Mohon tunggu...
Hanif Ahmad
Hanif Ahmad Mohon Tunggu... Penulis Buku Cerita Mang Nata, Bekerja di Pastry Kitchen

Menasehati diri sendiri sambil sharing untuk persahabatan, IG (@abukalfa), FB/Twiter (Hanif Ahmad), Siaga Donor Gol A

Selanjutnya

Tutup

Novel

Kisah Cinta Letnan Rose dengan Si Koki (Part 20)

30 Juli 2020   17:33 Diperbarui: 30 Juli 2020   17:39 17 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kisah Cinta Letnan Rose dengan Si Koki (Part 20)
Ilustrasi si koki (hanif ahmad)

"Mencitai dengan keikhlasan adalah rasa cinta yang tidak mengharapkan balas budi. Seperti cintanya orang tua kepada anak-anak mereka. Demikian juga cintaku kepadamu kokiku sayang, kebahagiaan rasa cinta ini adalah karena Tuhan sudah memberikan anugrah rasa ini tanpa ada keraguan sedikit pun". 


Si Koki :
Cinta yang benar adakalanya disertai rintangan yang menghalanginya. Agar cinta tersebut teruji ketulusannya. Bahkan ujian terberat dari cinta tersebut adalah adanya kerelaan bila orang yang kita cintai tidak bisa kita miliki.

Sepertinya ini menyakitkan tetapi disaat itulah kekuatan cinta itu benar-benar teruji, apakah dengan perasaan cinta tersebut kita berhasil naik tingkat dalam kedewasaan. Atau malah dihantui segala penderitaan, putus asa, trauma dan lain sebagainya.

Secara alami sesuatu itu bisa gugur, tetapi bisa juga tumbuh. Jika cinta itu hidup maka akan ada kehidupan yang tumbuh. Jika cinta itu mengakibatkan sakit hati, putus asa, terpuruk dan tak bergairah sepertinya dari pertama sudah keliru memahami cinta tersebut.

Mulailah untuk cinta kepada Tuhan terlebih dahulu, maka segala takdirnya akan kita terima dengan rasa syukur lapang dada.

Letnan Rose :
Kokiku sayang saat ini saya siap menyimak segala kata-kata istimewamu. Saya merindukan keajaiban kata-kata yang keluar dari insprasi, insting dan imajinasimu. Saya sangat tahu persis keistimewaanmu ini. Artikel tulisanmu itu asli dari karya pikiranmu. Karena saya telah banyak membaca buku, tetapi
belum ada uraian artikel seperti yang kamu tuliskan. Ijinkan saya untuk memperkenalkan tulisanmu kokiku sayang di negaraku.

Saya akan bangga sudah mengenalmu bahkan tak segan menyatakan cinta yang berulang ulang, karena dirimu yang selalu saya istimewakan. Walaupun saya tahu kamu tak membutuhkan pujian dari karya tulismu, selain manfaat untuk orang lain yang utamanya. 

Tetapi saya tidak bisa menahan perasaanku, kamu adalah penulis yang keren. Itulah yang membuatku semakin mencitaimu kokiku sayang. Saya akan selalu mengatakan ini, karena cinta besarku banyak di pengaruhi oleh karya tulisanmu yang asli dan nyata adanya. Sebuah kata-kata yang banyak menjadi inspirasi semangat hidup yang baru.

Mencitai dengan keikhlasan adalah rasa cinta yang tidak mengharapkan balas budi. Seperti cintanya orang tua kepada anak-anak mereka. Demikian juga cintaku kepadamu kokiku sayang, kebahagiaan rasa cinta ini adalah karena Tuhan sudah memberikan anugrah rasa ini tanpa ada keraguan sedikit pun. Apakah cintaku ini akan terbalas olehmu ?, semuanya karena ada ijin dan takdir dari Tuhan. 

Saya akan siap memahami dengan apa yang kamu maksud sayang. Saya sudah terlatih untuk berjuang dan berkorban bahkan jika cinta ini tidak terbalaskan olehmu sayang. Tetapi saya tidak akan menyerah. Saya akan berjuang sebisa yang saya mampu untuk memilikimu.

Si Koki :
Letnan Rose yang cantik, kemampuan menulis itu bisa dimiliki oleh semua orang. Masih banyak penulis terkenal dengan karya buku yang banyak. Kemampuan seperti itu wajar dimiliki oleh siapa saja. Jadi bukanlah sesuatu yang istimewa. Yang namanya penulis ya pengarang dengan segala inspirasi, insting atau imajinasinya.

Seseorang yang dikatakan istimewa itu, jika dia berhasil mewujudkan keinginan Tuhan selama hidupnya dalam amal yang nyata. Bukan hanya untaian kata-kata tulis menulis. Tetapi memiliki sikap mental yang mapan dalam segala kemuliaan nyata yang mendapatkan keridoan dari Tuhan. 

Jangalah menyanjungku berlebihan sang letnan. Kenalilah diri saya secara nyata saat kita nanti berjumpa. kemudian saya akan berulang-ulang bertanya apakah kamu bebar-benar cinta kepada si koki ini ?.

Letnan Rose :
Kokiku sayang, saya dilahirkan dalam pengetahuan dengan logika yang benar-benar dipertimbangkan. Tetapi soal rasa cinta ini, saya sudah kehilangan akal logika atas gelora cinta ini kepadamu. Saya seorang perwira wanita yang terlatih punya komitmen yang kuat. 

Tidaklah mungkin mengatakan rasa cinta berulang-ulang kemudian berubah menjadi perasaan yang lain. Itu adalah suatu hal yang sangat mustahil. Sekali menyatakan cinta, maka untuk selamanya akan mencintai sepenuh hati. 

Saya sudah terlatih menghapi pengorbanan kehilangan nyawa sekalipun untuk sebuah harga diri. Demikian juga resiko perasaan cinta ini haruslah saya pertanggunjawabkan bahwa cintaku hanyalah kepadamu kokiku tersayang.*

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x