Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... Wiraswasta - “Besar, ternyata ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar, super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : FM Al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Mengamati dan Diamati

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ketika Mafia Hukum Permainkan Novel Baswedan Kembali

15 Juni 2020   23:31 Diperbarui: 16 Juni 2020   11:25 205 6 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ketika Mafia Hukum Permainkan Novel Baswedan Kembali
Sumber Gambar : Kompas.com. Diedit oleh penulis

Kasus penyiraman air keras ke arah wajah Novel Baswedan  (Novel) penyidik KPK yang terjadi pada 11 April 2017 lalu kini semakin membuat kita terpana karena dalam perkembangannya timbul banyak keanehan demi keanehan.

Keanehan terkini terjadi pada Senin (15/6/2020) semakin komplit rasanya ketika tim pengacara dari Divisi Hukum Polri yang mendampingi dua tersangka memberi pendapatnya bahwa berdasarkan visum et repertum dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga pada 2017 lalu mengenai luka bakar yang dihadapi Novel ternyata bertentangan dengan keterangan saksi-saksi.

"Kerusakan mata yang dialami saksi korban ini bukan akibat langsung dari penyiraman yang dilakukan terdakwa melainkan kesalahan penanganan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu," ujar tim pengacara kedua terdakwa dalam sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Meskipun tanpa menyebutkan pihak-pihak tertentu mana yang telah melakukan kesalahan penanganan tersebut tapi berdasarkan data "perjalanan" berobbat Novel dari penanganan pertama saat kecelakaan hingga bolak-balik berobat ke Singapura, pihak tersebut adalah :

Pertolongan Pertama di Masjid

Tindakan pertama dilakukan Novel setelah disiram air keras pada saat kejadian adalah langsung menuju ke kran air berwudhu di Masjid Al-Ihsan komplek rumahnya. Kepada rekan - rekan jemaah ia katakan "Tolong bawa saya ke Rumah Sakit." Atas dasar itu Novel pun di bawa ke RS terdekat yaitu, Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Rumah Sakit Mitra Keluarga

Dokter yang menerima pertama sekali adalah dr. Sendi yang kemudian menghubungi dokter Yefta Moenadjad. Tindakan yang disarankan oleh Yefta kepada dr Sendi adalah menyiramkan air bersih sesering mungkin. 

Dalam kesaksiannya pada 20 Mei 2020 lalu dokter Yefta mengaku ketika tiba di RS lihat ada luka pada wajah tapi tidak ada luka di mata Novel. Tetapi ia mengakui melihat "area" mata kiri dan kanan mengalami kerusakan yang parah. Untuk itu ia melakukan langkah mengelupaskan kulit mati untuk mencegah berlanjutnya kerusakan jaringan kulit. Sumber : Ini.

Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JEC)

Tidak lama berada di Mitra Keluarga, pada pukul 14.00 menggunakan mobil ambulan  JEC, Novel dibawa ke RS spesialis mata, Jakarta Eye Center di kawasan Menteng, Jakpus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan