Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Guru dan Penulis.

Mencipta wacana bermutu dari sistem berpikir Plato dan Aristoteles. Sarjana Filsafat dari STFK Ledalero sejak tahun 2002 dan seorang guru profesional sejak tahun 2008. Email: mengkakablasius@yahoo.com. --(C)2013-2020.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Pandemi Covid-19: Atasi Cemas, Perlukah Layanan Psikolog Online?

8 Juni 2021   20:30 Diperbarui: 8 Juni 2021   20:59 79 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pandemi Covid-19: Atasi Cemas, Perlukah Layanan Psikolog Online?
Foto: thehealthsite.com

     Tentu saja, sangat perlu bagi orang yang ingin mengatasi kecemasan akibat Pandemi Covid-19. Layanan konsultasi online berbayar khusus bagi orang yang cemas bisa memiliki banyak peminat. Sebelum pandemi Covid-19 mewabah, setiap hari bunyi sepeda motor meraung-raung di jalan raya. Mobil-mobil dan banyak kendaraan roda dua setiap menit melaju pergi dan pulang. Sekarang jalan-jalan raya tampak lebih sepih. Harga bensin mulai terasa mahal dan warga tidak punya banyak uang. Pandemi Covid-19 adalah krisis ekonomi yang mengancam kesehatan umat manusia.

     Yoseph (46) adalah karyawan swasta di sebuah Perusahaan. Kini ia harus setengah beristirahat karena pandemi Covid-19.  "Kalian tidak bekerja penuh, jadi tidak diberikan gaji penuh", kata menejernya. Yoseph kini menghabiskan banyak waktu di rumah saja, mengkarantinakan diri. Ia tidak membayangkan pandemi Covid-19 membuyarkan impiannya untuk kehidupan layak. Nafsu makannya menurun, ia sering merasa bersalah. Tidurnya tidak menyenyak lagi. Yoseph menderita tekanan mental akibat krisis ekonomi.

     Dengan larangan berkumpul ia sulit menemukan orang-orang yang bisa mendengarkan keluhannya. Di Indonesia, orang-orang seperti Yoseph banyak ditemukan di kota-kota hingga desa-desa. Sakit mental dipendamkan. Kondisi ekonomi tidak memungkinkan orang seperti Yoseph mendapatkan perawatan semestinya. Andaikata Yoseph membuka internet, ia bisa menemukan konsultasi perawatan kesehatan mental secara virtual dengan para ahli medis profesional.

     Pandemi Covid-19 memberi efek negatif untuk umat manusia di seluruh dunia, bukan hanya bagi mereka yang terpapar secara langsung tetapi juga bagi yang berimbas secara tidak langsung, bahkan juga di wilayah zone hijau. Di wilayah zone hijau, jutaan manusia berhenti dari lingkungan kerja dan hanya tinggal di rumah saja.

     Dengan tinggal di rumah saja, meskipun tidak terpapar Covid-19, banyak orang menderita gangguan mental akibat kecemasan. Gangguan mental terjadi ketika orang-orang membayangkan skenario terburuk dari pandemi Covid-19.

     Boleh dikatakan bahwa Pandemi Covid-19 terjadi seperti musibah Titanic, dunia seperti Titanic. Para penumpang Titanic baru saja memasuki akhir bulan Februari 2020. Penanggalan Masehi menghitungnya sebagai awal tahun 2020. Tidak ada orang di dunia dapat meramal bahwa seluruh dunia akan menghadapi masa ketidakpastian, isolasi, stres, kekhawatiran, depresi, kehilangan dan kesedihan. Musibah Covid-19 telah menghancurkan dan bertahan lama.

     Hinggar-bingar kemeriahan pesta akhir tahun 2020 dengan begitu cepat berganti dengan kondisi luar biasa yang tidak kita alami sebelumnya. Pandemi Covid-19 menimbulkan banyak tantangan, seperti: tantangan fisik, ekonomi dan tantangan emosional baru. Dengan tantangan-tantangan itu menyebabkan banyak orang telah menderita gangguan mental.

     Kesehatan mental adalah hal yang sangat penting untuk kesehatan fisik, kesejahteraan dan hubungan dengan orang lain. Sehingga belajar mengevaluasi dan mengelola kesehatan mental sendiri adalah sangat penting. Fluktuasi emosi adalah sebenarnya normal. Tidak jarang Anda merasa sedih dan kecewa ketika tidak mencapai tujuan atau berhalangan menghadiri perayaan keluarga. Ketika perasaan dan pikiran hanya berkisar pada kesedihan, kecemasan, stres atau depresi dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari (keluarga, pekerjaan dan relasi sosial), maka kondisi demikian mengakibatkan gangguan mental.

     Depresi dan kecemasan adalah penyakit-penyakit mental paling umum di seluruh dunia dan selalu terjadi bersamaan. Sebagai penyakit klinis, depresi dan kecemasan lebih dari sekedar kesedihan, kekecewaan dan stres. Depresi terdiri dari berbagai macam gejala. Gejala ini termasuk perasaan sedih, kehilangan motivasi, mudah tersinggung dan kehilangan minat pada hal-hal yang pernah Anda nikmati. Gejala depresi memengaruhi "fungsi" sehari-hari dan tanggung jawab pribadi. Penyakit ini dapat bertahan selama berminggu-minggu.

     Depresi didiagnosis ketika salah satu gejala di atas muncul selama dua minggu atau lebih dan berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari. Jika Anda sendiri mengalami gejala di atas atau orang yang Anda cintai menunjukkan gejala-gejala ini, waspadalah dan dapatkan perawatan dari praktisi pengobatan perilaku yang terlatih.

      Penting juga untuk mencari penilaian profesional jika kecemasan lebih dari sekedar suasana hati yang lewat dan menjadi bagian yang luar biasa dari pikiran dan perasaan seseorang yang secara negatif mempengaruhi hubungan dan tanggung jawab.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x