Mohon tunggu...
Achmad Suwaji
Achmad Suwaji Mohon Tunggu... -

mencoba setia membuat catatan-catatan

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Rizki Memang Misterius, Yah!

4 Agustus 2013   15:47 Diperbarui: 24 Juni 2015   09:38 213
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Orang selalu mengaitkan keberuntungan dengan isyarat mimpi yang didapat semalam. Dan mimpi yang populer biasanya kejatuhan durian runtuh, pertanda dalam waktu dekat akan memperoleh keberuntungan. Rupanya, apa yang sudah dialami banyak orang kemudian dijadikan kebenaran.


Namun, sekali ini tidak berlaku bagiku. Maksudku dalam peristiwa kecilku ini, karena semalamnya tidak mendapat mimpi apa pun. Yang justru kuanggap bobotnya melampaui keberuntungan atau hadiah kecil yang kudapat itu.


Pagi-pagi, kebetulan di hari ke 25 Ramadan ini, selepas pukul enam pagi aku membuka akun Facebookku. Yah, acara rutin sebelum berangkat kerja. Namun, berhubung ini sudah libur, dan THR sudah aku kantongi, jadi punya waktu luang menjelajahi FB.


Setelah akses tersambung dengan akunku, rupanya ada banyak notifikasi bertanda kuning di berandaku. Dari notifikasi itu ada yang ngepost di grup, notifikasi jawaban komenku sebelumnya, sampai notifikasi ada note/catatan yang namaku ditagg.


Satu persatu aku buka dan aku bacai. Nah, pada note tersebut hampir tak percaya, aku baca berulang kali namaku memang ada. Aku masuk daftar yang menerima kiriman pulsa.


Asal mulanya pun sederhana. Aku yang radak sebel baca status-status yang singkat, kadang alay juga ada, maka sering berpindah buka di bagian menu notes. Maka, yang muncul adalah note-note yang ditulis warga FB. Asyik juga, karena mirip menjelajahi blog, atau setidaknya tampilan serupa namun tak sama dengan Kompasiana ini.


Di deretan note itu, berbagai bacaan bisa kita dapat. Mulai dari info lomba penulisan, puisi, cerpen, sampai curhat pun ada. Nah, pada sebuah note bersambung yang ditulis akun seorang ibu guru SMA, begitu setelah kubuka profilnya, aku jatuh cinta pada semua tulisanya. Kisah harian di bulan Ramadanya ia tulis dengan lugas, ringan, mengalir, dan pesanya terselip secara halus.


Karena itu, aku sering mengikutinya. Yang diam-diam aku mulai ngfans dengan tulisanya, seperti halnya aku ngfans dengan gaya menulisnya Dahlan Iskan dan Mohamad Sobary. Karena aku orang yang tak bisa menyembunyikan rasa kagumku, aku sering komen di note si mbak pemilik akun ini. Hanya karena merasa ewuh/merasa 'ngak' enak, kok aku yang sering komen, maka sebagai tanda note-nya sudah aku baca, aku tandai cukup dengan like saja.


Rupanya, komenku dan like-ku mendapat perhatian tersendiri. Karena pengakuan si mbak ini, semua itu ikut memacu semangatnya untuk terus menulis. Lagi dan lagi, sampai tak terasa sudah belasan seri.


Aku dan beberapa orang yang mendapat hadiah pulsa itu, sebagai ungkapan terima kasihnya. Hampir-hampir tak menyangka, semua di luar perkiraan. Yang nyata sejujurnya, komenku dan like itu tulus.


Menerima hadiah pulsa itu, kuanggap sebagai keberuntungan, yang tanpa ada isyarat malamnya mimpi kepalaku kejatuhan buah durian. Dan sedikit mengungkap, keberuntungan ini datang di waktu yang tepat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun