Mohon tunggu...
Abel Arrohma
Abel Arrohma Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya suka menulis berbagai pengalaman saya melalui diary, disini mungkin saya akan menceritakan sedikit dan sharing. saya menyukai olahraga renang dan bersepeda.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pentingnya Peran Orangtua dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak

23 Juni 2022   11:36 Diperbarui: 23 Juni 2022   11:43 857
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Anak adalah salah satu karunia dari tuhan yang maha esa, kebanggaan dan kebahagiaan dari keluarga.

Bagi saya, orang tua adalah fasilitator bagi anak untuk menceritakan apa saja yang sedang terjadi pada dirinya. Ketika anak merasakan hal senang sedih orang tua perlu tau untuk memastikan itu baik untuknya, orang tua harus bisa mengimbangi sifat, mengerti apa yang sedang dirasakan anak, dan bahkan menjadi teman atau rumah yang ternyaman untuk bercerita.

Setelah saya menjadi mahasiswa, berbagai pengalaman dan cerita dari berbagai orang dan bahkan sebagai pembaca cerita melalui media sosial. 

Banyak anak yang suka merasa kesepian, hidup sendiri, dan merasa keluarga tidak membutuhkan dirinya. Tidak banyak anak yang berani mengungkapkan kesedihan itu kepada keluarga karena merasa dianggap bahwa keluarga sudah memenuhi tanggung jawab, tetapi yang sebenarnya yang diinginkan adalah sebuah tempat cerita. 

Bukan hanya masalah di rumah tetapi di luar bagaimana saat anak beraktivitas, apakah ada masalah yang membuat dia bingung untuk menyelesaikan hal tersebut.

Banyak orang juga yang masih bepikiran dan menyepelekan kesehatan mental, ada beberapa manusia yang kuat dan tidak dengan cara menyimpan masalah sendiri. Ketika ada orang yang tidak kuat menahan sendiri masalahnya dan tidak ada orang untuk dijadikan tempat bercerita, kita tidak tau apa yang akan dilakukan pada dirinya.

Kesehatan mental itu penting karena psikologi anak berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berpikir, merasakan, bertindak, membuat keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain.

Anak akan lebih merasa senang ketika orang tua bisa menjadi teman untuk bercerita karena merasa aman untuk menceritakan sesuatu. Dilansir dari kompas.com ada empat pola asuh orang tua yang dapat diterapkan yaitu authoritative, authoritarian, permissive, dan uninvolved. Orang tua dapat memilih salah satu atau dua dari empat polah aasuh ini.

  • Pola asuh authoritative akan terlibat pada kehidupan anaknya secara hangat dan responsif, aturan yang jelas, ekspektasi tinggi, mendukung, dan menghargai kebebasan sang anak.
  • Pola asuh authoritarian akan melibatkan dirinya dengan sang anak secara tidak responsif, aturan yang mengikat, ekspektasi tinggi, dan kepatuhan secara penuh dari sang anak.
  • Pola asuh permissive akan melibatkan dirinya secara hangat dan responsif, sedikit aturan, ekspektasi yang rendah, dan toleran.
  • Pola asuh uninvolved akan melibatkan dirinya secara dingin dan tidak responsif, tanpa aturan, tidak berekspektasi apapun, dan cuek.

Beberapa peran yang bisa diterapkan atau diperhartikan dari anak, diantaranya:

  • Membangun hubungan yang baik 

Sebelum memulai sesuatu semua orang pasti harus melakukanhubungan yang baik agar dapat membangun komunikasi dan kelekaatan emosional. Luangkan waktu untuk sekedar mengobrol atau bermain bersama.

  • Menghargai perasaan anak

Seseorang perlu didengarkan dan dihargai begitu juga anak. Seperti contoh ketika anak sedang merasa marah kita biarkan saja untuk mengekspresikan marahnya dan biarkan dia melalui emosinya itu, disitu anak akan merasa dihargai karena sudah diberikan kesempatan untuk mengekspesikan diri dan akan paham tentang menghargai. Dan seperti saat membutuhkan waku sendiri biarkan saja jika dia mau bercerita baru dengarkan.

  • Mendampingi anak ketika dalam kesulitan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun