Deng Tawang Jr
Deng Tawang Jr profesional

membaca, merenung, dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Isoroku Yamamoto dan Kapal Selam I-400s

31 Juli 2011   17:08 Diperbarui: 26 Juni 2015   03:12 1294 1 2

National Geographic Channel menayangkan "Japan's Secret Weapon" di suatu sabtu sore. Sebuah cerita dokumenter disertai diskusi pakar2 sejarah militer termasuk satu dari Jepang, ttg I-401, kapal selam Jepang pada era WW II yang bisa jadi akan merubah sejarah dari perang Pasifik.  Sy nulis sedikit, krn film dokumenter sangat menarik (paling tidak dari pandangan sy yg "baru tahu" I-400s submarine). (sumber: wikipedia) Seorang naval admiral general Jepang, Isoroku Yamatomo, arsitek dari Pearl Harbor Attack, 7 Dec 1941. Serangan mendadak ke pangkalan armada pasifik US, sebenarnya direncanakan jauh hari. Tujuannya, memandulkan potensi US untuk campurtangan kalau-kalau Jepang menginvasi Dutch East Indies (sekarang Indonesia). Jepang sangat menginginkan ladang2 minyak di daerah tersebut utk suplay perang yang panjang. Isoroku Yamatomo, lulusan Japanese Imperial Naval Academy, sempat kuliah di Harvard University selama menjadi atase militer di Washington. pemahaman akan strategi perang sangat cerdas, dan kadang bertentangan dengan pandangan kebanyakan militer. Yamamoto sudah meyakini bahwa Jepang akan memenangi perang pasifik, tapi hanya dalam jangka pendek. Untuk jangka panjang (perang lebih setahun), Jepang akan kalah. Makanya, Yamamoto tdk setuju dengan rencana invasi China,  invasi ke Manchuria, dan juga kongsi Jepang-Jerman-Italia. sumber: wikipedia Yamamoto tidak bisa dipisahkan dengan Pearl Harbor Attack, dan Midway Battle. Salah satu hasil inovasinya adalah modifikasi desain yg sangat cerdas dari I-401, kapal selam yang sekaligus bisa sebagai carrier fleet. Kekuatan armada Amerika Serikat sebenarnya sangat kuat. Meskipun mereka kehilangan beberapa kapal perang termasuk yg terkenal US Arizona, Amerika sebenarnya "lucky" krn posisi aircraft carrier fleetnya tidak diketahui Jepang dan lolos dari serangan ini. kapal2 induk Enterprise, Lexington dan Saratoga tidak berada di Hawai.

Yamamoto banyak berperan dalam inovasi militer termasuk konstruksi kapal selam kelas I-400. Dengan kapal selam sekaligus sebagai aircraft carrier, Jepang akan mampu melancarkan serangan langsung ke kota2 besar pacific coast, even ke washington. Kapal selam I-400 dan I-401 dibangun. Panjangnya 120 m, dua kali lebih panjang dari kapal selam US. Tiga pesawat Aichi M6A Seiran, dapat diluncurkan dari geladak kapal selam. Selain konstruksinya yang raksasa ketika itu, launching tiga pesawat torpedo bomber dalam kurun waktu yang cukup singkat itulah national geographic channel banyak mengulas. Termasuk, sistem rel ketika pesawat keluar dari perut kapal, pemanasan mesin, sayap dan ekor pesawat yang dilipat guna menghemat ruangan kemudian direntangkan sebelum launching, dan sistem crane untuk menarik pesawat yang landing.

sumber: wikipedia

I-400, secret weapon jepang memulai operasi ketika perang sudah berlangsung, pada pertengahan 1945. Pada saat yang sama, Manhattan Project-nya US sudah memasuki finalisasi utk hydrogen bomb.

I-400 diberi tugas menghancurkan Panama Canal, kemudian diubah utk operasi Ulithi Atol, basis pertemuan armada US utk penyerangan ke wilayah Jepang.

Rencana sdh matang, namun sebelum dieksekusi, Jepang sudah menyerah tgl 22 Agustus 1945 setelah sebelumnya Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom nuklir.

Kapal selam raksasa I-400 dan I-401 diserahkan ke US utk dipelajari oleh ilmuwan mereka. Pada bulan Juni 1946, kapal selam ini ditenggelamkan oleh US krn Uni Soviet meminta kesempatan utk juga bisa mempelajari teknologi I-400s yang diakui lebih advanced.

Cerita I-4001 berakhir di kedalam 820 meter Laboratorium bawah laut militer US. Sedangkan cerita Yamamoto, juga berakhir ketika pesawat yang ditumpanginya utk inspeksi armada di kepulauan Solomo, tertembak jatuh oleh Pesawat US P38 Lighting. Kematian seorang admiral cerdas Yamamoto, menjadi salah satu momentum awal kekalahan Jepang dari perang ini.