Mohon tunggu...
Abdi Khalik
Abdi Khalik Mohon Tunggu... Auditor - --Pengamat--

Meninggalkan jejak melalui tulisan. Cek tulisan lainnya -Http://artikelbermanfaat100.blogspot.co.id-

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Maaf Kawan, Saya Tidak Menyenangkan

7 Maret 2020   13:03 Diperbarui: 7 Maret 2020   13:12 259
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dengan memahami satu sama lain, keegoisan itu mungkin tidak pernah ada dan kita akan saling mendukung dalam melakukan berbagai hal

Sebelumnya saya pernah menulis disini tentang "Ini alasan mengapa saya jarang kumpul dengan teman-teman", nah ini berkaitan dengan yang akan dibahas dalam artikel ini. Bisa jadi alasan itu menjadi faktor penilaian teman-teman tentang diri saya sebagai "orang yang tidak menyenangkan". 

Pribadi introvert sebenarnya bukan satu-satunya alasan kenapa saya jarang ngumpul (semua orang tahu itu). Umur dewasa sekarang ini menuntut kita untuk mengambil berbagai pertimbangan matang dalam melangkah, termasuk yang saya lakukan ini.

Sebelum lebih jauh, sedikit saya ceritakan pengalaman kemarin saat saya berstatus anak perantauan. Jauh dari orang tua dan keluarga membuat saya sedikit lebih bebas, pulang malam, keluyuran, hang out bersama teman-teman (pergaulan saat itu juga menuntut saya untuk sedikit lebih ekstrovert). 

Alasannya? Saya hanya betanggung jawab atas apa yang saya lakukan, bukan family time, sebagai gantinya hanya waktu bersama teman-teman. Mengapa ? Merantau bagi saya adalah proses belajar mengenal hal baru dan bertanggung jawab pada diri sendiri demi peningkatan kualitas diri. 

Sedikit lebih ekstrovert bagi saya adalah mendorong diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman, mengenal karakter orang-orang ekstrovert, dan bahkan mencoba menjadi sedikit ekstrovert untuk bisa memahami karakter tersebut. Tetapi nilai-nilai introvert yang saya miliki tetap dipertahankan, Insya Allah. Dari sini saya bisa mengetahui lebih dalam batasan-batasan diri ini.

Ketika dekat dengan keluarga, bisa dibilang "se-atap" membuat sisi ekstroversi yang saya pernah lakukan bersama teman-teman harus diminggirkan sejenak dengan alasan Family time.

Kalau saya mengabaikannya, mungkin ekstroversi malah membuat saya jauh dari keluarga, ya karena waktu saya banyak dihabiskan bersama teman-teman, bukankah keluarga itu penting dan harus didahulukan.

Btw keluarga saya juga sedikit introvert. Family time yang kami lakukan lebih banyak dilakukan di rumah. Ketika saya sedikit menjadi ekstrovert, beberapa ada yang menegur untuk mengutamakan keluarga. Maaf bukannya menyimpulkan bahwa ekstrovert suka mengabaikan keluarga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun