Kesehatan

Tentang Diare

19 Mei 2017   08:52 Diperbarui: 19 Mei 2017   09:53 12 0 0

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan konsistensi yang cair sebanyak 3 kali atau lebih dalam waktu satu hari (24 jam). 

Menurut data WHO pada tahun 2013, diare merupakan penyakit kedua yang menyebabkan kematian pada anak-anak balita (bawah lima tahun). anak -anak yang mengalami kekurangan gizi atau sistem imun yang kurang baik sangat rentan untuk terserang peyakit diare. Di Dunia terdapat 1.7 miliar kasus diare yang terjadi setiap tahunnya. menurut prevalensi yang dbersumber dari RISKESDAS tahun 2013 pada tahun 2013, penderita diare di Indoneseia berasal dari semua umur, namun prevalensi teringgi penyakit diare diderita oleh balita,terutama usia <1 tahun sekitar 7% dan usia 1-4 tahun 6,7%.

gejala yang ditimbulkan dari penyekit diare ialah 

selain itu diare dapar disebabkan oleh beberapa faktor diantarannya ialah: buang air besar encer dan sering,kram dan perut terasa nyeri,kehausan kaerena banyaknya cairan yang hilang dan tinja yang keluar berbau dan tidak berbau

  • Infeksi dimana diare merupak penyakit infeksi yang dapat disebabkan oleh bakteri dan organisme lainnya yang bersifat parasit. sebagian besar dari parasit terdapat di air yang sudah terkontaminasi oleh feses. Air yang terkontaminasi biasanya terjadi karena kebersihan sanitasi yang kurang baik.
  • malnutrisi
  • lingkungan dimana air yang sudah terkontaminasi oleh feses manusia  dari septic tank atau feses hewan  yang mengandung microorganisme dapat menyebabkan terjadinya penyakit diare

pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit diare ialah : memberikan edukasi kesehatan kepada masyrakat ,mengkonsusmsi air minum yang aman yaitu dengan cara di masak terlebih dahulu sebelum di konsumsi ,memperbaiki sanitasi di lingkungan untuk menghindari terjadinya penyakit diare dan ,membiasakan untuk selalu mencuci tangan. 

Dalam upaya untuk menaggulangi terjadiannya penyakit diare di butuhkan kerja sama di berbagai sektor yang ada baik di pusat ataupun yang ada di daerah. yang pertama kita melakukan advokasi kepada pemrintah untuk mendukung program yang akan kita buat nantinya khususnya terkait penanggulangan penyakit diare. yang kedua ialah melakukan bina suasana dimana kita melibatkan tokoh-tokoh masyarakat atau para pemangku kepentingan di daerah setempat agar mau bekerja sama dalam membersihkan  dan menjaga lingkungannya serta  mendukung program yang akan dibuat nantinya, karena sanitsi lingkungan yang buruk dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit misalnnya saja diare. yang ketiga pemberdayaan masyarakat disini masyarakat harus ikut andil dalam menjaga kebersihan lingkungan.