Lukmanul Hakim
Lukmanul Hakim Jurnalis Warga (JW) cbmnews.net, Divisi OSDM Panwascam Larangan, Koord. JW Belik Kab. Pemalang

Menulis untuk Perubahan - Jangan Pernah Berhenti untuk Belajar - Selalu Semangat dan Berkarya melalui ide dan gagasan yang dituangkan dalam tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Wanita Pilihan

Cadar Dipersoalkan, Tak Paham Fiqih

9 Maret 2018   16:12 Diperbarui: 9 Maret 2018   19:23 1835 5 6
Cadar Dipersoalkan, Tak Paham Fiqih
kalau betul, pelarangan cadar adalah instruksi Kemenag, ini pikiran picik. Menteri Agama sanagt toleran dengan LGBT, bahkan menghadiri acara LGBTQ dengan mengatakan mereka LGBT memiliki hak sama. Tapi koq, untuk cadar lain lagi ??? (IG: indonesiabertauhidID)

Memakai jilbab rapi sopan dan beradab

Dan ini perintah Tuhan dipersoalkan

Pakaian mini yang membangkitkan birahi

Dan mengundang kejahatan tak keberatan

Bila aurat-rat terbuka-ka

Pemerkosaan-an melanda 

....ini adalah Lirik dari Lagu Bang Haji Rhoma Irama berjudul Modern

Modernisasi bagaikan dua sisi mata pisau, bagaimana seseorang bisa mengambil manfaat atau mudharat dari zaman yang srba modern ini. Tentu sejalan dengan tumbuh kembangnya teknologi sebagai efek modernitas, harus bisa mengambil manfaat dan kemudahan. Bukan, malah terjebak dan semakin jauh dari tugas seorang hamba untuk beribadah bahkan jauh dari ilmu.

Beberapa bait lirik yang ada di lagu Modern, menunjukkan suasana atau kondisi Indonesia pada saat itu. tahukah Anda lagu itu dicipta tahun berapa ? Tahun 1989. 29 tahun yang lalu, memakai Jilbab dipersoalkan. Lihat dengan kondisi saat ini, yang viral terkait pelarangan memakai cadar. UIN Kalijaga melarang mahasiswinya memakai cadar. Padahal cadar bagian dari jilbab, menutup aurat dan ini perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

UIN Yogyakarta Melarang Cadar

Seperti dilansir dalam media online okezone.com, UIN Yogyakarta mengeluarkan surat keputusan yang melarang mahasiswinya menggunakan cadar. Keputusan itu diambil dengan pertimbangan untuk mencegah meluasnya aliran Islam anti-Pancasila. Rektor juga mengeluarkan surat keputusan untuk mahasiswi bercadar agar segera mendaftarkan diri untuk pembinaan.

(dok pri)
(dok pri)
Ini adalah logika yang picik dari pihak UIN Yogyakarta, bahkan tuduhan yang tidak berdasarkan fakta. Seolah wanita bercadar itu anti pancasila. Padahal hakikatnya, pihak UIN telah melanggar tatanan Pancasila. Pihaknya  telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka memandang seolah cadar itu menakutkan. Namun, sepertinya hal biasa bagi mereka ketika melihat mahasiswi memakai kerudung dengan pakaian seksi, memakai celana jeans yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Ironis...sungguh Ironis.

Pelarangan cadar adalah Instruksi dari Menteri Agama

Apakah berita itu betul ? kalau betul, ini sangat ironis. Jejak elektronik ada lho, media juga ada. Ketika Menteri Agama, Lukman Hakim Syaefudin mendatangi acara penghargaan Tashrif Award kepada LGBT IQ oleh Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI). Dari pernyataannya, terkesan membela LGBT, bahwa hak-hak mereka juga harus dijaga. Mereka memiliki hak sama, jadi jangan mudah dihujat. Dia meminta agar pelaku LGBT itu dirangkul.

acara penghargaan tashrif Award kepada komunitas LGBT IQ dihadiri Menteri Agama. lalu menteri berstatement bahwa mereka harus dirangkul (dok pri)
acara penghargaan tashrif Award kepada komunitas LGBT IQ dihadiri Menteri Agama. lalu menteri berstatement bahwa mereka harus dirangkul (dok pri)
Bab Furu'iyah Kok Egois Merasa Benar Sendiri

Pihak UIN Yogyakarta sangat tidak pantas melakukan hal itu, apalagi lembaga islam yang tentu disitu dipelajari Mata Kuliah Ushul Fiqh. Sangat ironis, kalau mereka memaksakan kehendaknya sendiri. Meskipun, ada perbedaan terkait bahwa aurat adalah selain wajah dan telapan tangan saja. Namun, kenapa cadar dipermasalahkan ? Apakah Pihak UIN tidak tahu sejarah ? Jelas, karena tidak pernah membaca Keputusan Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (NU) terkait cadar. Siapa yang menginisiasi pelarangan Cadar, saya katakan orang Jahil. Tidak Peduli apakah dia Profesor atau titel nya merembel banyak. 

Kalau pihak UIN, mau membaca sejarah,  semestinya lebih bijak. Jangan toleransi dalam hal teologi, namun sangat keras, merasa paling benar dengan perbedaan furu'iyah. Parah, ini harus ditindak lanjuti, jangan sampai mereka berbuat sekehendaknya. Alhamdulillah, banyak yang menyayangkan keputusan tersebut dan mengecam tindakan UIN.

Cadar Justru Paham Resmi NU dalam Bahtsul Masail

cadar-02-5aa2532acf01b42979324da3.jpg
cadar-02-5aa2532acf01b42979324da3.jpg
Didalam buku Ahkam al Fuqaha' fi Muqarrati Mu'tamarat Nahdhatil Ulama', Kumpulan Masalah2 Diniyah dalam Muktamar NU ke-1 s/d 15 yang diterbitkan oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama dan Penerbit CV Toha Putra Semarang.

Buku ini disusun dan dikumpulkan oleh Kyai Abu Hamdan Abdul Jalil Hamid Kudus, Katib II PB Syuriah NU dan dikoreksi ulang oleh Abu Razin Ahmad Sahl Mahfuzh Rais Syuriah NU.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3