HEADLINE HIGHLIGHT

Gangnam Style, K-pop yang Mendunia

23 September 2012 19:14:53 Dibaca :
Gangnam Style, K-pop yang Mendunia
Gangnam Style (sumber : allkpop.com)

Siapa yang gak ngalamin Demam Korea atau dikenal sebagai  Hallyu atau Korean Wave,  mungkin ada yang gak tau tapi kebanyakan remaja putri  atau para wanita Indonesia sudah lama demen dengan film korea apalagi para aktornya yang ganteng dan "unyu-unyu".

Istilah Demam Korea  mulai dikenal ketika menyebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia. K-pop atau Korean Pop atau Musik Pop Korea, adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan yang sudah merambah ke suluruh dunia.

Kalo tadinya wanita dan gadis Indonesia demen banget dengan tampang unyu-unyu para aktor korea, kali ini mungkin akan sedikit kecewa karena Park Jae Sang, atau yang lebih dikenal dengan  PSY  walau belum memenuhi kriteria dasar  aktor korea yang "unyu-unyu" atau diggandrungi. Namun melalui lagu dan "goyangannya", ia mampu mengguncang dunia.  Padahal menurut sebagain orang, lagu dan gayanya ini biasa-biasa saja, bahkan ada yang menilai konyol dan lucu.

Ya bener! Melalui  GANGNAM STYLE atau Gaya Gangnam , sebuah singel K-pop, yang pertama kali dirilis pada tanggal 15 Juli 2012, mampu menyihir banyak orang di dunia. Videonya di youtube saat ini telah dilihat sebanyak 253,690,773 kali, Jumlah  yang fantastis. Sehingga banyak media internasional mengulasnya dalam berbagai sudut pandang dan penilaian.  The Los Angeles Times menulis pada   tanggal 4 Agustus lalu,   bahwa popularitas "Gangnam Style" ini "tak terbendung" dan telah "mengambil alih dunia

Apabila anda melihat video youtube melalui  http://www.youtube.com/user/officialpsy, anda dapat menyimpulkan sendiri, berbagai video youtube yang bertema Gangnam Style  rata-rata telah dilihat lebih dari jutaan kali.

Untuk mendongkrak kepopulerannya, pada 17 Agustus, video musik baru berjudul  Oppa is Just My Style kemudian dirilis dengan inti syair yang gak  jauh berbeda, hanya beberapa penambahan lirik dan dinyanyikan oleh penyanyi wanita, Hyun personel grup 4minute.

"Gangnam Style" sendiri, menurut wikipedia yang dihimpun dari berbagai artikel, merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan gaya hidup mewah sebuah distrik di Korea Selatan. Distrik Gangnam namanya. Di kawasan elit dan trendi di Seoul bertempat tinggal  banyak artis papan atas, publik figur dan yang lebih unik lagi, di distrik ini terdapat  90 % dari 300-an klinik operasi plastik di Korea Selatan.

Mulai dari Katy Pery, Britney Spears, Josh Groban, Justin Bieber, hingga pembawa acara Ellen DeGenners juga demen banget dengan Gaya Gangnam ini.

Saking ngetopnya, kabarnya Gangnam Style telah mendapatkan beberapa nominasi untuk ajang MTV European Music Awards yang akan digelar di Frankfurt, Jerman, 11 November mendatang.

Gak disangka, bermodal media sosial, video yang berdurasi 4:13 ini sangat cepat disebar oleh para penggemar K-Pop ke seluruh dunia.

Ketika tampil di acara Ellen DeGenners Show,   Park Jae Sang  mengatakan bahwa  konsep goyangannya adalah "Dress Classy, Dance Cheesy". Oleh karena itu, dalam acara tersebut  ia meminta Britney Spears untuk gak usah ragu  melakukan gaya yang diajarkannya. Mudah dan sederhana.

"Berpakaian berkelas, namun menari murahan", mungkin sebuah konsep sederhana yang diciptakan Pak Jae Sang atau PSY, namun dapat saja diartikan oleh berbagai orang sebagai sindiran sosial  atau hanya sebuah lelucon biasa agar semua orang gak  harus ragu ketika ingin bergoyang.

Musik, lirik, dance melalui video clip dikemas dengan apik yang juga melibatkan artis papan atas korea di dalamnya.

Mungkin bagi kritikus musik dan budaya Indonesia dapat melihat video musik ini dalam berbagai sudut pandang. Mulai dari gaya, musik atau kostum yang digunakan dalam video clip tersebut. Namun yang pasti, warga korea mampu memperkenalkan K-Pop sebagai bagian dari salah satu budaya modern mereka untuk mengantar warga dunia melirik korea, baik parawisatanya, bahasa maupun budaya aslinya.

Inilah salah satu contoh dimana, K-Pop didukung penuh oleh berbagai lapisan masyarakatnya dengan memanfaatkan internet khususnya media sosial untuk memperkenalkan Korea Selatan. Semua terlibat untuk menyebarkan Demam Korea menjadi salah satu momentum agar penduduk dunia melihat korea dalam sisi yang berbeda.

Apa kepopuleran K-pop kemudian dapat diikuti dengan memodifikasi musik dangdut atau goyang poco-poco dalam kemasan yang lebih menarik untuk disajikan kepada dunia melalui media sosial? Bisa saja! Kita adalah negara yang kaya akan keragaman budaya.  Siapa tau, ada anak bangsa yang mampu melihat ini sebagai peluang.  Namun tentu saja perlu didukung oleh seluruh kalangan,  termasuk pengusaha, seniman dan budayawan di tanah air.

Bayak hal yang dapat dipetik dan dipelajari dari demam korea karena Gangnam style ini. Bukan saja masalah musiknya, namun juga mengenai pemanfaatan media internet dengan sebaiknya, sebagai salah satu cara yang cukup ampuh didalam menyebarkan informasi  mengenai keberadaan suatu negara dan budayanya.

Musik,lagu,  tari dan keanekaragaman budaya lainnya cukup penting diperbincangkan melalui media sosial, selain masalah politik dan sosial  lainnya yang sudah menjadi santapan bacaaan kita sehari-hari.

Nah yang ini Kurang lebih 1000 orang di Bundaran HI Goyang "Gangnam Style"

Tovanno Valentiino

/valentino

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Hanya Seorang Pemimpi

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?