Achmad Humaidy
Achmad Humaidy Freelance Writer

I'm a blogger, challenger, and entertainer* Seorang yang hobi membaca, menulis, dan menjelajah dunia maya . . . My IG: @me_eksis My Twitter: @me_idy Http://perjalananhidupseorangachmadhumaidy.blogspot.co.id

Selanjutnya

Tutup

Tekno highlight headline

5 Trik Ini Bisa Memperpanjang Usia Baterai Laptop Anda

7 April 2017   01:59 Diperbarui: 8 April 2017   17:30 684 12 6
5 Trik Ini Bisa Memperpanjang Usia Baterai Laptop Anda
Ilustrasi. Confused.com

Sebagai seorang blogger, Kompasianer pasti membutuhkan laptop, notebook, atau netbook untuk memproduksi konten. Nah, kali ini aku mau berbagi tips cara hemat baterai untuk laptop, notebook, atau netbook yang bisa diterapkan oleh Kompasianer semua.

Seperti yang Kompasianer ketahui, baterai laptop, notebook, atau netbook tidak akan bertahan lama. Seiring berjalan waktu, baterai tersebut akan menurun kapasitasnya walaupun intensitas penggunaan tidak terlalu sering. Biasanya baterai itu hanya bertahan sampai sekitar dua tahun.

Walau demikian ada beberapa cara yang dihimpun dari pengalaman aku untuk memperpanjang usia pemakaian baterai. Berikut caranya:

1.  Hindari overcharging pada perangkat Kompasianer 

Kompasianer sudah pasti harus memanfaatkan fitur power management system. Fitur ini memang sudah disiapkan oleh produsen untuk memaksimalkan penghematan energi dan daya baterai agar bisa tahan lama. Hanya saja tidak semua laptop, notebook, atau netbook memiliki fitur ini.

Fitur ini juga biasa dikenal dengan sistem auto cut untuk menghentikan atau mengalihkan arus penggunaan langsung ke pemakaian perangkat Kompasianer. Saat arus baterai sudah lemah, sebaiknya habiskan power yang tersisa pada perangkat sampai critical battery alert dari operating system (OS) atau Windows muncul. Setelah itu, isi kembali baterai hingga penuh.

2. Perhatikan cara melepas baterai

Saat melepas baterai, Kompasianer harus hati-hati. Ikuti petunjuk untuk melepas sesuai brosur yang tertera disetiap pembelian resmi. Jangan sampai jatuh baterai tersebut karena bisa menyebabkan komponen di dalam rusak. 

Langkah seperti ini diyakini bisa memperkecil kemungkinan baterai notebook over charging dan mengurangi seringnya di-charge serta dipakai. Sebab, banyak yang bilang jika baterai dipakai 300-800 kali, kemampuannya menurun otomatis.

3. Gunakan arus listrik jika ada sumber listrik

Jika Kompasianer sedang bekerja di co-working space atau di rumah dalam jangka lama, ada baiknya tidak menggunakan baterai laptop, notebook, atau netbook. Baterai laptop bisa dicabut dan menggunakan listrik langsung dari sumber yang ada tanpa menggunakan baterai. 

Tapi, bila terpaksa menggunakan baterai sebaiknya dalam 3 hari sekali harus dicopot. Jika hendak dipakai, tak usah disambungkan ke power listrik terlebih dahulu. Sisa tenaga baterai tersebut dihabiskan saja. Setelah habis power perangkat, baterai disambungkan ke listrik lagi untuk discharge dayanya. Jika baterai akan disimpan dalam jangka lama, biasakan untuk full charge dulu. Untuk jenis litium biasanya akan turun kapasitasnya sekitar 1% per hari.

4. Minimalkan pengaturan layar

Cara lain yang bisa dilakukan pengguna yaitu meminimalkan display brightness. Dengan menurunkan level LCD brightness ini, daya baterai akan lebih hemat. Tingkat brightness rendah juga dapat mengurangi ketegangan pada mata sehingga mata tidak mudah lelah saat berhadapan di depan radiasi perangkat Kompasianer yang sedang menyala.

5. Mengakali penggunaan software dan hardware dengan cermat

Menutup aplikasi-aplikasi yang tidak terpakai juga dapat menghemat energi baterai. Kebanyakan aplikasi akan menambah berat kerja sistem dan menarik energi saat menjalankannya. Jadi, menutup aplikasi yang tidak perlu akan mengurangi beban perangkat Kompasianer.

Hindari pula aplikasi grafis intensif. Misalnya, Kompasianer membuka perangkat lunak gratis seperti image editor yang menuntut sistem perangkat berada dalam high perfomance setting. Ini tentu membutuhkan daya lebih untuk mengkonsumi baterai.

 Saat baterai dalam kondisi kritis, aku juga menganjurkan untuk melepas alat tambahan yang menempel pada USB jika tak terpakai. Lebih baik jika Kompasianer juga menonaktifkan wireless LAN atau bluetooth. Menonaktifkan perangkat keras ini bila tidak terkoneksi dengan internet atau saluran lain membantu hemat energi juga karena hardware pelengkap itu menyerap energi meski tidak sedang beroperasi.

Terakhir, Kompasianer juga bisa mengakali dengan melakukan pengurangan pemakaian optical drive. Sebab optical drive yang bekerja terus-menerus, seperti mendengarkan lagu dari compact disc (CD) akan menyerap banyak daya. Jadi, lebih baik copy file lagu dari CD ke harddisk karena langkah ini akan lebih menghemat baterai laptop. 

 Demikian lima tips hemat baterai laptop, notebook, dan netbook dari aku. Setelah mencoba, daya baterai bisa dimanfaatkan maksimal dan menyala lebih lama lagi. Semoga bermanfaat*