Bekatul Enak, Ekonomis dan Mencegah Penyakit

19 Mei 2017 00:17:53 Diperbarui: 19 Mei 2017 02:01:06 Dibaca : 3 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :

Menurut data dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian, dapat di ketahui bahwa konsumsi buah-buahan masyarakat Indonesia hanya 34,55 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan konsumsi sayuran sebagai salah satu sumber serat bagi kesehatan di Indonesia hanya 40,35 kilogramper kapita per tahun. Akibat dari kekurangan serat bisa menimbulkan beberapa penyakit salah satunya yaitu sembelit, para ahli gizi menyerankan agar tubuh kita mendapatkan asupan serat yang cukup yaitu sebanyak 25-35 gr serat dalam satu hari. Selain sayuran, bekatul juga mengandung serat. Bekatul sendiri merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan serat sebesar 12% lebih tinggi dari menir dan dedak.

Saat ini masih banyak masyarakat terutama golongan anak-anak yang belum mengetahui dan mengenal bekatul. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan. Tetapi bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan mereka telah mengenal bekatul meskipun yang mereka tahu adalah bekatul sebagai makanan ayam atau ternak. Bekatul (rice bran) adalah lapisan terluar dari beras yang terlepas saat proses penggilingan gabah (padi) atau hasil samping penggilingan padi yang terdiri dari lapisan aleuron, endosperm dan germ.

Selain memiliki banyak kandungan serat, bekatul juga memiliki kandungan gizi lain seperti protein 13,11 – 17,19 persen, lemak 2,52 –5,05 persen, karbohidrat 67,58 – 72,74 persen,dan serat kasar 370,91 -387,3 kalori serta kaya akan vitamin B, terutama vitamin B1 (thiamin). Bekatul juga mengandung lemak tidak jenuh tinggi, lemak ini lebih aman dalam kaitannya dengan kolesetrol sehingga aman dikonsumsi oleh penderita kolesterol dan penyakit jantung. Bekatul juga mengandung tokoferol dan tokotrienol yang berfungsi sebagai antioksidan yang bermanfaat dalam berbagai pencegahan penyakit termasuk penuaan dini.

Pengolahan bekatul dapat dilakukan oleh ibu yang menginginkan jajanan sehat bagi anaknya misalnya dengan mengolah biscuit atau kue kering dengan penambahan bekatul sebagai bahan pokok utama. Namun, sayangnya masyarakat sekarang menganggap bekatul hanya sebagai pakan ternak saja padahal sudah banyak penelitian yang memberikan manfaat serta kandungan dalam bekatul.

Jika pemerintah ingin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat misalnya dalam hal kecil saja melalui jajanan sehat Pemerintah harus bekerja sama dengan petugas kesehatan khususnya dalam bidang promosi serta gizi serta LSM-LSM yang ada dalam meningkatkan pengetahuan serta kreatifitas masyarakat dalam pemanfaatan serta pengolahan bekatul.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL kesehatan

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana