Mohon tunggu...
ABDURROFI ABDULLAH AZZAM
ABDURROFI ABDULLAH AZZAM Mohon Tunggu... Ilmuwan - Intelektual Muda, Cendikiawan Pandai, Dan Cinta Indonesia
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Jangan pernah lelah mencintai Indonesia dan mendukung Indonesia bersama Abdurrofi menjadikan indonesia negara superior di dunia. Email Admin : axelmanajemen@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Money

Bisnis Kacang Kenari Peningkat Ekonomi dari Sulawesi

5 September 2020   23:04 Diperbarui: 6 September 2020   01:50 828
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Selain bermanfaat bagi kesehatan kacang kenari meningkatkan ekonomi (Foto: organicpilinuts.com/Michele)

Di seluruh dunia 3.758.565 ton kenari diproduksi per tahun. Hanya kacang kenari Sulawesi sebagai produk terbaik dari kacang kenari didunia. Produsen yang membeli langsung kacang kenari dari petani , dan mengolahnya sehingga jaminan kualitas menjadi periotas ekspor.

Produk pertanian tersebut didatangkan dari 10 komunitas petani yang tersebar di wilayah Medan, Jawa Barat, Lampung, Banten, hingga Sulawesi.

Perjuangan petani untuk menanam kacang kenari (mediaindonesia.com/Aldhy)
Perjuangan petani untuk menanam kacang kenari (mediaindonesia.com/Aldhy)

China dan Amerika Serikat menghasilkan lebih dari 60% total dunia. Indonesia masih harus bersaing dengan dua negara tersebut. Proses penanaman dengan cara alami yang tumbuh sendiri tanpa menggunakan bahan kimia dan dipanen dengan cara tradisional sehingga kacang kenari diminati kalangan pecinta hidup sehat. Disisi lain ini juga menjadi kendala untuk produksi massal dan ekspor kenari.

"Ada beberapa masukan, bukan hanya dari Kemendag tapi instansi lain tapi saya rasa dapat kita atasi, antara lain supaya bisa ekspor kenari. HS nya belum ada," jelas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, Minggu (17/10). Dikutip dari Medcom.ID

Indonesia memang tidak perlu impor kenari karena Sulawesi distribusi produknya menggunakan jasa JNE dan JNT. Pos Kilat Khusus bisa menjadi alternatif terakhir, karena alasan jam kerja yang terbatas sehingga pengiriman bisa terhambat. Pilihan ekspor kacang kenari ke Singapura hingga Eropa.

Perjuangan budidaya kenari oleh petani Indonesia belum canggih (cendananews.com/Widi)
Perjuangan budidaya kenari oleh petani Indonesia belum canggih (cendananews.com/Widi)

Setelah konfirmasi pembayaran diterima, barang akan langsung dipacking dan dikirimkan keesokan harinya, atau paling lambat 2 hari setelah pemesan. Jikapun ada kendala, maka akan disampaikan lebih lanjut kepada pembeli kacang kenari. Penjualan kenari peningkat ekonomi dijual secara online dari berbagai aplikasi baik tokopedia, shopee dan aplikasi lainnya. 

Jarang gerak cukup pesan kacang kenari melalui smartphonemu. Kacang kenari ini juga ekspor sampai ke Turki dengan cost  US$3.000,00 - US$4.000,00. Promosi pembeli baru dengan pembebasan biaya transaksi hingga sebesar $60 untuk 3 pesanan pertama dengan Alibaba.com. Indonesia menjadi pemasok produk lokal dan impor berkualitas yang terpercaya. Selain itu, terdapat empat katagori kacang kenari yang paling diminati dari penjuru dunia:

  1. Kacang Kenari Kulit
  2. Kacang Kenari Kupas
  3. Kacang kenari Hancur
  4. Kacang Kenari Bubuk

Selain itu, penjualan minyak kenari pun laris karena mendukung lingkungan usus yang sehat. Banyaknya riset mendukung saluran pencernaan dan mempromosikan flora usus yang sehat. Ekstrak cair minyak kenari lebih mudah dicerna dan diserap ke dalam tubuh jauh lebih cepat daripada tanaman mentah atau sediaan herbal bubuk kacang kenari.

Tips yang bisa Abdurrofi bagikan agar kita tetap sehat dan bugar adalah konsumsi kacang kenari dalam negeri dan olahraga tiap minggu pagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun