Mohon tunggu...
Yonathan Christanto
Yonathan Christanto Mohon Tunggu... Penulis - Karyawan Swasta

Moviegoer | Best in Specific Interest Kompasiana Awards 2019

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"Bird Box", Perjuangan Ibu di Tengah Serangan Entitas Asing Pasca Apokaliptik

2 Januari 2019   09:12 Diperbarui: 2 Januari 2019   12:14 1651
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tidak salah memang membandingkan film ini dengan A Quiet Place mengingat tema besarnya hampir sama. Yaitu bagaimana proses bertahan hidup seseorang di masa pasca apokaliptik dengan cara tidak menggunakan salah satu indera mereka. Hanya saja perbandingan tersebut sebenarnya kurang tepat.

A Quiet Place yang tema besarnya adalah berusaha senyap demi menghindari kejaran monster yang sangat sensitif terhadap suara, jelas merupakan thriller murni dengan jalan cerita hide and seek yang khas disertai bumbu drama yang melengkapi sajian kisahnya.

Sementara Bird Box yang tema besarnya adalah bertahan hidup dengan berusaha menutup mata demi tidak melihat entitas asing yang mempengaruhi pikiran mereka, justru lebih menyajikan unsur drama yang lebih kental dalam latar thriller yang sebenarnya juga tak kalah mencekam.

Slashfilm.com
Slashfilm.com
Unsur drama yang kental dengan kisah kemanusiaan yang lebih dominan dibanding adegan thriller kejar-kejaran, justru mengingatkan film ini akan serial televisi populer The Walking Dead.

Film ini memang bergerak dengan alur lambat demi membangun sisi emosional antar penyintas, dengan sesekali dibumbui teror yang datang baik dari internal kelompok mereka maupun entitas asing itu sendiri. 

Meskipun unsur drama tersebut tidak selalu berjalan mulus, namun itulah yang coba dinarasikan Bird Box alih-alih mendompleng kesuksesan A Quiet Place dengan membuat film yang sama persis.

Pesona Sandra Bullock dalam Bird Box

Setelah peran fenomenalnya sebagai penyintas angkasa luar dalam film Gravity yang menuai banyak pujian, Sandra Bullock sekali lagi menunjukkan karisma dan kemampuan akting kelas A-nya dalam film ini.

Indiewire.com
Indiewire.com
Perannya sebagai ibu yang berani mengorbankan segalanya demi anak-anaknya, mampu divisualisasikannya dengan baik dan menyentuh. Ditambah dengan melakukan berbagai aksi dengan mata tertututup, menjadikan Malorie sebagai salah satu karakter wanita yang cukup inspiratif dalam film.

Sandra Bullock jelas telah merubah image-nya sebagai aktris spesialis film komedi romantis. Ia telah naik ke level yang lebih tinggi karena semakin berani mengambil peran penting di film-film serius dan yang mengutamakan tema girl power sebagai kisah utamanya. Tentunya pesonanya sebagai wanita tangguh berhasil ia pertahankan dan tentunya semakin di maksimalkan di film ini.

Teknis yang Digarap dengan Baik

Sebenarnya agak kaget juga mengingat film ini kemudian hanya eksklusif ditayangkan pada platform streaming Netflix bukan bioskop. Pasalnya, teknis film ini digarap dengan begitu serius layaknya film-film layar lebar lainnya.

Marketwatch.com
Marketwatch.com
Mulai dari tone warna, pencahayaan, teknik kamera, hingga CGI yang cukup halus, semuanya digarap dengan maksimal. Salvatore Totino yang sebelumnya menjadi sinematografer film Spiderman: Homecoming dan Everest, dengan cerdik menggunakan kombinasi teknik pengambilan gambar melebar dan aerial pada berbagai adegan yang melibatkan latar luar ruangan khususnya di alam terbuka.

Sementara pada adegan di dalam ruangan, dia lebih memaksimalkan teknik pengambilan gambar yang berfokus pada tiap karakternya agar lebih terlihat sisi emosionalnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun