Mohon tunggu...
Laila Nur Fitria
Laila Nur Fitria Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

"Hidup adalah suatu cara dimana kita akan terus mengalami proses yang mungkin rumit, namun percayalah akan ada jalan dari setiap kesulitan yang kita lalui"

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Emm, Fakta Menarik Perbedaan antara Agresif dengan Kekerasan, Apakah Itu?

9 November 2022   22:12 Diperbarui: 9 November 2022   22:23 832
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi sifat agresif | sumber gambar: YesDok.com

Hal tersebut bisa dilakukan dengan mendengarkan cerita si anak mengenai penyebab yang melatarbelakangi perilaku agresifnya. Selain itu dengan pemahaman ini akan menumbuhkan sifat empati pada anak serta menjadi modal utama kepercayaan anak agar tidak sampai melakukan perilaku agresif .

b. Ciptakan Suasana PAKEM

Pakem merupakan singkatan dari (pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan). Dari pembelajaran tersebut akan terciptanya apabila program pembelajaran yang fleksibel, kelas yang aman dan nyaman, menyenangkan. Nah, dari suasan kelas tersebut akan juga mempengaruhi kondisi/ pemicu terjadinya agresif/ kekerasan dengan adanya hal tersebut.

c. Melakukan Upaya Catharsis

Merupakan upaya melakukan perilaku agresif ke aktivitas/ kegiatan yang positif sehingga dapat merubah anak menjadi ke arah yang lebih baik. Contohnya seperti anak yang mudah memukul barang, menendang, serta mendorong barang/ benda papun disekitarnya. 

Nah, kita arahkan untuk kegiatan lainnya seperti bermain bola, baket, volly atau lain sebagainya. Dengan adanya kegiatan tersebut anak akan merasa puas karena emosi/ kekesalannya dapat tersalurkan namun tidak sampai melukai aray menyakiti oranglain hingga membahayakan dirinya sendiri.

d. Menciptakan lingkungan yang nonagresif

Upaya dalam mengurangi perilaku agresif pada anak dapat kita usahakan pula dengan mengurangi timbulnya anak sehingga berperilaku agresif. Kita juga haru membebaskan anak dari lingkungan sekitar yang dapat menyebabkan perilaku agresif/ rangsangan yang dapat menumbuhkan hal tersebut. 

Misalnya kita dapat memberikan tontonan edukatif, mengalihkan dengan buku bacaan, serta melakukan pengawasan jika terdapat tontonan yang mengandung unsur kekerasan yang tidak baik dilihat anak yang takutnya akan ditiru oleh anak.

Mungkin itu sedikit pembahasan artikel kali ini mengenai sifat agresif serta kekerasan. Nah, semoga dengan informasi tersebut dapat menjawab ketidakpahaman/ kesalahpahaman mengenai pengertian ataupun unsur lainnya. Saya memohon maaf apabila ada kesalahan kata. Dan semoga artikel ini dapat bermanfaat yaa, See You The next Article.....

DAFTAR RUJUKAN

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun