Mohon tunggu...
David Edison
David Edison Mohon Tunggu... Guru - Guru dan Public Speaker

Alumnus STF Driyarkara Jakarta, Graduate 2014. Tertarik dengan masalah humanitas karena manusia pada kenyataan asalinya merupakan Subjek pada dirinya.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mengenal Upacara Penti dalam Budaya Manggarai

1 April 2012   08:48 Diperbarui: 4 April 2017   16:20 11626
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

 

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sebagai suatu kelompok masyarakat, orang-orang Manggarai memiliki kebiasaan yang bernilai tertentu.  Kebiasaan itu telah diwariskan secara turun-temurun. Kita  dapat mengatakan hal itu sebagai kebudayaan. Salah satu  budaya Manggarai adalah budaya syukur yang  diungkapkan dalam suatu upacara meriah yaitu penti.

1.2.Tujuan Penulisan

Hal yang menarik berkaitan dengan upacara penti adalah bahwa orang-orang Manggarai berusaha memelihara kebiasaan itu. Sayangnya, tidak semua kampung di Manggarai menjalankan upacara itu oleh karena beberapa hal. Hal ini mengundang minat pemakalah untuk membahas upacara itu. Dalam makalah ini, pemakalah, yang adalah para putra Manggarai, hendak membahas upacara itu. Tujuannya adalah agar para pembaca mengenal meski serba sedikit tentang upacara penti. Pemakalah berharap dengan bertambahnya pengetahuan anak-anak bangsa akan budaya daerah, semakin dikembangkanlah sikap menghargai kekayaan budaya nasional. Harapan selanjutnya adalah semoga para putra bangsa mengembangkan sikap pluralis dan penghargaan terhadap perbedaan yang tak terbantahkan dalam konteks kebangsaan kita.

 

BAB 2

SEKILAS TENTANG MANGGARAI

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun