Ram Tadangjapi
Ram Tadangjapi Wiraswasta

Kutu Buku, Penggila Film, Penikmat Musik

Selanjutnya

Tutup

Film

Resensi Film One Hour Photo (2002)

11 Juli 2018   20:27 Diperbarui: 11 Juli 2018   20:28 300 1 0
Resensi Film One Hour Photo (2002)
(sumber: www.imdb.com)

Could I have my pictures now?

Nina Yorkin (Connie Nielsen) membawa rol film dokumentasi ulang tahun putranya untuk dicetak menjadi foto, di studio foto ia dilayani oleh Sy Parrish (Robin Williams) yang sudah lama menangani langsung pencetakan foto keluarga Nina Yorkin. 

Sekilas tidak ada yang salah dengan pribadi Sy Parrish, dia terlihat selalu ramah kepada setiap pelanggan yang datang ke studio foto tempatnya bekerja terutama pada Nina Yorkin. Namun dibalik semua itu tersimpan obsesi besar terhadap Nina Yorkin dan keluarganya, dia mulai memberikan perhatian secara khusus terhadap Jakob (Dylan Smith), putera Nina Yorkin. Sy juga memperhatikan kebiasaan dan kesukaan Nina dan berusaha untuk mengikuti hal tersebut untuk menarik perhatian Nina.

Ternyata sudah sejak lama Sy menaruh obsesi ke keluarga Nina Yorkin, setiap kali Nina meminta Sy mencetak foto dokumentasi keluarganya, ia selalu menggandakan foto tersebut untuk disimpan diapartemennya. Hasil dari penggandaan foto itu kemudian dia tempelkan di dinding kamarnya.

Sy kemudian curiga terhadap kesetiaan suami Nina yaitu Will Yorkin (Michael Vartan). Dia merasa ada perselingkuhan antara Will dengan Maya (Erin Daniels), Sy kemudian mengikuti kegiatan Will untuk menemukan bukti perselingkuhan itu yang akan dia serahkan ke Nina. 

Robin Williams dan Connie Nielsen (sumber: www.thatwasabitmental.com)
Robin Williams dan Connie Nielsen (sumber: www.thatwasabitmental.com)
Semuanya semakin runyam ketika pihak studio foto mencurigai kecurangan Sy saat melakukan pencetakan foto yang membuat Sy dipecat. Hal ini membuat Sy yang emosional melakukan sesuatu yang kemudian dianggap oleh pihak studio foto sebagai bentuk ancaman, bahkan Sy dalam keadaan frustasi mencoba menjebak Will dan Maya untuk membuktikan perselingkuhan mereka.

Robin Williams terkenal sebagai aktor serba bisa, memang lebih banyak dia dikenal sebagai aktor bergenre komedi, namun dia juga bisa berakting bagus diluar genre komedi, di film ini salah satu contohnya. Film hasil besutan Mark Romanek ini seolah memberikan ruang yang luas untuk Robin Wiliams mengeksplorasi kemampuan aktingnya, hasilnya Robin Williams mampu memberikan penampilan apik sebagai tukang cuci foto dengan emosi yang tidak stabil bahkan cenderung psikopat.

Plot cerita yang dibangun sangat sederhana, hanya tentang interaksi tukang cuci foto dengan pelanggannya. Namun unsur-unsur thriller serta twist yang tidak terduga menjadi daya tarik sehingga film ini sangat mudah dinikmati, meskipun ada beberapa bagian yang susah dimengerti jika tidak mengikuti alur ceritanya dengan sungguh-sungguh.