Mohon tunggu...
Achmad Haris Setiawan
Achmad Haris Setiawan Mohon Tunggu... Economic Enthusiast

Suka membahas seputar Ekonomi dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Mengukur Risiko yang Dihadapi Produsen "Indomie" Setelah Akuisisi Pinehill

6 Desember 2020   09:00 Diperbarui: 9 Desember 2020   18:04 155 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengukur Risiko yang Dihadapi Produsen "Indomie" Setelah Akuisisi Pinehill
Sumber gambar: trigal.com

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk telah sah mengakuisisi Pinehill Ltd yang merupakan perusahaan yang bergerak di industri pembuatan mie instan di Timur Tengah dan Afrika. Berdasarkan surat keterbukaan informasi yang terbit  pada tanggal 28 Agustus 2020, Indofood CBP yang juga merupakan Produsen mie instan "Indomie" menyatakan perusahaan telah resmi mengakuisisi Pinehill Ltd pada tanggal 27 Agustus 2020. Akuisisi tersebut bernilai US$2,99 Miliar atau setara dengan 44 triliun. Dana akuisisi tersebut sebagian besar diperoleh dari pinjaman dari beberapa pihak seperti BNP Paribas, Mizuho bank Ltd, Bank of China, Natixis, OCBC Ltd dan Sumitomo Mitsui Banking Corp.

Setelah mengakuisisi pinehill aset Indofood CBP mengalami kenaikan yang sangat signifikan sebesar 168% per September 2020. Berdasarkan laporan keuangan yang terbit pada 30 November 2020 aset perusahaan naik menjadi Rp.102 triliun atau naik 168% dari yang sebelumnya hanya Rp.38,7 triliun. tapi disisi lain hutang perusahaan ikut naik menjadi Rp.54,4 triliun yang sebelumnya hanya Rp.12 triliun artinya hutangperusahaan naik signifikan yakni sebesar 350%, mengingat mengakuisisi perusahaan juga mengakuisisi hutangnya Indofood CBP pun harus membayar hutang Pinehill Ltd karena perusahaan bersangkutan telah menjadi bagian dari entitasnya

Adanya akuisisi ini mendapatkan respon negatif didalam sesi perdagangan saham perusahaan Indofood CBP, terbukti dengan menurunnya harga saham perusahaan setelah berita akuisisi tersebut di publish. Karena dengan beban hutang berbunga sebesar itu, tentunya akan ikut menggangu kinerja perusahaan, karena beban bunga akan menggerus laba perusahaan. Tapi sisi baiknya penjualan perusahaan akan meningkat karena kontribusi dari Pinehill akan mulai terkonsolidasi ke pendapatan perusahaan mulai kuartal ketiga ini.

Selain itu, adanya Pinehill Ltd dengan ukuran bisnis yang besar tentunya akan menambah kebutuhan modal kerja yang besar juga bagi perusahaan. Karena pertumbuhan bisnis yang tinggi akan diikuti dengan resiko yang tinggi pula. Hal ini dialami oleh Indofood CBP ketika mengakuisisi Pinehill Ltd, karena apabila nanti Pinehill Ltd tidak mampu mendongkrak kinerja perusahaan secara signifikan tentunya transaksi akuisisi ini hanya akan menjadi boomerang bagi perusahaan. Meskipun transaksi ini merupakan transaksi kepada pihak berelasi tapi pandangan investor domestik yang memandang Indofood CBP sebagai perusahaan yang memiliki kinerja ciamik akan pudar apabila akuisisi ini membuat penurunan kinerja perusahaan.

Memang peluang pertumbuhan penjualan mie instan Indomie dipasar luar negeri sangatlah tinggi. Akan tetapi dengan akuisisi Pinehill Ltd. Indofood CBP akan mendapatkan potensi pertumbuhan penjualan dipasar berbagai Negara seperti Arab Saudi, Turki, Nigeria, Ghana, Maroko dan Kenya. Meskipun resiko pertumbuhan ini dibarengi dengan resiko hutang berbunga yang cukup tinggi, akan tetapi hal ini akan sedikit berkurang apabila perputaran arus kas perusahaan berputar dengan cepat,karena arus kas yang cepat akan membantu Indofood CBP dalam membayar kewajiban dengan cepat, untungnya dengan usaha Indofood CBP dibidang consumer yang memiliki perputaran kas yang cepat, hal ini akan menguntungkan perusahaan dalam membantu membayar kewajibannya.

Akuisisi Indofood CBP cukup beresiko karena perusahaan melakukan akuisisi disaat pandemi virus corona yang menyebabkan pembatasan perdangangan ekspor-impor diberbagai Negara. Dengan kejadian ini tentunya kinerja Pinehill Ltd yang penjualannya ke berbagai Negara di Asia, Afrika dan sebagian Eropa. Dengan terhambatnya kinerja perusahaan Pinehill Ltd tentunya akan mempengaruhi kemampuan ICBP dalam membayar kewajibannya. Meskipun adanya penurunan kurs dollar dan penurunan suku bunga acuan, hal ini tidak akan terlalu berpengaruh terhadap performa perusahaan. Karena mayoritas hutang berbunga perusahaan berasal dari pinjaman dari pihak asing.

Dengan margin laba yang tinggi didivisi produksi mie instan, dibanding dengan divisi lain seperti bumbu, susu UHT, dan makanan ringan. Bisa dikatakan bahwa penjualan mie instan ini adalah Growth Driver didalam usaha Indofoood CBP. Selain itu juga brand merek Indomie telah menjadi Market Leader pasar mie instan di Indonesia, karena selain terkenal dengan rasanya yang nikmat Indomie terkenal juga dengan inovasi rasa yang sesuai dengan masakan-masakan daerah tempat penjualannya. Dengan adanya akuisisi Pinehill yang juga produsen mie instan dan bumbu Indofood CBP luar negeri tentunya potensi pertumbuhan perusahaan Indofood CBP secara global akan semakin besar.

VIDEO PILIHAN