Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Jangan Mempertaruhkan Masa Depan Kita

15 Agustus 2017   06:41 Diperbarui: 15 Agustus 2017   18:58 4596
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Akibat Kurang Cermat Jadi Penyesalan Seumur Hidup

Sudah teramat banyak saran ,maupun nasihat baik yang disampaikan secara lisan,maupun dalam bentuk tulisan,yang mengingatkan betapa pentingnya kehati hatian  dalam menentukan pilihan Karena pilihan kita hari ini,bisa jadi akan menentukan masa depan kita . Bukan hanya dalam memilih pasangan hidup,tapi tak kurang pentingnya adalah menentukan investasi  demi untuk  mempersiapkan masa depan keluarga

Namun tidak jarang saking gencarnya saran dan nasihat yang masuk,sehingga tidak lagi ditanggapi dengan cermat. Ibarat ketika berlalu lintas dijalan raya,saking banyaknya bunyi klakson yang sesungguhnya tidak perlu,menyebabkan pengemudi kendaraan menjadi cuek dan menganggap klakson hanya bagian dari kebisingan.Sehingga ketika benar benar ada klakson yang maksudnya mengingatkan ,bahwa arah jalan yang akan dimasukki adalah sangat berbahaya,tidak lagi diperhatikan.Akibatnya, kendaraan terperosok kedalam lubang yang mengangga.

Kejadian  seperti inilah yang juga terjadi dalam kehidupan .Yakni ketika orang bingung,mau menentukan ,kemana hasil kerja kerasnya mau diinvestasikan? Saat saat seperti inilah yang merupakan sesuatu yang patut di pikirkan secara tenang dan mantap,sebelum mengambil keputusan. Karena salah melangkah,maka hasil kerja keras selama bertahun tahun ,bisa amblas dalam  waktu sekejab.Salah membajak sawah,rusak  padi semusim.Salah memilih investasi ,rusak masa depan selama lamanya

Yang Perlu Dihindari
Hindari  investasi dalam bentuk barang bergerak ,seperti mobil ,kecuali untuk di rentalkan .Hal inipun harus dilakukan dengan cermat,karena banyak kejadian ,kendaraan yang direntalkan ,tak pernah kembali lagi,karena dilarikan orang. Jangan lupa bahwa setiap barang bergerak memiliki resiko tinggi dan pengurangan nilai,setiap kali ketinggalan tahun pembuataan. Walaupun kendaraan masih dalam garase dan tidak dipakai,namun harga jualnya tetap akan mengalami penurunan.

Hindari investasi pada bidang yang tidak dikuasai dengan baik.Orang lain berhasil dalam investasi suatu barang, belum tentu kita juga bisa sukses, bila tidak sungguh sungguh memahami secara mendasar.

Jangan Percaya Pada Orang Besar dan Penting
Jangan pernah percayakan uang pada "orang besar atau orang penting" ,karena banyak orang penting bodongan dimasa kini, atau beli emas murni di toko mas yang ada garansinya. jangan beli emas perhiasan,karena ketika akan dijual akan ada pemotongan harga yang cukup besar.Jauhkan diri dari yang namanya arisan emas batangan,karena kebanyakan berakhir dengan tipuan.Kalau belum memungkinkan, masukan dana di deposito,jangan di ATM,karena godaan setan banyak,untuk mengajak gesek gesek.

Jangan pernah percaya, bila ada yang menjanjikan bunga 20 persen atau bagi hasil 30 persen,Dijamin seribu persen bohong, .Bila investasi dalam bentuk mas batangan,dolar ataupun benda berharga lainnya,jangan ambil resiko dengan menyimpan dirumah.Sewalah safety box di bank yang dijamin oleh pemerintah .Lebih baik keluarkan dana Rp.300 .000 setahun,daripada mendatangkan marabahaya bagi keluarga.

Hindari Tergoda Investasi Pada Barang Antik
Karena harga jual dari barang barang "antik" ini bersifat temporer. Begitu mood nya berlalu, maka nilainya akan anjlok. Yang  yang tadinya dinilai 100 juta, setelah masa heboh berlalu,mungkin harganya hanya tersisa 1 juta rupiah, sesuai dengan harga aslinya.Tengok saja ikan Arwana atau tanaman Gelombang cinta ,yang katanya dari Afrika ,pernah berharga jutaan rupiah.Kini 100 ribuan dapat dibeli dimana mana.

Barang Kuno
Salah seorang teman saya membeli sebuah patung :" Kwan Im" yang menurut penjualnya sudah berusia lebih dari satu abad,seharga 40 juta. Dengan iming iming ,sudah ada calon pembeli, yakni seorang kolektor dari Jepang, yang sudah menawar 1,2 miliar rupiah,berdasarkan foto yang diupload melalui email.Setelah dibeli, calon pembeli datang dan menengok langsung :" barang kuno" tersebut. Ia hanya geleng geleng kepala dan tanpa berkomentar apapun ,langsung meninggakan teman saya yang terpana.. Ternyata :" benda kuno " itu harganya Cuma Rp. 500.000,-- made in China. Yang dihapus semua merknya dan ditanam di tanah selama satu bulan, sehingga ketika di gali,persis barang kuno, yang sudah menghijau ,karena proses jamuran.

Yang tampaknya enak, bisa jadi racun,bila tidak tahu cara menyantapnya.Begitu juga Bisnis sesuatu yang tampaknya menggiurkan ,bisa berakibat fatal, stress dan depressi ,bila tidak memahmi dengan sungguh sungguh.Hindari "gatel "tangan untuk ikutan investasi dibidang yang awam bagi kita,agar terhindar dari penyesalan seumur hidup

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun