Sajak-sajak Pahlawan

21 Agustus 2011 17:33:19 Dibaca :

Teruntuk Kartini

Dibalik jendela itu kau torehkan juang

Meratap langit, mentari tak urung bersinar

Tangan masih terkepal diantara kedua kaca jendela

Menatap kehidupan diantara pegabdian dan perjuangan

Meski kau terkerangkeng dalam istana

Tak jua membuatmu gusar akan pengabdian

Serta merta kembang mekar dari bingkainya

Kini mentari senantiasa mengingat padamu

Muhammad zakii Al-Aziz

2011

Mewangi Dalam Cita-mu (R.A Kartini)

Lentera api merambat citamu

Menjalar pada setiap carik kertas juangmu

Engkau ukir torehan sejarah reksamu

Menukil kekuatan pada setiap jiwa putrid bangsa

Engkau mewangi dalam cita-citamu

Semilirnya merona dari sabang hingga merauke

Menebar rintik hujan pada setiap bunga

Memgembangkan setiap kuntum bunga yang layu

Muhammad Zakii

2011

Yang Telah Pergi (Franky)

Pagi, kubuka hari diiringi suara alam

Burung cungcuing tepat diatas atap rumah

Riuhnya menyebar nada kematian

Membumbui relung pagi dikala mendung

Bumi sedang bersedih, alam pun juga

Semisal burung cungcuing bersinggah di atap rumahku

Bersemayam pula lah irama sedih menggugah hati

Saat aku tahu seorang pahlawan negeri telah kembali untuk pergi

Ke dua pasang mata syahdu lembut

Menggenang air mata berlinang sedih

Ketika menatap dia terbaring menegak langit

Aku tertunduk layu merenungi nyanyian yang kau toreh

Yang Telah Pergi Aku ataupun kita, kini kehilangan seorang pahlawan

Yang senantiasa menggertak dunia dengan nada melengking

Berteriak lantang bak gemuruh memecah karang

Aku merelakan dia pergi bersama malaikat dan bersama air mata yang menetes

Masih aku ingat kala lirik itu menggema ragaku

Nyanyiannya adalah replika kehidupan

Mencitrakan jiwa seorang pecinta bumi negeri

Suaranya gamang berirama kejujuran hati

Kini kau telah kembali

tapi namamu selalu terpatri dalam hati

Suaramu tak pernah redup di negeri ini

Walau hadirmu tiada akan pernah lagi ditemui

Muhammad Zakii Al-Aziz

2011

Muhammad Zaki Al-aziz

/skhatzey

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Jangan biarkan dirimu menderita dua penyakit. Pertama rabun membaca dan kedua lumpuh menulis. Ingatlah selalu pesan Al-Ghazali "Jika engkau bukan anak raja/ustadz maka menulislah".

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?