Mohon tunggu...
Adam Afrixal Sinuraya
Adam Afrixal Sinuraya Mohon Tunggu... Seorang Penulis Biasa

Seorang pelajar seumur hidup. Saya ingin berbagi pemikiran dan pengalaman saya lewat berbagai hal. di kompasiana saya ingin belajar menulis lebih lanjut. https://www.adamafrixal.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Memulai Bijak dalam Berkomentar dan Berpendapat di Media Sosial

5 November 2018   07:55 Diperbarui: 5 November 2018   13:07 649 2 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Memulai Bijak dalam Berkomentar dan Berpendapat di Media Sosial
instagram nindyparasadyharsono (www.tribunnews.com)

Bijak berkomentar merupakan suatu hal yang harus diperhatikan sekarang. Perkembangan teknologi tidak mungkin dicegah, dan lewat internet atau dunia maya kita akan mengenal banyak orang. Selain itu apapun yang kita tuliskan di dunia maya adalah bagaimana orang akan mengenal diri kita. Tidak mungkin, seseorang akan dikenal sebagai pribadi yang baik jika hal sederhana seperti komentar yang diunggah saja tidak dapat mencerminkannya.

Sekarang semua orang bisa mengakses dunia maya dan mengeluarkan pendapatnya dengan sangat mudah. Kebebasan berpendapat ini dimiliki oleh semua orang, namun sering kali banyak yang lupa bahwa adanya hak berpendapat ini juga membawa tanggung jawab. 

Semua pendapat kita yang kita keluarkan di dunia maya akan tercatat di sejarah internet dan sangat mudah untuk di gali ulang. Kita secara pribadi memiliki tanggung jawab terhadap pernyataan kita, apalagi ketika sampai ke dunia maya maka banyak sekali orang yang dapat melihat pendapat tersebut.

Salah satu hal miris dan menyedihkan yang sering terjadi kalau diperhatikan dari netizen adalah tata krama dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat di dunia maya. Seakan akan kekuatan yang dimiliki tidak terbatas, jari jemari ini sering tidak terkontrol mengeluarkan pendapat dan secara spontan menuliskan pikiran tanpa adanya filter terlebih dahulu. 

Berbagai macam komentar pedas dan provokatif bertebaran di berbagai macam media. Kualitas rendah komentar dari komentar tanpa pemahaman artikel hingga komentar tanpa adanya relevansi ke artikel bacaan itu dapat merugikan banyak pihak.

Budaya baca yang rendah terkadang menyebabkan banyak warga net yang memberikan komen pedas dan negatif, hanya karena judul yang provokatif. Inilah salah satu sebab artikel hoax sering viral dan tersebar, karena dikunjungi dan ramai di komentari. 

Memanfaatkan amarah dan kebiasaan berkomentar tanpa filter untuk memajukan agendanya masing masing dengan hoax. Justru dengan mendiamkan dan melaporkan artikel hoax tersebut kita dapat mengurangi hoax yang menjamur.

Berkata Baik atau Diam, ungkapan ini harus juga dipegang ketika aktif di dunia maya. Kalau dulu banyak terjadi adu fisik, sekarang banyak adu kata yang terjadi bahkan pada hal hal yang sepele, dan berujung pada perpecahan. Di negara kita telah mengatur hal ini dalam UU ITE, yang harusnya memperkuat rasa tanggung jawab kita akan apa yang kita lakukan di dunia maya. 

Hanya karena tidak bertemu langsung, maka keberanian modal jempol pun meningkat berkali kali lipat seakan akan tidak akan ada yang dirugikan. Padahal, sekarang makin banyak orang yang ditangkap dan dipidanakan karena komentarnya. Lihat saja para artis yang melaporkan para haters nya karena komentar yang mereka keluarkan.

Komentar sebenarnya adalah sebuah media untuk memberikan apresiasi dan berbagi informasi terhadap sesuatu yang kita lihat dan baca. Jika digunakan dengan benar maka komentar dapat menjadi media menyebarkan mediua positif dan memotivasi pembuat untuk terus berkarya. Sampaikan komentar anda dengan cara yang baik, bahkan jika hal itu berbentuk sebuah kritik yang membangun.

 "Rumus hidup paling sederhana adalah dengan memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x