Menyesal

26 Mei 2013 15:23:00 Dibaca :

MENYESAL

ketika pagi bersenda gurau

lupa senja telah menjemput

arang telah mencoreng

berjalan tanpa muka, tanpa arah

di keriput wajah

gemetar membaca usia; sesal!

Bengkulu, 12 Maret 2013

MENCARI JEJAK YANG HILANG

aku mengelepar di panas dosadosa mencumbuimu

mencoba menyeruak di kedalaman sukmamu

tak kutemukan ada aku

hingar bingar desah birahi telah memanggang diri

hingga menjadi abu dan debu

menghilang tertiup angin yang marah.

kesia-siaanku adalah

mencoba mencari gudang diksi

yang kausimpan, aku tak menemu kunci untuk membukanya

lalu biarkan aku pergi jauh dari denting dawaimu

aku tak ingin mendengar suara denting itu lagi

biarkan aku hilang tanpa jejak yang terlacak

sebab langkahku begitu samar dan lindap

Bengkulu, 2 Pebruari 2013



IMAJINASI

dari rahim malam anak-anak sajak lahir

yang kautitip benih lewat angin

bayi-bayi sajak menggelepar mencari ibu

yang ditinggal di lorong-lorong gelap

perlahan namun pasti

akan menemu ajal di ujung sepi

:imajinasiku mati!

Bengkulu, 2 Pebruari 2013

PEBRUARI PENUH KASIH



engkau datang lagi di kelam langit

mewarta cahaya kasih sepanjang pebruari



jangan kau beri cokelat atau seikat mawar merah

hatiku telah dipenuhi aroma pink

tetaplah kasih ini padamu sepanjang waktu

:mengabadi!



Bengkulu, 1 Pebruari 2013

TENTANG KITA

kita adalah api lilin yang menerangi kamar gelap

lambat laun akan padam bersama hancurnya

tersisa hanya ada seonggok malam

kian pahit mesti kita telan malam telah merampas siang

kita adalah gelombang dalam lautan

datang menerjang pantai lalu pergi ke tengah

mencari angin untuk kembali

kita adalah dua orang asing

mencoba untuk saling memahami

bahasa berbeda serta ruang yang tak sama

mencoba membaca mimik wajah

dalam diam dalam riuh

kita sendiri menepis sepi

AM, 26102912

AKU INGIN KEMBALI



ada yang datang ada yang pergi

lalulalang antar nyata dan imaji

lesap serupa mimpi kesiangan

hujan desember masih membasah

di antara rembesan air ngalir rindu

mencari laut menaut resah

esok ketika matahari tiada lagi

aku ingin kembali kepangkuanMu saja

AM, 12122012

SEPI ITU



api  telah membakar kayu tiangtiang penyangga huma

Apatah mau dikata  air tak sanggup padamkan api hangus menjadi arang

Tak akan kulawan deras arus sungai, kubiarkan  hanyutkan tubuh lunglai

pesonamu telah merobek sukma hingga berdarah

tangan tengadah dalam pinta tak berjawab

kembali bersendiri dalam gelap malam

mimpipun enggan singgah

ranjang bisu menjadi beku

Usah lagi sinarmu ketuk hatiku,

biarkan gelap menjadi teman malamku

Akan kulumat sepi menjadi serpihan

kutelan sendiri hingga tiada tersisa lagi

AM,  07072012



WAKTU YANG BERLALU

sudah hampir menjelang petang

waktu banyak  terbuang sia-sia

hanya menyulam asa tanpa realita

masih juga terus menengadah

mengapa setiap kali melangkah

terjerumus dalam  lobang yang sama

betapa bebalnya diri ini

tak mampu menjinakkan hati

waktu telah hilang, tak akan terganti

tinggal menagisi, ketololan diri

tiada lagi tempat tuk sembunyi

dari kejaran dosa-dosa diri

sebelum ajal menjemput

kuingin bertaubat

dengan taubatan Nasuha

tidak hanya sebatas kata

Argamakmur, 6 Januari 2012

IMLEK

di kampung pecinaan

orang-orang memakai baju merah

: gong xi fat chai!

barongsai melompat-lpmpat suka cita

menangkap amplop merah

: ampou

Bengkulu, 10 Pebruari 2013

PEREMPUAN DAN PUISI

seorang perempuan mencintai puisi

saban hari merajut kata-kata menjelma segudang mimpi

di sebalik kata dia menyimpan resah dan gundah

yang teriris hatinya; luka-luka begitu nganga

perempuan itu menanak hari dengan api cinta

yang terus berkobar menyala di dada

puisi jadi kekasih hati yang tak pernah mati

meredam gejolak, dan debar dengan bait-baitnya

perempuan dan puisi terus bermimpi

meraih cintanya yang hilang pada setangkai daun

yang diterbangkan angin

oh, perempuan bangunlah dari mimpi!

Bengkulu, 10 Pebruari 2013

SELEMBAR DAUN GUGUR (LAGI)

: Begawan Penabur Kasih

Selembar daun menguning di ujung ranting

jatuh tertiup angin yang singgah

tak bisa mengelak dari belaiannya

pasrah pada kehendak musim

helai demi helai meluruh pada tanah basah

meninggalkan pokok pohon sendiri

yah, pada akhirnya kita bersendiri

kembali kepada kehendakNya

sampai entah!

Bengkulu, 9 Pebruari 2013

MEMBACA USIA

april datang lagi membawa berita duka

pada selembar kertas buram serpihan hidup

tergambar jelas pada catatan-catatan tahun lalu

aku lupa menyimpannya di lemari tua

pada rambutku telah dua warna, hitam dan putih

penanda telah penatnya warna menanggung rekat

lalu terkelupas warna hitamnya, tampak warna asli

putih, kembali pada kesucian hati

retina mata mulai memudar membiaskan cahaya

dari  kedalaman hati, aku melihat dunia

kian bersolek  dengan kilaunya

tak kusadari ternyata hari telah beranjak senja

sedang bekal belum juga terkumpul di bakul

Tuhan,  beri aku waktu seribu tahun lagi

10 Pebruari 2013

Yusti Aprilina

/yustiaprilina

ingin melukiskan seribu impian
dengan untaian kata.....

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?