Mohon tunggu...
Khrisna Pabichara
Khrisna Pabichara Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, Penyunting.

Penulis; penyunting; penerima anugerah Penulis Opini Terbaik Kompasianival 2018; pembicara publik; penyuka neurologi; pernah menjadi kiper sebelum kemampuan mata menurun; suka sastra dan sejarah.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Artikel Utama

Ketidakadilan Gender dalam KBBI

6 Juli 2020   18:55 Diperbarui: 4 Juni 2021   17:15 6917
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V (Foto: badanbahasa.kemendikbud.go.id)

Di sisi lain, gabungan kata untuk lema perempuan sangat bejibun. Perempuan geladak, perempuan jahat, perempuan jalanan, perempuan jalang, perempuan jangak, perempuan lacur, perempuan lecah, perempuan nakal, perempuan simpanan.

Apa maknanya? Silakan ulik sendiri di KBBI. Seluruh gabungan kata itu bermakna buruk binti jelek. Tidak adil. Padahal, penutur juga kerap memakai frasa perempuan idaman bagi cewek yang membuat laki-laki jatuh cinta hingga tergila-gila.

Frasa perempuan idaman di mesin pencari Google malah mencapai hasil 5.910.000 hanya dalam 0,32 detik. Bandingkan dengan frasa perempuan lecah yang hanya mendapatkan hasil pencarian 33.000 dalam 0,44 detik. Frasa perempuan idaman yang memiliki potensi bermakna baik justru tidak dipungut oleh para pekamus.

Gabungan kata dari turunan lema janda juga banyak. Ada lima. Masing-masing janda belum berlaki, janda berhias, janda kembang, janda muda, dan janda tebal. Syukurlah karena makna lima frasa itu baik-baik.

Jangan bandingkan dengan sublema duda. Hanya ada dua. Duda caluk dan duda kembang. Saya heran karena pekamus tidak memulung frasa duda kaya, duda muda, atau duda keren. Padahal, maknanya positif. Di Google, hasil pencarian duda keren mencapai 1.240.000 dalam 0,36 detik. Adapun duda kembang hanya menghasilkan 228.000 pencarian dalam 0,33 detik.

(4)

Telah saya beberkan di awal tulisan ini bahwa markah makna untuk kelas feminin dalam KBBI rata-rata diletakkan pada awal definisi. Contohnya modiste 'wanita yang ahli dalam membuat pakaian wanita' atau suster 'wanita yang menjadi anggota perkumpulan kerohanian yang hidup di dalam biara'.

Saya sengaja memilihkan dua contoh kata yang bermakna baik atau positif. Lagi pula, capek hati juga kalau terus-terusan mengambil contoh kata yang bermakna buruk atau negatif. Banyak sekali. Selain itu, timpang dan tidak adil.

Para pekamus yang urun andil menyusun KBBI sebaiknya berlaku adil. Kalau memang kata berkelas feminin yang bermakna negatif tetap harus dicantumkan, sebaiknya berlaku adil dengan mencantumkan kata yang bersifat negatif untuk kelas maskulin.

Banyak kata atau frasa berkelas maskulin yang beredar di tengah penutur, tetapi tidak atau belum tercantum dalam KBBI. Ambil contoh berondong manis, bujang lapuk, om-om, atau suami gelap. Biar tidak jomplang ketidakadilannya.

Frasa duda keren juga layak dipungut. Biar jadi penghibur hati bagi barisan duda yang selama ini merasa dirinya keren. Hidup duda! [kp]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun