Khrisna Pabichara
Khrisna Pabichara Penulis

Perawat Rindu, Penyuka Sendu, dan Pencinta @amelwidyaa. Twitter: @1bichara; IG: @khrisnapabichara

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Bias Gender Bermula di Rumah dan Lingkungan

14 Juni 2018   10:55 Diperbarui: 15 Juni 2018   03:19 1867 6 2
Bias Gender Bermula di Rumah dan Lingkungan
Ilustrasi (Pixabay)

"Kamu cewek," seru Ibu sengit, "ngapain maen bola."

"Cakep-cakep kok maen masak-masakan," kata Ayah sambil berdecak-decak. 

Begitulah. Budaya kelelakian dan keperempuanan bermula dari kecil. Bermula di rumah.

Cuplikan dialog di atas sekadar ilustrasi belaka. Anggap saja prakata bagi tulisan ini.

Ilustrasi itu menegaskan bahwa, tanpa sengaja, anak-anak telah kita bekali kurikulum seks sederhana. Dalam hal ini seks berarti kelamin. Nama pelajarannya keren. Pendidikan Jenis Kelamin. Hanya saja, materinya sangat sederhana. Masih seputar (1) apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, (2) apa yang harus dan tidak harus dikerjakan, serta (3) apa yang pantas dan tidak pantas dipakai.

Ketiga materi tersebut merujuk pada jenis kelamin, yakni lelaki dan perempuan. Itu sebabnya saya namai Pendidikan Jenis Kelamin. Ibarat tangga, baru anak tangga terbawah. Kita belum belum beranjak ke tingkat Pendidikan Gender. Padahal, anak-anak mesti kita bekali pengetahuan tentang gender yang tepat dan memadai. 

Ketiga materi itu, sekali lagi, baru tingkat dasar. Padahal yang dialami semasa kecil di rumah sering terbawa hingga dewasa. Yang teringat hanya larangan: laki-laki harus begitu, perempuan harus begini. Celakanya, materi pelajarannya cuma menyentuh lapisan paling luar. 

Antara Jenis Kelamin dan Gender 

Banyak yang menyangka gender adalah perempuan. Gender dikira tertuju bagi perempuan saja. Alhasil, pikiran yang melintas begitu mendengar memperjuangkan kesetaraan gender berarti berjuang agar perempuan setara dengan laki-laki. 

Di situ letak kekeliruan pandangan kita terhadap gender.

Sederhananya begini. Jenis kelamin mengacu pada organ biologis laki-laki dan organ reproduksi perempuan. Laki-laki dan perempuan itu jenis kelamin. Laki-laki punya sperma, perempuan punya sel telur. Laki-laki membuahi, perempuan mengandung dan melahirkan. 

Jadi jelas, jenis kelamin tidak bisa dipertukarkan. Dari sononya laki-laki, dapatnya penis. Dari sononya perempuan, ya, dapatnya vagina. Tidak bisa pula diganti, kecuali kepepet. Ketika dilahirkan, kita tidak bisa memprotes jenis kelamin yang kita terima. Apalagi meminta ganti. Orangtua juga tidak punya daya mengganti jenis kelamin anaknya.

Pendek kata, jenis kelamin itu kodrat. Nah, Si Kodrat ini bersaudara dengan Si Takdir.

psmag.com
psmag.com

Adapun gender adalah seperangkat peran atau perilaku atau atribut yang dianggap layak bagi perempuan dan laki-laki. Anggapan itu dibangun oleh masyarakat. Lelaki, misalnya, identik dengan perilaku pemberani. Padahal ada juga perempuan yang pemberani. Perempuan, misalnya, identik dengan sikap lembut. Padahal ada juga yang lembut.

Peran lelaki sebagai kepala rumah tangga bisa digantikan oleh perempuan. Profesi perempuan selaku juru masak bisa digantikan oleh laki-laki. Begitu pula dengan dokter, pilot, guru, supir, atau satpam. Bahkan polisi dan tentara. Lelaki bisa jadi juru rias, perempuan bisa jadi tukang las. 

Atribut juga sama, bisa dipertukarkan. Perempuan bisa memakai celana panjang, laki-laki juga boleh pakai daster. Tunggu saja saat peringatan 17-an, ada bapak-bapak yang main sepak bola memakai daster atau rok. Kalung, gelang, cincin, atau arloji juga bisa dipakai oleh lelaki atau perempuan. Bahkan ada lelaki yang bergiwang dan perempuan yang bertato.

Dalam tubuh perempuan selalu ada unsur laki-laki. Sebaliknya juga begitu. Pendek kata, tidak seperti jenis kelamin, gender memungkinkan terjadinya pertukaran peran. 

Chief Arnold. Sumber: Tribunnews.com
Chief Arnold. Sumber: Tribunnews.com
Beranjak dari Buta Gender 

Apakah kita sudah bisa membedakan antara gender dan jenis kelamin? Jika belum, berarti kita masih buta gender. Kalau sudah, kita bisa membuka pintu sadar gender. 

Kesadaran atas gender akan muncul apabila kita sudah khatam dalam pembedaan dan perbedaan antara gender dan jenis kelamin. Masih kabur? Saya ringkas saja: jenis kelamin menyangkut organ biologis dan reproduksi, gender berkaitan dengan perilaku, atribut, dan peran. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2