Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... Wiraswasta - “Besar, ternyata ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar, super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : FM Al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Observe and be Observed

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Lain Dulu Lain Sekarang, Trump Sama Saja Kontroversialnya

7 Desember 2017   12:10 Diperbarui: 28 Desember 2017   08:52 3058
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber ilustrasi: jewishbreakingnews.com

Tidak sampai setahun masa pemerintahan Presiden Donald John Trump (Trump) rasa-rasanya terlalu banyak persoalan yang mengaduk-aduk stabilitas politik dalam negeri dan luar negeri Amerika Serika (AS). Kondisi itu tidak saja menganggu stabilitas politik AS melainkan merembes ke dimensi lain dalam masalah ekonomi dan keuangan bahkan masalah sosial dengan berbagai multidimensinya.

Kini beberapa jam lalu, Trump kembali membuat heboh dunia menenai isu sensitif dan dilematis tentang Jerusalem (Jerusalem Syndrome) karena mengambil keputusan kontroversial (pada hari ini Rabu 7/12/2017) akan memindahkan kantor kedutaan besar AS dari Tell Aviv ke Jerusalem yang secara simbolis menandai dan mengakui kota Jerusalem --yang menjadi status quo PBB usai perang Arab- Israel usai pad 1948-- menjadi milik dan Ibu Kota Israel.

Keputusan Trump kontroversial karena melanggar 15 resolusi dewan keamanan PBB (sejak Resolusi 242 : 22 November 1967 hingga Resolusi 2334:23 Desember 2016) dan Resolusi Majelis Umum PBB Atas Yerusalem meliputi Resolusi 2253: 4 Juli 1967 hingga Resolusi 71/96: 23 Desember 2016. Belum lagi beberapa aturan lainnya meliputi Konvensi Jenewa dan Resolusi UNESCO atas Yerusalem.

Gambar : Huffingpost.com dan Reuters
Gambar : Huffingpost.com dan Reuters
Reaksi dunia pun menggelegar atas keputusan Trump. 
  • Dari Inggris PM Theresa May mengingatkan AS bahwa Inggris tidak akan mengikuti keputusan AS.
  • Raja Jordania, Abdullah mengatakan kepurtusan AS menodai resolusi PBB
  • Presiden Turki, Erdogan menelpon Raja Salman agar mengingatkan AS
  • PM Pakistan dan Presiden China menentang langkah AS
  • Uni Eropa menentang keputusan Trump
  • Kanselir Jerman "marah" terhadap kepurtusan Trump
  • Presiden Prancis menolak keputusan Trump
  • Di Jalur Gaza warga Palestina melaksanakan protes besar-besaran turun ke jalan
  • Berdasarkan laman pencari berita dunia terkini di newsnow.co.uk hampir seluruh dunia menolak, mengutuk dan keberatan dengan langkah konyol AS.

Meskipun hampir seluruh dunia goncang dengan keputusan berani Trump warga yahudi menyambut baik upaya tersebutr sebagaimana dilansir portal israelnationalnews.

Trump memiliki pertimbangan --menurutnya positif-- di balik keputusan itu. Menurut laman/thehill.com ada 5 faktor mengapa Trump mengambil langkah tersebut. Di antaranya adalah: belum pernah ada dukungan ekslusif pemerintah AS sebelumnya untuk mengakui secara de facto Kota Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Secara de facto orang-orang Palestina di kawasan itu posisinya sangat lemah cuma sebagai residen biasa dan tidak punya hak membuat aturan dan keputusan: mengakhiri perlawanan 50 tahun dunia terhadap -tudingan- aneksasi ilegal Israel terhadap Jerusalem; Memvalidasi etnis Yahudi melakukan pembersihan etnis terhadap orang Palestina di bagian barat Kota Jerusalem yang sesungguhnya telah terjadi secara sistematis sejak 1948 melalui berbagai cara; Tidak ada keputusan negara (dunia) hingga kini mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel meskipun berusaha menjadikan kota itu sebagai kota internasional melalui status quo.

Upaya Israel menjadikan Jerussalem sebagai ibu kota telah disiapkan sangat panjang. Tidak usah mengambil data jaman sejarah entah berantah para leluhur, zaman nabi-nabi atau pra sejarah, mari lihat saja lebih dekat pada sejumlah langkah sistematis Israel usai perang Arab Israel (1948) hingga manuver-manuver Israel dalam kancah perang Suriah. Kita dapat melihat arah dan strategi Israel mengarah pada ke dua wilayah tersebut di tengah perpecahan negara Arab menyikapi perang Suriah.

Jerussalem barat direbut oleh Israel pada perang Arab-Israel 1948. Sedangkan Jerussalem timur direbut Israel dari Jordania pada perang 6 hari (1967) dan menggabungkan beberapa wilayah sekitarnya termasuk kota lama dalam satu pemerintahan setingkat walikota dengan luas (125.156 Km2 atau 48.323 sq mil) dan berpenduduk hampir 1,5 juta saat ini.

Kontroversi Trump terhadap AS memang telah lama diprediksi bakal terjadi jika ia terpilih menjadi Presiden AS. Prediksi itu tidak saja berdasarkan sejumlah lontaran program-program utama pada masa kampanye pemilihan Presiden tetapi juga pada sosok, attitude dan karakter Trump yang eksentrik, meledak-ledak, temperamen dan berbicara blak-blakan kadang menjurus kurang kontrol.

Tapi itulah pilihan warga dan rakyat AS melalui pemilhan umum yang -katanya- tercemar demokratis akibat campur tangan Rusia dalam pengaturan skor suara di beberapa negara bagian yang kini sedang menyeret beberapa pejabat utama dan kepercayaan Trump berurusan dengan pihak intelijen AS (FBI) akibat dituduh telah berbohong pada publik dalam memberikan kesaksian sebelumnya tentang isue tersebut.

Beberapa keputusan Trump kontroversial yang dapat penulis rangkum antara lain adalah:

Jauh-jauh hari sebelum mencalonkan diri sebagai Presiden AS, pada 2013 Trump mengkritik pemerintahan Obama tentang posisi pasukan AS di Afghanistan. Dalam pendapatnya ia menyesali jumlah kematian pasukan dan menggerogoti keuangan AS akibat konflk yang sangat memboroskan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun