Mohon tunggu...
Adelya Aisah
Adelya Aisah Mohon Tunggu... Mahasiswi

Selesaikan apa yang kau tulis!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Dirikanlah Salat, Bukan Lakukanlah Salat

30 September 2019   16:42 Diperbarui: 30 September 2019   16:49 287 0 0 Mohon Tunggu...

Kenapa Perintah Sholat dalam Al-Qur'an Menggunakan Redaksi Aqimu Bukan 'Amilu?

Suara dari speaker Ma'had Walisongo terdengar dengan jelas. Menandakan ngaji akan segera di mulai. Bulan ini adalah bulan istimewa. Bagi umat Islam bulan ini adalah bulan untuk meningkatkan keimanan kita kepada Sang Pencipta. Santri Ma'had setelah terdengarnya adzan Ashar akan segera memulai kesibukannya masing-masing untuk persiapan ngaji dan berbuka puasa.

Sekitar pukul setengah empat sore hari, para santri sudah berjejer di aula selatan dan utara. Mereka sudah siap mendapatkan ilmu dari pak yai. Sebelum pak yai hadir, kesibukan santri pun berbeda-beda, ada yang membaca Al-Qur'an ada yang mengulang-ulang materi yang telah disampaikan, dan berbagai kesibukan lain.

Setiap sore sekitar pukul 4 sore, kyai kita KH. Fadlolan Musyaffa' akan mengaji kitab As-Sholah fil Hawa' (Sholat di Pesawat dan Luar Angkasa). Kitab yang menerangkan tentang tata cara sholat di pesawat dan luar angkasa adalah kitab karangan babah yai kita sendiri yaitu KH. Fadlolan Musyaffa'.

Senin tanggal 21 Mei 2018 kemarin, pak yai menerangkan banyak hal terutama masalah sholat dan juga selalu ada cerita-cerita yang lucu sampai memotivasi dari beliau. Salah satunya adalah beliau menerangkan tentang dalil sholat dalam salah satu ayat Al-Qur'an, yaitu tentang redaksi kata aqiimu as-sholaata (dirikanlah sholat). Beliau menjelaskan, kenapa dalam Al-Qur'an tidak 'amiilu as-sholaata (lakukanlah sholat)?

Aqiimu adalah dirikanlah. Sedangkan 'amilu berarti lakukanlah. Melakukan sholat dapat seperti senam pagi, hafal gerakkan dan bacaan kemudian dilakukan, sudah selesai, akan tetapi hatinya jalan-jalan. Hatinya tidak hadir dalam sholat, hatinya memikirkan sesuatu di luar sholat.

Mendirikan sholat bukan sekedar senam pagi, yang hafal gerakan dan bacaan. Akan tetapi hafal gerakkan dan bacaan, serta hatinya hadir ke dalam sholat. Hatinya terpaut dengan sholat, khusyu'. Inilah yang dinamakan menegakkan sholat. Beliau berkata "Aqiimu menegaskan bahwa sholat gag gemen-gemen (tidak main-main)."

Quraish Shihab mengatakan pada kata pengantar bukunya pak yai Fadlolan bahwa "Banyak orang yang sholat tetapi sedikit yang mendirikan sholat." Hal tersebut menunjukkan bahwa sedikit orang yang menghadirkan hatinya ketika sholat. Banyak orang yang sholat hanya untuk menggugurkan kewajiban. Sedangkan, menghadirkan hati saat sholat itu penting.

Ketika sholat, memang banyak pikiran yang menghantui bak hujan deras tiba-tiba. Banyak pikiran di luar sholat masuk ke dalam hati dan pikiran. Sehingga sholat kita menjadi tidak khusyu'. Inilah yang terkadang menyebabkan kita lupa "Sampai rakaat ke berapa kita sholat?".

Dalam Mauidhotul Mikminin (kitab yang menerangkan tentang fiqh tasawuf), kita dapat menghadirkan hati dengan cara mengangan-angan arti dari bacaan sholat tersebut. Sehingga hati kita dapat terpaut dengan sholat, tidak memikirkan sesuatu yang di luar sholat.

Ditulis pada 17 Mei 2018

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x