Achmad Siddik
Achmad Siddik pelajar/mahasiswa

Pengajar di USU Medan, Rimbawan, Penelusur dan Peneliti Kebakaran Hutan dan Lahan, Pengelola Komunitas Pohon Inspirasi, Perawat Komunitas Kongkrit, Aktivis Relawan Indonesia untuk Kemanusiaan dan Penulis Buku KETIKA POHON BERSUJUD. Follow @achmadsiddik

Selanjutnya

Tutup

Hijau Artikel Utama

Aksi Membebaskan Pohon dari Benda Perusak di Kota Medan

28 November 2017   12:37 Diperbarui: 29 November 2017   10:34 1928 2 2
Aksi Membebaskan Pohon dari Benda Perusak di Kota Medan
Dosen, Mahasiswa dan Komunitas di Medan melakukan aksi membebaskan pohon dari benda perusak seperti paku, kawat, tali dan potongan kayu (dok. Fahutan USU Nop 2017)

Sudah menjadi pemandangan yang jamak di lingkungan betapa pepohonan tak luput dari serangan benda asing yang menancap pada dirinya. Benda-benda yang sering menancap di pohon berupa paku, sekrup, kawat ataupun tali dipasang untuk tujuan-tujuan tertentu oleh manusia. Benda-benda tersebut sampai-sampai menyatu dan masuk ke dalam badan pohon. Dalam istilah umum, memasukkan benda-benda asing ke dalam pohon disebut Tree Spiking.

Pepohonan di Kota Medan tak luput dari aksi perusakan yang disebut Tree Spiking tersebut. Dampak Tree Spiking adalah terganggunya kehidupan pohon. Penggunaan paku, sekrup atau baut dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada pohon jika tidak dipasang dengan benar. Bentangan kabel dan tali-tali yang menggantung di cabang-cabang pohon sangat merusak akibatnya dapat merusak kulit kayu dan struktur pohon. Kerusakan lain pada kulit pada pohon, apakah oleh paku, sekrup atau baut adalah sebagai titik masuk potensial bagi infeksi penyakit dan bakteri. Tusukan-tusukan yang banyak akan menyebabkan kerusakan dalam bentuk kompartementalisasi.

Perawatan pohon untuk mengurangi dampak dari pengrusakan pohon oleh kegiatan manusia yang ramah lingkungan sangat diperlukan. Selain menjadi tugas pemerintah, lembaga pendidikan dan masyarakat juga perlu terlbat aktif untuk menjaga kondisi pohon di perkotaan tetap terjaga dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera (USU) Utara dalam rangka perawatan hutan di perkotaan akan dilakukan dalam bulan Nopember tahun 2017.

Sebagai proses awal yaitu identifikasi pohon-pohon yang mengalami gangguan benda-benda asing. Seteah diidentifikasi, tim melakukan aksi pembebasan benda asing yang mengganggu pertumbuhan pohon serta melakukan kampanye terbuka di jalan depan Kampus USU Medan. Kampanye terbuka berupa pemasangan spanduk, pembagian brosur dan orasi kepada pengguna jalan yang ada di Lingkar Kampus USU Medan. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah lingkar Kampus USU, di mana terdapat dua mitra yaitu Komunitas Pohon Inspirasi dan Rimbawan Pecinta Alam Fakultas Kehutanan USU.

Berdasarkan hasil survei kondisi pepohonan di jalur hijau lingkar Kampus USU Medan ditemukan jenis vegetasi yang tumbuh di jalur hijau di Lingkar Kampus USU sebagian besar adalah Angsana (Pterocarpus indicus) dan sebagian kecil adalah Mahoni (Swietenia macrophylla). Dari perhitungan manual, ada sebanyak 150 pohon yang tumbuh di depan Kampus USU jalan dr. Mansur. Pohon tumbuh dengan jarak 5 m di tepi jalan dan tengah jalan. Pada jalur yang berada di depan Kampus USU, pohon tumbuh di atas trotoar dengan jenis semuanya berupa Angsana. Demikian pula di jalur tengah jalan dr. Mansur, di depan Kampus USU, pohon yang tumbuh berasal dari jenis Angsana. Penelitian Fakultas Kehutanan USU juga menjelaskan bahwa Angsana dan Mahoni adalah jenis yang dominan tumbuh di jalur hijau Kota Medan.

Berikut hasil dari aksi perawatan dan kampanye bebaskan pohon dari benda perusak yang dilakukan sepanjang Bulan Nopember 2017.

Benda yang merusak pohon berdasarkan pengamatan visual

Hasil pengamatan visual, gangguan terhadap pohon umumnya berupa pemakuan pada batang dan cabang pohon. Pemakuan ini untuk tujuan pemasangan iklan dagang, spanduk kampanye, spanduk kegiatan, baliho dan pemasangan barang dagangan pedagang kaki lima. Untuk pemasasangan iklan dagang di pepohonan sangat banyak ditemukan di Jalan Jamin Ginting, dari Simpang Lampu Merah sampai pintu masuk USU Sumber. Jenis gangguan dan benda yang merusak pohon dapat dilihat pada gambar di bawah ini

Aktivitas dan benda-benda asing yang merusak pohon secara visual (dok. Fahutan USU Nopember 2017)
Aktivitas dan benda-benda asing yang merusak pohon secara visual (dok. Fahutan USU Nopember 2017)

Gangguan pada pohon pada saat pembebasan benda asing

Benda yang menggangu pohon pada saat pembebasan pohon dari benda yang mengganggu yaitu paku yang masuk sampai ke kambium, tali plastik (tali rafia dan tambang plastik), kawat yang melilit ketat sampai masuk ke dalam kulit, bilah bambu dan kayu untuk memasang spanduk dan besi yang menancap ke dalam batang. Contoh benda yang ditemukan lebih detil saat pembebasan pohon dari benda yang mengganggu disajikan pada Gambar 3. Paku adalah benda asing yang paling banyak ditemukan menancap hingga ke bagian batang menembus kulit. Paku yang menancap mulai dari panjang 5 - 15 cm.

Benda-benda yang mengganggu pertumbuhan pohon di Jalur Hijau Kota Medan (dok Fahutan USU Nopember 2017)
Benda-benda yang mengganggu pertumbuhan pohon di Jalur Hijau Kota Medan (dok Fahutan USU Nopember 2017)

 

Sosialisasi pada masyarakat tentang bahaya memaku pohon dan ajakan tidak memaku pohon.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara membagi brosur tentang bahaya memaku pohon bagi pohon dan pengguna jalan yang melintas di jalur hijau. Disamping itu, tim pelaksana juga membentangkan spanduk kampanye di pinggir jalur hijau serta berorasi untuk menarik perhatian pengguna jalan agar masyarakat bersama-sama ikut menjaga pepohonan dan merawat kelestarian pohon. Aksi kampanye di jalur hijau oleh tim pelaksana disajikan pada gambar di bawah ini.

Aksi kampanye kepedulian masyarakat untuk menjaga pepohonan di jalur hijau Kota Medan (dok. Fahutan USU Nopember 2017)
Aksi kampanye kepedulian masyarakat untuk menjaga pepohonan di jalur hijau Kota Medan (dok. Fahutan USU Nopember 2017)

Pembebasan pohon dari benda yang mengganggu

Dari hasil identifikasi pohon-pohon yang mengalami gangguan dan benda yang ada di dalamnya, tim kemudian melakukan aksi pembersihan pohon dari benda-benda tersebut. Alat peraga kampanye dan dagang, paku-paku, tambang dan tali plastik serta kawan diambil dari batang dan cabang pohon sehingga pohon bersih dari benda yang mengganggu. Tim menumpulkan semua benda pengganggu untuk diketahui jumlah rata-rata benda yang menggangu pohon setelah dibebaskan dari pohon. Aksi Pembebasan pohon dari benda yang mengganggu oleh tim pengabdian pada masyarakat ditampilkan pada Gambar 5. Adapun benda-benda asing (pengganggu) yang berhasil dikeluarkan atau dibebaskan dari pohon dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.

Aksi Pembebasan pohon dari benda yang mengganggu (dok. Fahutan USU Nopember 2017)
Aksi Pembebasan pohon dari benda yang mengganggu (dok. Fahutan USU Nopember 2017)

Dari hasil perhitungan benda asing yang mengganggu pohon dimukan bahwa benda terbanyak adalah paku. Jumlah rata-rata paku yang ditemukan di setiap pohon jalur hijau di Lingkar Kampus USU adalah 15 buah. Panjang paku yang menancap di pohon antara 5 - 15 cm di setiap pohon. Paku-paku ini berasal dari pemasangan alat promosi dan aktivitas pedagang kaki lima yang menancapkan paku untuk membuat gantungan untuk tenda dan menggantung dagangan khususnya di depan Kampus USU.

Pada gambar di bawah ini juga dapat dilihat banyaknya tambang plastik dan tali plastik yang melilit pohon hingga masuk ke dalam kulit batang. Pada saat pelepasan tali-tali tersebut batang terganggu pertumbuhannya karena adanya tekanan dari benda yang melilit bahkan hampir menutup sebagian besar cabang pohon . Pohon yang mengalami pelilitan tali yang sangat masif umumnya berada di lokasi strategi seperti dekat pintu masuk Kampus USU, lampu merah, dan di persimpangan jalan.

Benda-benda pengganngu yang berhasil dibebaskan dari pohon di Jalur Hijau Lingkar Kampus USU Medan (dok. Fahutan USU Nopember 2017)
Benda-benda pengganngu yang berhasil dibebaskan dari pohon di Jalur Hijau Lingkar Kampus USU Medan (dok. Fahutan USU Nopember 2017)

Masyarakat sangat antusias melihat kegiatan ini. Banyak warga yang mengabadikan aksi warga kampus dan komunitas ini lewat kamera ponselnya. Secara umum pohon-pohon yang letaknya strategis sangat rawan mengalami gangguan untuk pemasangan beragam alat promosi. Tim aksi ini merekomendasikan agar aktivitas berjualan di depan Kampus USU bisa ditertibkan karena benda-benda asing yang terpasang di pohon umumnya berasal dari masyarakat yang berjualan. Selain itu pemerintah harus tegas menerapkan aturan pelarangan dan penindakan bagi pihak yang melakukan perusakan pohon ini.

Semoga kegiatan ini bisa memberi harapan bahwa pohon-pohon di perkotaan sebagai penyangga lingkungan kota mendapat perhatian dan perawatan lebih baik dari berbagai pihak di Kota Medan.

Salam lestari!

Achmad Siddik Thoha
Staf Pengajar Fakultas Kehutanan USU
0812-8530-7940