Mohon tunggu...
Adhi Kurniawan
Adhi Kurniawan Mohon Tunggu... pegawai negeri -

Fans berat nasi pecel yang suka jalan-jalan dan foto-foto, saat ini tinggal di Jakarta dan sering pulang ke Ambarawa.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Tim Fire and Rescue, Selalu Siaga dalam Segala Situasi

8 Maret 2016   19:53 Diperbarui: 8 Maret 2016   20:09 201
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Pantang pulang sebelum padam"][/caption]Asap perlahan keluar dari sebuah bangunan. Hawa panas terasa, lalu muncul api yang dengan cepat melalap kayu-kayu di depan bangunan. Burung-burung yang berada di sekitar bangunan itu pun beterbangan ke segala penjuru. Langit sore yang cerah tertutup asap hitam pekat. Telah terjadi kebakaran di salah satu area di tambang Batu Hijau. Tak lama berselang, suara sirine meraung-raung. Konvoi ambulan, rescue truck, dan fire truck merapat ke lokasi kebakaran. Lima orang berseragam hijau dengan peralatan lengkap dengan sigap mengeluarkan selang dari truk. Dengan gerakan taktis dan penuh perhitungan, mereka mendekat ke bangunan yang terbakar. Dua orang mendobrak pintu lalu masuk ke ruangan. Dalam hitungan menit, mereka berhasil mengeluarkan korban.

Situasi tersebut bukanlah kebakaran sesungguhnya. Itu adalah simulasi pemadakam kebakaran yang sedang digelar oleh tim Fire and Rescue Service PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT). Dalam simulasi itu tim fire and rescue diperintahkan menyelematkan korban yang terjebak di ruangan dan tidak sadarkan diri. Api yang membakar bangunan juga harus bisa dipadamkan. Mereka hanya diberi waktu 12 menit untuk menyelesaikan simulasi itu.

Untuk menangani kebakaran dalam simulasi itu, para firefighter berbaris sejajar. Orang yang berada paling depan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke sumber api hingga membentuk semacam tirai air. Tim harus kompak dan bekerja dengan cepat. Suhu titik api bisa mencapai 700 derajat Celcius.  Kalau tirai air bocor, api bisa menjilat sang firefighter. Air yang disiram ke sumber kebakaran juga tidak boleh terlalu banyak karena justru akan membuat suhu udara semakin panas.

Tim fire and rescue yang dipimpin oleh Pak Wawan Syafanuddin ini memiliki peran penting bagi PT NNT. Mereka disiapkan untuk bertindak sigap pada kondisi darurat. Tidak hanya kasus kebakaran, tim ini juga sanggup mengatasi kecelakaan kerja seperti alat berat yang terguling atau pekerja yang pingsan di lokasi tambang. Mereka dibekali kemampuan fire fighting, rope rescue, water rescue, jungle rescue, dan prosedur medis dasar.

[caption caption="Beraksi memadamkan api"]

[/caption]Saat ini ada 47 personel yang tergabung dalam tim fire and rescue. Secara bergiliran mereka ditempatkan di empat posko, yaitu di Pelabuhan Benete, townsite, pabrik pengolahan atau konsentrator, dan Mine Maintenance Area. Tim ini selalu siaga 24 jam sehari di empat lokasi tersebut. Mereka dibekali peralatan lengkap seperti tabung self-contained breathing apparatus, pakaian tahan api, helm dan masker pelindung, hingga kendaraan operasional seperti ambulan, rescue truck, dan fire truck.

Sebagian besar personel tim fire and rescue adalah warga lokal di sekitar tambang. Jamaludin misalnya, warga asli Sekongkang itu sudah tiga tahun bertugas di tim fire and rescue. Setelah melalui proses rekrutmen, mereka diberi pendidikan dan pelatihan di bidang fire and rescue. Secara berkala mereka juga melakukan simulasi berbagai macam kasus serta latihan fisik. Dengan segala persiapan tersebut, diharapkan tim fire and rescue dapat bertindak dengan cepat dan tepat saat terjadi kondisi darurat.

Menurut Pak Wawan, tim fire and rescue ini tidak hanya bertugas di dalam area tambang Batu Hijau. Mereka berkoordinasi dengan pemadam kebakaran Kabupaten Sumbawa Barat. Saat terjadi kebakaran di lingkungan masyarakat, tim fire and rescue PT NNT turut membantu memadamkan api. Mereka juga mengadakan pelatihan kepada warga lingkar tambang mengenai langkah-langkah penyelamatan saat terjadi kebakaran di rumah.

Dalam kegiatan simulasi di fire ground itu, tim fire and rescue juga berbagi tips kepada peserta bootcamp. Salah seorang fire fighter, Pak Markus Erik, memberi informasi cara menyelamtkan diri saat terjadi kebakaran di rumah atau gedung. “Media penghantar kebakaran adalah asap. Kebakaran yang terjadi di lantai satu dapat berpindah dengan cepat ke lantai tiga karena asap membawa gas panas. Kalau di atasnya ada material yang mudah terbakar, api akan segera merembet ke sana. Asap cenderung naik. Kalau kita terjebak di dalam rumah, segeralah menunduk, lalu jalan jongkok atau merayap mencari jalan keluar dari ruangan. Jangan panik”, pesan Pak Markus.

Pada dasarnya, tim fire and rescue diharapkan tidak bekerja. Kalau mereka bekerja, itu artinya terjadi kecelakaan atau kondisi darurat. Namun demikian, tim fire and rescue ini telah terbukti mampu mengatasi tantangan yang datang. Saat terjadi kebakaran besar di dekat area Santong atau kolam pengendapan, tim fire and rescue sanggup bekerja efektif. Api yang tingginya melebihi tiang listrik dapat segera diatasi. Di lingkup nasional, tim fire and rescue PT NNT menjadi tim terbaik dan mendapat medali emasi dalam Indonesian Fire Rescue Competition and Challenge pada tahun 2013 dan 2015. Kompetensi yang mumpuni dan respon yang cepat atas suatu situasi darurat menjadi modal utama tim fire and rescue dalam menjalankan tugasnya di tambang Batu Hijau. Seperti tagline yang tertulis di fire ground: “proud to response quickly and safely”.

 

Tabik

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun