Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Nama : Faisal Machmud al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Mengamati dan Diamati

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Misil Tomahawk AS "Koyak" Suriah kini Rusia Makin Beringas

13 April 2017   10:37 Diperbarui: 13 April 2017   12:15 0 2 2 Mohon Tunggu...
Misil Tomahawk AS "Koyak" Suriah kini Rusia Makin Beringas
Sumber gambar : Dailymail.co.uk

Apa yang selama ini disajikan dalam cerita atau film-film perang tentang kehebatan teknologi perang angkasa antara AS dan Rusia kini telah menjadi nyata di atas langit dan bumi Suriah. Kancah medan tempur Suriah telah mempertemukan dendam AS dan Rusia. Meski tidak saling membalas serangan tetapi proses dan cara mematikan serangan itu sendiri telah membuka mata dan mengajari kita bagaimana teknologi perang ke dua negara itu bekerja.

Peristiwa itu terjadi pada 6 April lalu ketika 59 misil penjelajah Tomahawk diluncurkan dari dua kapal perusak AS. Kapal Destroyer Rose pertama sekali melepaskan 36 missil dan beberapa menit kemudian disusul oleh Destroyer Porter dengan 23 missil yang sama.

Kini sedang ramai diperdebatkan, berapa jumlah missil Tomahawks berhasil mencapai sasaran dan meledakkan sejumlah fasilitas di pangkalan militer angkatan udara terbesar dan paling aktif di Suriah aitu pangkalan udara Shayrat.

Sejumlah portal berita barat menyebutkan jumlah missil mendarat mencapai 58 dari 59 missil ditembakkan dan mencapai sasaran tanpa mampu dicegah sistim pertahanan Suriah ataupun Rusia. Salah satu sumber tersebut adalah CBS sebagaimana terlihat pada gambar berikut ini :

Sumber : Twitter Matt Novak
Sumber : Twitter Matt Novak
Sementara itu sejumlah media berita barat mewartakan 36 misil tomahawks tidak mencapai sasaran akibat hilang arah atau ditembak jatuh sistim pertahanan udara Rusia. Beberapa diantara portal berita barat itu antara lain adalah foxtrotalpha atau  awdnews.com atau veteranstoday dan independent.co.uk dan masih banyak lagi lainnya.

Sebagaimana telah disampaikan dalam tulisan sebelum ini bahwa sesungguhna jumlah itu tidaklah penting. Seluruh missil atau sebahagian saja atau hanya satu saja pun sudah cukup bagi AS mengirim pesan untuk dunia khususnya Rusia bahwa AS mau dan mampu membayar mahal bahkan berisiko sekalipun untuk mencapai dan mempertahankan hegemoni dan pengaruh global di dunia ini.

Jika setuju kita mengambil angkanya saja, 36 missil tomahawks atau 60% tomahawk berhasil dijatuhkan oleh sistim pertahanan udara Rusia Tentu saja akan sangat menarik kita kaji seperti apa Rusia menangkal missil berhulu ledak 340 kg tersebut.

Tomahawk adalah misil jelajah sebab dirancang untuk menempuh sasaran jarak jauh. Sejak pertama sekali digunakan pada perang Teluk 1991 Tomahawk telah menjadi bagian sistim pertahanan udara krusial AS. Misil ini terakhir sekali digunakan pada Oktober 2016 untuk meledakkan sistim radar penjaga pantai pemberontak Houti di pantai Yaman.

Tak jelas mengapa AS menggunakan misil berkatagori kurang kompatibel ini untuk menghadapi sistim pertahanan udara Suriah yang disiapkan Rusia dengan S-200, S-300 dan S-400 legendaris itu. Padahal seminggu sebelum Tomahawks menyerang Suriah sebuah S-200 pernah merontokkan salah satu drone Israel bersamaan dengan serangan 4 unit F-16 Israel di Palmyra saat SAA sedang fokus mengalahkan ISIS di sekitar Palmyra pada 2 April 2017 lalu.

Memiliki panjang (termasuk boster) 6,25 meter dan berat (dengan boster) 1,6 ton misil ini membawa hulu ledak konvensional (bisa juga nuklir) Toma memiliki berdaya ledak dan rusak sangat tinggi. Meskipun tergolong berat tak bisa terbang tinggi  namun dengan rentang sayap ideal misil ini masih mampu melesat 890 km/ jam sejauh 1.350 km hingga 1.700 km (sesuai tipe dan jenis). Jika melihat pada tingkat kecepatan dimiliki Toma maka ia adalah tipekal misil berkecepatan relatif rendah, maka sering timbul pertanaan mengapa AS menggunakan missil mulai renta ini untuk menggebuk Suriah dan menggertak Rusia?

Dengan ongkos pembuatan sekitar $1.87M (FY2017) per unit sayang sekali Toma tidak memiliki kemampuan terbang tinggi. Mungkin di sini letaknya salah satu kelemahan si Toma sehingga lebih mudah dipatahkan oleh lawan setingkat S-200 Rusia atau sejenis dengan itu buatan negara lain. Dan jika benar Rusia mampu mengecoh hingga si Toma jatuh ke laut Medeterania sebelum mampu mendarat atau dihentikan oleh misil anti misil Rusia di atas langit Suriah BAGAIMANAKAH Rusia melakukan hal itu?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x