Mohon tunggu...
Aisyah Khalda Widyanti
Aisyah Khalda Widyanti Mohon Tunggu... Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Marah Memuncak dan Penyelesaian Dalam Pandangan Islam

21 Juni 2021   10:00 Diperbarui: 21 Juni 2021   10:31 43 1 0 Mohon Tunggu...

Kalian pasti pernah mengalami saat-saat dimana emosi marah pada diri memuncak saat kondisi tertentu bukan?

Emosi marah yang dipicu dari suatu hal yang tidak kalian senangi itu mungkin karena sebab kecil yang malah menjadi besar, atau juga pikiran pada diri kita yang rasanya penuh sehingga ketika kita merasa ada yang kurang sesuai dengan diri kita, maka emosi marah itu akan timbul secara otomatis.

Terlebih pada wanita yang memiliki sifat perasa, karena sifat perasa tersebut menjadikannya sensitif terhadap sesuatu dibandingkan dengan pria.

Sebagai contoh saja ketika seorang wanita sedang dalam masa menstruasi, maka suatu hal atau permasalahan kecil yang tidak sesuai dengan dirinya, maka hal tersebut akan menjadi pemicu timbulnya emosi marah pada diri wanita, boleh jadi meskipun tidak ada suatu hal yang mengganggu, seorang wanita bisa tiba-tiba badmood atau marah-marah tanpa alasan.

Eits bukan berarti pria jarang terlihat marah atau badmood ya. Pria juga manusia, sama halnya dengan wanita, tetapi bedanya jika wanita itu mamiliki sifat perasa atau sensitif, pria terbilang mempunyai ego yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Dikutip dari Womantalk, bahwa pria itu memiliki ego yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita, seperti pada penelitian Arizona State University yang melibatkan responden mahasiswa wanita dan pria dengan rata-rata IP yang sama, tetapi saat mereka diminta untuk membandingkan mana IP yang lebih tinggi, responden pria menyebut IP nya lebih tinggi dibandingkan dengan responden wanita, padahal hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa baik IP dari responden wanita dan juga pria rata-rata adalah sama. Hal tersebut menunjukkan bahwa pria memiliki ego yang tinggi dibandingkan dengan wanita, ketika pria beradu argumen sedangkan ego yang mereka miliki adalah kuat, maka akan timbul permasalahan yang menimbulkan emosi marah.

Sebelum lanjut, kalian perlu mengetahui apa sih emosi itu?

Menurut pandangan psikologi dikutip dari dosen psikologi, emosi diartikan sebagai impuls atau hasil dari suatu gaya yang muncul akibat suatu rangsangan dari dalam maupun dari luar. Emosi itu memiliki banyak macam, contohnya seperti emosi marah, emosi bahagia, emosi sedih, dan lain sebagainya. Emosi bukan hanya marah saja ya, tetapi emosi itu berkaitan dengan psikologi seseorang dan suasana hati yang sedang berlangsung.

Menurut Prez, 1999, yang merupakan seorang EQ organizasional consultant, beliau mengungkapkan arti dari emosi itu adalah suatu reaksi tubuh dalam menghadapi sesuatu. Nah, jadi ketika kita melihat orang lain bahagiapun itu juga emosi ya, karena emosi itu bukan hanya marah, tetapi suatu reaksi pada diri seseorang ketika menghadapi sesuatu.

Emosi marah yang timbul pada seseorang memiliki banyak model, ada yang ketika marah banyak bicara, ada juga yang diam seribu bahasa, teriak sana sini, bahkan ada juga yang menggunakan barang sebagai sarana melampiaskan marahnya, seperti membanting pintu, dan melempar barang yang ada di sekitarnya. Ketika seseorang marah tanpa arah, maka hal yang seharusnya dilakukan adalah dengan menenangkan pikiran terlebih dahulu, karena saat marah terjadi pada diri kita, maka otak atau pikiran akan terasa sesak dan penuh, sehingga sulit untuk mendapat masukan dari orang lain, maka dari itu perlunya kita untuk mengatasi diri sendiri atau melatih ego dengan cara yang sesuai dan baik.

Agama Islam mengajarkan untuk setiap manusia dapat menjaga segala sesuatu dari kemaksiatan, salah satunya yaitu marah, Allah lebih menyukai orang yang dapat menahan marahnya, karena menahan marah itu lebih kuat daripada orang yang pandai bergulat. Dikutip dari Kumparan, terdapat cara dalam ajaran Agama Islam yang dapat kita lakukan pada saat marah itu memuncak, pertama yaitu dengan berwudhu akan menjadikan marah padam, karena setan diciptakan dari api sehingga dapat dipadamkan oleh air, kedua memperbanyak dzikir Kepada Allah akan menjadikan diri kita lebih tenang, ketiga melakukan sholat sunnah dimana ketika kita sujud, maka di situlah keadaan Hamba Allah yang paling dekat, keempat dengan duduk akan lebih menjadikan kita dapat menahan marah, karena ketika berdiri itu cenderung seakan berada pada posisi tinggi yang menjadikan seseorang itu akan mudah untuk melampiaskan marahnya, kelima memilih untuk diam menjaga ucapan, karena lebih utama berbicara yang baik atau diam, keenam membaca keutaman menahan marah yang akan menjadikan kita tahu bahwa keutamaan dari menahan marah sangat besar sehingga kita dapat meninggalkan perbuatan marah tersebut, dan yang terakhir yaitu berdo’a memohon pertolongan Kepada Allah tanpa henti agar segala kemaksiatan dapat kita hindari. In Shaa Allah ketika kita menjalankan baik itu salah satu ataupun kesemuanya, maka sikap marah tersebut akan dapat kita atasi dengan mudah.

Semoga bermanfaat ya :)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN