Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Guru dan Penulis.

Mencipta wacana bermutu dari sistem berpikir Plato dan Aristoteles. Sarjana Filsafat dari STFK Ledalero sejak tahun 2002 dan seorang guru profesional sejak tahun 2008. Email: mengkakablasius@yahoo.com. --(C)2013-2020.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Tanggung Jawab Tiap Individu dalam Pendidikan Selama Krisis Corona

9 Juni 2021   08:42 Diperbarui: 9 Juni 2021   09:14 80 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tanggung Jawab Tiap Individu dalam Pendidikan Selama Krisis Corona
Foto: korantangerang.com.

 

Kualitas setiap sekolah selama masa krisis Covid-19 diukur dari seberapa tingginya tanggung jawab pribadi dari para siswa, guru, orang tua, pengawas sekolah dan pemerintah terhadap jalannya pendidikan. Salah satu hikmah dari krisis Covid-19 adalah demi menguji tanggung jawab setiap individu dalam pendidikan.

Sekolah mandiri dan sekolah digital membutuhkan tanggung jawab individu para siswa dan keluarga mereka. Tanggung jawab itu bertumpuan pada kesadaran bahwa semua siswa, keluarga, lembaga pendidikan maupun pemerintah memiliki satu komitmen utama, yaitu: demi menggapai masa depan bangsa dan tanah air yang cerah melalui pendidikan.

Salah satu kelemahan sistem pendidikan Indonesia adalah bahwa hampir semua Undang-Undang Pendidikan di Indonesia belum memberi tempat bagi tanggung jawab pribadi dari para siswa. UU Pendidikan lebih menekankan pendidikan sebagai tanggung jawab moral para guru dan orang tua.

Pada masa krisis Covid-19 ini menjadi jelas betapa pentingnya kompetensi dan tanggung jawab tiap pribadi dalam pendidikan. Tanggung jawab pribadi dalam pendidikan secara digital dikenali dan diperhitungkan. Tanggung jawab pribadi dilihat mulai dari pedoman kebijaksanaan hingga kegiatan pengawasan terhadap sistem administrasi sekolah dan pengawasan terhadap para siswa dan guru secara digital. Sistem manajemen sekolah, para guru, para siswa dan para orang tua harus memperlihatkan kejelasan, transparansi dan kehandalan.

Tanggung jawab pihak sekolah mulai dari SD hingga SMA/SMK dilihat dalam hal kualitas dan kuantitas pelajaran yang ditawarkan, desain pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh, ketersediaan guru dan umpan balik tentang kemajuan belajar para siswa secara digital. Transparansi pendidikan harus ditunjukkan di Website sekolah yang dapat dengan mudah diakses oleh para siswa dan para orang tua.

Sudah ada banyak sekolah dan guru yang sangat berkomitmen untuk menjaga kontak dengan siswa mereka dan mempromosikan mereka. Banyak orang lain tidak menginginkan kontak dan promosi itu. Sebab seringkali tidak ada gambaran umum terhadap prinsip, komitment dan kesepakatan tertulis tentang pedoman yang mengikat pada setiap sekolah. Agar tanggung jawab itu benar-benar dapat dipertanggung jawabkan nilai dan tujuannya. Tanggung jawab pribadi tidak berarti non-komitmen dan kesewenang-wenangan.

Mulai dari pemerintah, sistem administrasi sekolah, pengawas sekolah dan manajemen sekolah: semua tingkatan harus memenuhi tanggung jawab mereka. Tanggung jawab pribadi memperlihatkan standar atau pedoman tertulis yang jelas dan mengikat. Standar tertulis juga berupa pedoman kebijaksanaan pembelajaran digital, hubungan antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran digital. Pedoman itu harus terbuka terhadap ketersediaan umpan balik. Para siswa harus memahami, dan di atas segalanya, pedoman itu dilaksanakan secara konsisten.

Tanggung jawab pribadi dalam pendidikan juga mencakup akuntabilitas, baik kepada komunitas sekolah maupun kepada pengawas sekolah. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap tantangan mengajar di saat pandemi, sekolah harus menyediakan platform pembelajaran yang dapat digunakan oleh para siswa dan guru. 

Di dalam lembaga sekolah harus dibentuk tim guru untuk mengkoordinasikan seluruh pembelajaran digital. Seluruh sistem manajemen sekolah harus memiliki gambaran umum tentang berbagai peluang pembelajaran jarak jauh di sekolah sendiri.

Di sekolah, tanggung jawab komunikasi digital harus diperjelas oleh kompetensi pedagogis dari para pengelola sekolah. Kompetensi pedagogis ini harus diamankan dan diperoleh melalui pelatihan lanjutan secara cepat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x