Mohon tunggu...
Tsalitsa Masud
Tsalitsa Masud Mohon Tunggu... Lisa

Kalau tidak bisa melakukan semua, jangan tinggalkan semua, yang bisa kita lakukan Do it your best.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Intropeksi Dengan Self-Management, Menjadikan Kita Lebih Bersyukur

12 Mei 2020   13:46 Diperbarui: 12 Mei 2020   13:45 5 0 0 Mohon Tunggu...

Apa itu Self-Management?

Self management adalah pengendalian diri terhadap perbuatan yang dilakukan atau akan dilakukan, yang disandari dengan ucapan atau pikiran sehingga kita terhindar dari perbuatan yang tidak baik serta meningkatkan diri untuk berbuat baik dan benar. Misalnya: Memanagement waktu dengan sebaik-baiknya, dapat memilah antara waktu belajar dan waktu bermain. 

Sedangkan Self-Management menurut Cintya Cakraningrum, Psikolong. Adalah proses dimana kita mengarahkan sendiri perubahan tingkah lakunya dan strategi yang penting atau beberapa kombinasi atau gabungan dari strategi. Adapun tujuannya yaitu agar individu dapat menempatkan diri dalam situasi-situasi yang menghambat tingkah laku, yang hendak kita hilangkan. 

Dan belajar untuk mencegah timbulnya perilaku yang tidak diinginkan. Dalam arti kita dapat mengelola pikiran, perasaan, dan perbuatan kita, sehingga dapat mendorong pada pengindraan terhadap ha-hal yang tidak baik dan meningkatkan diri untuk berbuat baik dan benar.

Sebagai seorang muslim kita di haruskan terus belajar dan belajar  demi menggapai cita-cita yang tinggi. Maka dari itu, salah satu upaya untuk menggapainya adalah dengan memanajemen diri kita. Dengan begitu kita dapat intropeksi diri, karena usaha dari diri kita sendiri agar menjadikan istiqamah dan terkontrol dengan baik. Seorang cenderung lebih waspada jika perilaku mereka mengakibatkan suatu yang tidak diharapkan. Hal ini, seseorang untuk menjadi lebih baik itu memang sangatlah sulit juga berat, tetapi kita dapat mengubahnya memanage diri kita. Seperti: memotivasi diri kita sendiri dan yakin "aku pasti bisa". Karena disaat kita ada kemauan pasti ada jalan, yang awalnya sulit dan lama-lama akan menjadikan suatu kebiasaan.

Nah, di tengah wabah seperti ini yang semakin hari semakin banyak penyebaran COVID-19, perlunya kita memanage diri kita. Misalnya: menjaga kesehatan, karena disaat seperti ini sangatlah rawan penyebaran COVID-19 (tidak keluar rumah, mencuci tangan,jaga jarak, pakai masker, dan tidak banyak berkumpul dengan orang), kita tidak tau dimana virus ini menyebar. Maka dari itu, diperlukannya kerjasama antar pemerintah, masyarakat, dan lembaga keilmuan yang lain. Lebih baik memilih mana yang menjadikan kita aman seperti dianjurkannya lockdown atau social distancing. Kalau dikatakan bosan pasti semua merasakan, toh ini juga untuk kebaikan kita sendiri.

Tercatat 2 bulan lebih kira-kira, Jumlah Kasus Positif Covid-19 Jadi 14.265 Orang. Hal ini, dampak dari adanya COVID-19 sangatlah drastis dan mengubah semuanya. Yang awalnya pekerja sekarang jadi pengangguran, akibat tidak bisa menggaji dan tidaknya pemasukan, akhirnya  PHK. Banyaknya keluhan, resah, cemas dari masyarakat Indonesia, khususnya orang yang tidak mampu, sulit untuk biaya makan sehari-hari karena apa-apa sekarang serba mahal. Pendapatan usaha kecil akhirnya pupus habis, Mereka adalah pekerja warung, toko kecil, pedagang asongan, pedagang di pasar, hingga pekerja lain yang menggantungkan hidup dari pendapatan harian termasuk di pusat-pusat perbelanjaan dan pengendara ojek online, dapat saja sudah Alhamdulillah walaupun pas-pasan. Maka dari itu, bagaimana kita memanage diri karena di situasi seperti ini harus serba mengirit.

Tapi ingat, disetiap kejadian pasti ada hikmahnya karena ini semua adalah kehendak-Nya. Selalu bersyukur atas nikmat yang tak terukur. Semoga wabah ini cepat berlalu dan kita semua dijauhkan, dilindungi oleh Allah SWT. dari wabah corona ini. Aminnn.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x