Mohon tunggu...
Adam Dosa Pertama
Adam Dosa Pertama Mohon Tunggu... lainnya -

Senyuman In Deep and Dance

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Culik Aku Sekali Lagi Don!!!

27 Juli 2012   17:45 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:32 2736
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
1343410872332970493

[caption id="attachment_190126" align="alignnone" width="600" caption="culik aku (pungkygo.blogspot.com)"][/caption]

Pusing dan pusing... itulah sebuah kata yang selalu menghimpit kepala dan dada Doni. Kepusingan yang bisa membuat kepalanya pecah dan kadang membuatnya menjenggut rambutnya sendiri dipojokkan sekat meja kerjanya yang agak menjorok ke dalam ruangan dan sedikit terpisah dengan rekan kerjanya yang lain. Kepusingan yang sudah hampir 3 bulan ia rasakan karena harus mencari pinjaman sana-sini untuk biaya ibunya berobat.

Doni... lelaki muda berumur 28 tahun asal kota bunga Malang, masih jomblo, bekerja di sebuah perusahaan advertising di Jakarta. Sebelumnya dalam kehidupannya ia tak pernah sepusing sekarang. Aarrggghhhh mati aku lama-lama... Kalau gak mati karena pusing aku pasti mati karena utang... demikian Doni bergumam sambil menjenggut rambutnya sendiri.

Puas menjenggut rambutnya Doni beranjak ke dapur kantor untuk membuat segelas kopi. Hari sudah lewat senja namun ia masih di kantor, sambil menikmati kopinya ia terus  berselancar di dunia maya mencari solusi sampai tiba-tiba kopi menyembur dari mulutnya... ahhhh edan! siapa yang pasang iklan gila ini??? "500 juta jika berhasil menculik anak gadis ini... pelan-pelan Doni membacanya dan membacanya hingga sampailah pada foto anak gadis dimaksud... melotot seketika Doni  melihat foto di iklan itu... ini kan foto anak bossku yang juga bekerja sebagai public relation di kantor ini... Doni bergumam.

Entah setan apa yang membuat doni mencetak iklan itu... setelah itu ia segera mematikan komputer kerjanya dan segera beranjak menuju rumah. Sampai dirumah Doni segera masuk ke kamar. Doni memang sudah memiliki rumah walaupun belum lunas di daerah yang agak terpencil di perbatasan Tangerang selatan dan Jakarta Selatan.

Di kamarnya Doni terus menerus membaca iklan yang menggoda itu. Dan akhirnya ia berteriak kembali Aarrggghhhhh Gila aku bisa gila. Aku harus bisa mendapatkan uang. Aku harus menculik Anak Bossku. Maafkan aku Tuhan, Maafkan aku Bu... semua demi engkau Bu.

Pagi menjelang... Doni segera mandi. Tanpa sarapan ataupun minum kopi Ia segera memacu motornya... wahhh ternyata bukan ke kantor tujuan Doni. Doni menuju sebuah rental mobil. Dan ia pun minta kepada salah seorang staff rental mobil itu bahwa ia menitipkan motornya dan besok baru di ambil.

Dikantor... Doni semakin gelisah jam demi jam... dan pandangan matanya senantiasa tertuju kepada puteri bossnya yang berada diruang terpisah dan terlihat jelas karena berupa ruang kaca. Doni menunggu saat yang tepat untuk bisa bertatap muka dengan puteri bossnya tersebut. Dan saat keadaan sepi, Doni beranjak menuju ruangan putri bossnya. Tok...tok...tok... Masuk (terdengar suara lembut dari dalam). Doni pun masuk dan berbicara... maaf Bu sepertinya sore ini Ibu jika tidak keberatan bisa ikut saya sebentar bu? Iya ada apa Don? Tanya puteri bossnya yang ternyata bernama Carla. Begini Bu... ada klien yang ingin menyerahkan iklan seluruh produknya kepada kita untuk dikelola dan nilai yang ditawarkan sangat besar Bu dan orangnya minta bertemu sore ini juga... jika ibu tidak keberatan.... Mmmhhh Bu Carla melirik jam tangannya dan berkata... oke kita temui klien ini... by the way kamu yang bawa kendaraan ya Don? Iya Bu Siap (wahhh ternyata dia tahu namaku... gumam Doni dalam hati)

Segera mereka berdua berangkat dengan mobil sewaan Doni... Kemana kita Don?? tanya Bu Carla... Sudah Ibu Tenang Saja Bu. Nanti saya beritahu Bu. Doni memacu mobil sewaannya ke arah rumahnya. Sesampainya di rumahnya, Doni mengajak Bu Carla masuk. Mari Bu sebentar lagi klien kita akan datang ke sini. Begitu Bu Carla masuk dan duduk di sofa. Doni segera mengunci pintu. Kaget Bu Carla akan bangkit berdiri namun Doni segera memegang tangan Bu Carla. Dan berkata... Ibu Lebih Baik diam jangan berteriak... Ibu Saya Culik Bu. Kaget sekali Bu Carla dan sedikit mengamuk namun tenaga Doni lebih kuat mencengkram tangan Bu Carla. Segera Doni mengikat tangan Bu Carla dengan dasinya sendiri dan menyumpal mulut Bu Carla dengan kaus Doni. Setelah terikat Doni memasukkan Bu Carla ke kamar belakang yang jarang di pakai oleh Doni untuk tidur.  Selesai menyalakan Kipas baling-baling dan menyalakan lampu Doni pun mengunci pintu kamar itu.

Doni segera menuju kamarnya dan membuka lembaran cetakan iklan yang kemarin ia baca. Segera ia ambil handphonenya dan menelpon dengan maksud bernegosiasi dengan pemasang iklan. Tak mendapat respon, Doni mencoba sekali lagi dan terdengar suara berat seorang wanita di telinga Doni. Tak menghiraukan siapa orang tersebut Doni segera mengutarakan maksudnya bahwa Ia telah berhasil menculik orang yang dimaksud si pemasang Iklan. Mengatur janji untuk bertemu dan mengambil uang serta menyerahkan Bu Carla kepada orang itu. Setelah itu Doni tertidur karena lelah tanpa ingat bahwa Bu Carla terikat di dalam kamar belakang. Negosiasi Doni rupanya sukses melalui telpon.

Bangun pagi Doni segera membeli sarapan dan membuat teh hangat. Tak lupa ia pun membelikan Bu Carla sarapan. Doni melepas ikatannya dan dengan sedikit mengancam Doni berkata... Makan Bu... Ibu tidak usah kuatir... tak lama pun Ibu pasti saya bebaskan. Bu Carla hanya terdiam sambil menatap penuh rasa benci terhadap Doni. Tak sanggup beradu mata, Doni pun segera menutup pintu, menguncinya dan beranjak pergi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun