Modus Baru Penipuan : Mengaku Muallaf

13 November 2012 16:27:59 Diperbarui: 24 Juni 2015 14:26:09 Dibaca : 1953 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :
Modus Baru Penipuan : Mengaku Muallaf
13528487261897212824

dok pribadi. Mualaf Australia i Masjid Syuhada Yogyakarta.(foto asli dan bukan penipuan)

Ini kejadian unik, tapi akhirnya kita baru sadar bahwa kita barusaja ditipu oleh seorang “aktor” atau “aktris”yang memerankan suatu peran tertentu yang nyaris sempurna,….HHmmm

Akal manusia untuk mencari keuntungan secara tidak sah memang sangat beragam, dan seolah ide-idetersebut tidak akan kering. Beberapa waktu yang lalu, kita semua sudah heboh soal penipuan dengan modus SMS “Mamakena musibah tolong belikan pulsa.”.. kemudian ada lagi dengan transfer sejumlah uang ke rekeningtertentu, atau SMS soal jual beli tanah atau rumah yang sudah cocok, dll.

Modus yang satu ini tidak menggunakan SMS atau perangkat lainnya, tapi secara fisik hadir, bertemu dengan para tokoh agama (dalam hal ini Islam) yang dipandang relatif kaya, atau mungkin dalam agama lain juga ada, cuma kejadian yang diceritakan ini, berpura-pura ingin menjadi mualaf, tujuannya adalah mencari simpati, rasa iba, dll yang ujung-ujungnya jugauntuk memperoleh uang.

Kejadian ini menimpa temanku, salah satu tokoh dan pemuka agama di tempatku Kabupaten Kulonprogo. Siang itu sekitar jam 10 dia didatangi oleh seorang yang mengaku berasal dari luar pulau. Setelah ketemu ia kemudian menangis dan ingin menjadi mualaf, dan minta dituntun untuk membacasyahadat. Sebagai ketua takmir di masjid itu, temanku membawa tamunya ke masjid dan megajak beberapa takmir yang lain yang ada untuk menjadi saksi. Singkat ceritadiiringi isak tangis, rasadan suasana haru proses pembacaan kalimah syahadah berhasil danjadilah ia seorang mualaf…

Setelah selesai ia bermaksud pamitan dan ingin menjemput keluarganya yang berjumlah 7 orang, dan esok harinya berjanji akan datang lagi berikut kelurganya untuk segera berikrar menjadi mualaf juga. Kembali rasa haru menyeruak…. Dalamajaran agama Islam, seorang mualaf harus dilindungi, diperhatikan dan disantuni apabila membutuhkan, supaya rasa keimanannya tidak terusik dan berubah pikiran dan kenyakinan lagi. Orang tersebut kemudian diberi sejumlah uang yang akan dipergunakan untuk menjumput keluarganya.

Dihari beruikutnya, hari yang orang itu menjanjikan akan datang, tidak kunjung-kunjung datang. Ia sempat di telepon tapi tidak ada respon dan akhirnya betul-betul tidak datang pada hari itu. Pun demikian setelah berhari-hari ditunggu. Tidak pernah ada kabar lagi tentang orang itu. Temanku itu sebetulnya juga tidak pernah punya prasangka buruk apapun, sampai padaakhirnya, dia memperoleh cerita dari para tokoh yanglain. Ternyata ada 3 orang atau 3 kejadian yangserupa pada tempat yang berbeda tapi waktunya hampir bersamaaan, dimana secara kebetulan dialami oleh para tokoh agama di tempat saya. Artinya ada kejadian dengan modus yang sama…..Hhmmm.. rasanya baru sadar kalau sudah kena tipu…Wa Allohu `Alam Bishowab.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah atau dapat memetik pelajaran berharga dari peristiwa ini. Dan semoga tidak akan menimpa kita semua. Amien…..(Spd)

Sapar Diyono

/sapardiyono

TERVERIFIKASI

Komunitas Peduli Lingkungan, Alumni Fakultas Kehutanan UGM http://sapardiyono.blogspot.com/
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana