Kesehatan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Bidang IT

12 Juni 2018   22:57 Diperbarui: 12 Juni 2018   23:18 325 0 0

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu konsepsi pemikiran dan perwujudan melalui berbagai upaya yang nyata untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Dengan keselamatan dan kesehatan kerja maka para pihak diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan nyaman. Pekerjaan dikatakan aman jika resiko yang mungkin muncul dapat dihindari dan pekerjaan dikatakan nyaman jika para pekerja yang bersangkutan dapat melakukan pekerjaan dengan merasa nyaman dan betah. 

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan elemen dasar dalam dunia kerja, yang memiliki peran yang sangat penting. Oleh karena itu perlu adanya peraturan yang menjamin dan mengatur tentang kesehatan dan keselamatan dalam dunia kerja. Bentuk kepedulian pemerintah terkait keselamatan dan kesehatan pekerja diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang. 

Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diselenggarakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja.

Selama ini paradigma tentang keselamatan dan kesehatan dunia kerja hanya terpancang pada aktivitas pekerjaan di luar ruangan atau pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik secara langsung di lapangan. Seperti para pekerja di perusahaan yang sedang membangun konstruksi sebuah bangunan disyaratkan menggunakan atribut yang dapat mengurangi resiko kecelakaan dalam pekerjaannya. 

Hal ini menjadi sebuah kontradiksi jika dibandingkan dengan pekerja yang tidak melakukan pekerjaannya di lapangan, dan hanya melibatkan aktivitas kerja di dalam ruangan. Salah satu contohnya adalah profesi para penggerak TI. Profesi yang bergerak di bidang TI, sepertinya memang tidak akan menerima dampak kecelakaan atau kesehatan kerja yang langsung. 

Namun harus ditilik secara lebih mendalam berbagai profesi TI juga menanggung ancaman resiko kesehatan yang tidak terlihat "invisible risk". Ancaman resiko yang dapat diterima para pekerja profesi TI ini seperti gangguan penglihatan, gangguan sendi, sakit kepala, dan juga berbagai keluhan kesehatan yang lainnya. 

Masalah-masalah kesehatan tersebut muncul karena seorang pekerja yang memiliki profesi di bidang TI tentu akan selalu berhubungan dengan perangkat komputer, yang terhubung dengan arus listrik dan bisa memancarkan radiasi, ada juga kesalahan terkait posisi duduk pekerja dalam menggunakan komputer, dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan pekerja tersebut. 

Ditambah lagi layout ruangan kerja yang belum tertata dengan baik, sehingga tidak memenuhi unsur ergonomis ruangan yang baik untuk bekerja. Dan yang tidak kalah yang tidak kalah penting adalah bukan hanya ancaman kesehatan secara fisik saja, ada juga ancaman kesehatan secara psikis, dimana seseorang yang profesinya hanya berkutik di dalam ruangan dan selalu menghadap komputer akan lebih rentan terkena masalah kesehatan psikis yaitu stress. 

Meskipun begitu berbagai indikasi masalah kesehatan yang muncul pasca penggunaan komputer perlu diperdalam melalui studi lebih lanjut. Oleh karena itu perlu adanya aturan yang baik dan benar terkait penggunaan perangkat-perangkat komputer yang sangat berhubungan dengan profesi TI.

Dewasa ini, perkembangan yang pesat dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi tuntutan utama dalam memenuhi aspek kehidupan sehari-hari, dimana manusia akan semakin mudah menjalankan aktivitasnya apabila menguasai teknologi TI yang sesuai dengan tuntutan zaman. 

Dengan diperkenalkannya teknologi yang mutakhir di tempat kerja atau lingkungan rumah, aspek kesehatan dan keselamatan kerja harus dipertimbangkan dengan saksama. Misalnya menggunakan komputer dengan posisi yang benar. 

Dalam hal konteks ini, kesehatan berhubungan dengan pengguna komputer, sedangkan keselamatan kerja berhubungan dengan pengguna dan perangkat komputer yang digunakan. Apabila ketentuan dalam kesehatan dan keselamatan kerja telah terpenuhi, maka kesehatan akan lebih terjamin, perangkat komputer akan lebih awet/tahan lama dan output yang diterima juga akan lebih efektif dan efisien.

Di dalam perbendaharaan kata dalam bidang komputer terdapat ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara duduk yang benar di depan komputer yang sesuai dengan prinsip kesehatan. Selanjutnya ilmu ini dinamakan dengan Ergonik. Berikut ini disajikan beberapa hal yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja:

Mengatur posisi duduk

Cara dan posisi duduk yang benar adalah sebagai berikut :

  • Usahakan agar posisi kaki tidak bersila. Kedua kaki jangan sejajar atau bersilangan, karena dapat mengakibatkan cepat pegal.
  • Meletakkan jari pada sistem pengetikan yang benar (10 jari).
  • Posisi badan jangan membungkuk dan usahakan agar tetap tegak dan rileks. Posisi duduk juga jangan terlalu tegang karena mengakibatkan pinggang tidak terasa nyaman.
  • Pandangan mata jangan terlalu sering untuk menatap layar monitor, karena mengakibatkan mata cepat lelah dan bahkan dapat mengganggu kesehatan mata.
  • Menggunakan kursi yang nyaman digunakan, usahakan ada sandaran punggung dan siku.

Mengatur jarak pandangan mata

Mata merupakan indera yang sangat banyak bekerja dalam bidang IT. Oleh karena itu, kesehatan mata perlu kita perhatikan agar kita tetap nyaman dalam bekerja.

  • Mengupayakan agar layar monitor sejajar dengan pandangan mata.
  • Jangan terus-menerus melihat layar monitor, lihatlah keyboard atau lingkungan sekitar agar mata kita tidak cepat lelah.
  • Atur jarak pandangan mata dengan layar monitor minimal 45 cm.
  • Atur ketajaman kontras dan kecerahan layar.
  • Hindari pencahayaan yang menyilaukan mata atau pencahayaan yang kurang terang.