Mohon tunggu...
Adhen Bakri
Adhen Bakri Mohon Tunggu... Lainnya - Penyuka kopi

Adenyazdi.art.blog

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ahasveros : Sebuah Nama Kutukan

11 Oktober 2020   13:11 Diperbarui: 27 Mei 2021   11:21 5077 41 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kutukan nama Ahasveros. | sumber:storial.co

Menurut Gunawan Muhamad, Bermula dari membaca buku "The Prince of India. Yang katanya ia temukan di lemari tua ayahnya sejak masa SMA nya dulu. Buku itu, Ada gambar salib merah yang terpaut untaian kembang dengan gambar bulan bintang. Pengarangnya Lee Wallace, Tebal total hampir 1.000 halaman. 

Dia akhirnya tahu bahwa Ahasverios adalah orang yang di kutuk Yesus. Kutukan berupa hidup Selama-lamanya.  Kenapa ia di kutuk? 

Lebih lanjut,  Gunawan Muhamad mengisahkan. Di hari Yesus disalibkan, Ahasveros, penduduk Yerusalem pembuat sepatu, hadir di antara orang-orang yang menonton hukuman yang sadistis itu—menonton dan bersorak-sorai “Salibkan dia!”. Ketika sehabis disiksa, Yesus dengan susah-payah mendaki bukit Golgotha, sambil memanggul kayu berat yang akan jadi salibnya, Ahasveros mendekat dan mengejeknya: “Ayo, jalan lebih cepat!” Yesus menjawab: “Baiklah. Tapi kau akan menunggu sampai aku kembali!” 

Baca juga: Kutukan Patung Kolonel Sanders itu Benar-benar Ada!

Nah, Berangkat dari tulisan Gunawan Muhamad tersebut, barulah saya tahu Ahasveros bukanlah nama seorang pahlawan yang sempat saya pikirkan. Ia juga bukan seorang petualang yang saya sangkakan. Melainkan ia adalah orang yang di kutuk oleh Yesus. Kutukan berupa hidup hingga akhir zaman. 

Tapi mengapa nama yang di anggap sebagai kutukan itu di masukan dalam sajak Chairil Anwar? 

Dan yang menarik adalah, di akhir tulisannya tentang Ahasveros Gunawan muhamad  menulis :
Itu sebuah thema yang menarik, sebenarnya, yang tak dipahami Chairil. Dalam umur 25, ia menulis sajak itu; dua tahun kemudian ia mati muda.

Sumber:
https://majalah.tempo.co/read/catatan-pinggir/161566/catatan-pinggir-goenawan-mohamad-ahasveros

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan