyetrika. Panas areng yang dimasukkan ke setrika klasik berlambang ayam jago di ujungnya harus sesuai porsinya. Saya masih mengalami masa ketika ikut mengantarkan hasil cucian yang sudah disetrika dengan rapi ke pelanggan-pelanggan Eyang Kakung saya. 

Saya juga pernah ditunjukkan sertifikat Tukang Penatu milik Eyang Kakung saya. Betapa mulianya tanggung jawab profesi yang diemban Eyang Kakung saya. Eyang Kakung yang hobi membaca, yang berlanggangan surat kabar Jawa Pos, yang mempunyai koleksi lengkap serial Api Di Bukit Menoreh, yang mencekoki saya buku-buku perjuangan dan pemikiran Soekarno.