Fotografi dalam Geografi

27 Oktober 2012 00:36:05 Dibaca :

st3v3nsutantro.wordpress.com

@StevenSutantro



Pelajaran Geografi sering diidentikkan dengan pelajaran yang hanya terbatas pada mengingat dan menghafal. Tanpa disadari, guru seringkali terjebak dalam kebiasaan mengajarkan siswa hanya mengetahui fakta-fakta geografi tanpa menarik siswa untuk mengeksplorasi dan menyaksikan fenomena geografi. Padahalseperti yang kita ketahui, pelajaran Geografi memiliki makna yang sangat mendalam yaitu ilmu yang mempelajari gambaran permukaan bumi. Oleh sebab itu, guru Geografi perlu merefleksikan kembali pada makna dari ilmu Geografi tersebut dengan memberdayakan gambar-gambar yangmerepresentasikan keindahan dan keagungan bumi ciptaan Tuhan ini. Seperti pepatah mengatakan, “gambar mewakili ribuan kata-kata.” Melalui gambar atau foto, Geografi akan menjadi lebih efektif dalam menyampaikan fakta, makna, bahkan refleksi fenonema alam daripada sekedar menghafal kata-kata. Untuk itulah, penulis akan menguraikan beberapa langkah yang dapat diterapkan guru untuk mengintegrasikan fotografi dalam mata pelajaran Geografi.



Implementasi fotografi dalam mata pelajaran Geografi memiliki beberapa langkah sederhana dengan mengintegrasikan teknologi komputer dan internet. Pertama-tama, guru dan siswa perlu sama-sama membahas gambaran umum materi yang dibahas. Hal inimencangkup teori, klasifikasi, dan contoh-contoh umum dari materi yang dipelajari. Kemudian, setelah membahas gambaran umum materi, guru dapat membagi siswadalam kelompok untuk mendiskusikan materi-materi yang berbeda dari bab tersebut. Sebagai contoh, kita akan membahas materi biosfer. Kelompok yang satu membahas tentang jenis-jenis bioma seperti bioma taiga, kelompok yang lain, ada yang membahas jenis bioma yang lain seperti tundra, gurun, dan juga laut. Lalu, guru mengelaborasi setiap bioma dengan menampilkan contoh-contoh foto dari berbagai sumber. Salah satu sumber foto-foto yang resolusinya tinggi dapat diambil dari majalah atau website National Geographic. Guru dapat menampilkan foto-foto tersebut dari majalahnya langsung ataupun dari website melalui proyektor. Dalam hal ini, guru dapat memberikan contoh dari berbagai macam bioma yang ada di seluruh dunia. Dengan memberikan foto, lokasi, dandeskripsi singkat guru dapat membuat kenangan akan keindahan bioma yang sulit terlupakan oleh siswa. Bahkan dengan gambar, guru pun dapat langsung menjelaskan ciri-ciri bioma, contoh flora, dan fauna dari biom tersebut dengan lebih bermakna. Selanjutnya, untuk menantang siswa menganalisis foto tersebut, guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan mendalam seperti "Apa manfaat dari setiap keunikan bioma yang ada? Mengapa Tuhan menciptakan berbagai macam bioma? Bagaimana manusia seharusnya memaksimalkan potensi bioma?" Seperti yang dikemukan di atas, dengan gambar, siswa lebih dari sekedar menghafal sedikit kata-kata, tetapi juga ribuan kata yang terintegrasi dengan emosi, perasaan, dan logika yang menguraikan makna dari gambar tersebut. Foto juga akan membuat siswa mengungkap analisis mendalam mengenai suatu topik yang dapat dilakukan oleh guru dengan meminta siswa mencari foto kerusakan bioma yang ada di seluruh dunia melalui internet atau koran dan majalah. Bahkan, guru dapat menantang siswa untuk mencari foto tersebut dari lingkungan sekitar mereka. Selain memacu kreativitas siswa dalam teknik fotografi,siswa akan berlatih untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya. Kemudian siswa juga perlu menganalisis 5w + 1h dari foto tersebut menggunakan kata-katanya dan mempresentasikannya di depan kelas. Dalam mengeksplorasi foto, guru dapat membimbing siswa untuk mencari foto - foto yang relevan dengan masalah bioma. Dalam mempresentasikan foto, berikan pertanyaan refleksi yang mendalam dengan pertanyaan seperti, "Mengapa bioma tersebut rusak?", "Apa yang membuat manusiamerusaknya?", "Bagaimana usaha pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan biomayang rusak?", "Hal sederhana apa yang dapat kamu lakukan untuk mejaga dan melestarikan keindahan bioma?", "Bagaimana manusia seharusnya memaksimalkanpotensi bioma?" Dari satu gambar yang dipresentasikan, siswa dapat berpikir sambil merefleksikan jawaban dari pertanyaan tersebut. Kemudian, salah satu anggota kelompok dapat mencatat jawaban-jawaban dari anggota kelompoknya. Namun, kreativitas fotografi tidak berhenti sampai disini. Siswa dapat mengumpulkan foto-foto favorit mereka beserta komentar dan refleksi terbaik mereka untuk ditampilkan dalam bentuk blog yang didesain menarik. Blog dapat dibuat secara berkelompok maupun individu. Selain memotivasi siswa untuk menulis, blog yang berisi foto-foto tersebut juga dapat memotivasi siswa untuk secara langsung menerapkan hal sederhana yang dapat mereka lakukan untuk melestarikan bioma. Siswa juga dapat langsung menyebarkan foto-foto tersebut melalui berbagai macam media sosial seperti twitter ataupun facebook yang dapat dilihat para pengguna media sosial. Dengan menampilkan foto dari blog, siswa juga dapat mengkampanyekan pelestarian bioma di seluruh dunia. Foto-foto yang didukung refleksi siswa tidak hanya akan menambah pengetahuan berupa fakta-fakta geografi tetapi juga akan menginspirasi jutaan penduduk dunia untuk mengapresiasi dan melestarikan bioma. Aksi sederhana ini akan membangun kepercayaan diri siswa untuk menjadi agen perubahan untuk mencari foto-foto yang ada di lingkungan sekitar mereka maupun dari internet untuk menginspirasi dunia melalui media sosial di internet. Bahkan, untuk pengembangan lebih lanjut, siswa dapat mengupdate foto-foto tersebut dan mempercantik foto tersebut dengan teknologi editor foto dengan instagram. Hal ini tentu saja akan menarik siswa untuk terus mengeksplorasi foto-foto dan memberikan respon reflektif yang dapat menginspirasi dunia.



Pembelajaran ini tentu akan menjadi bagian dari hobi bahkan kehidupan sehari-hari mereka dimana kelak meskipun pembelajaran geografi selesai, mereka tetap dapat mencari dan menampilkan foto-foto kreatif fenomena alam sambil mengkampanyekan pelestarian lingkungan. Inilah yang disebut sebagai life-long learning process dimana siswa menjadikan pelajaran tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka. Pada akhirnya, melalui fotografi, siswa tidak hanya akanmempelajari fakta-fakta Geografi, tetapi juga akan mengeksplorasi, mengapresiasi, dan merefleksikan fenomena geografi yang membuat pengalaman yang akan selalu dikenang. Dengan demikian, pembelajaran di dalam kelaspun akan bermakna dan mengubahkan siswa melalui cara berpikir, berkata, bersikap, dan bertindak sebagai agen perubahan lingkungan

Steven Sutantro

/steven.sutantro

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Educator & Blogger Follow : @StevenSutantro Website : stevensutantro.weebly.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?